jurusan Ilmu Gizi: Gak Cuma Belajar Soal Makanan
Kalo dengar Ilmu Gizi, mungkin yang langsung terlintas adalah makanan sehat, menghitung kalori, atau menyusun menu sehari-hari.
Padahal, bidang Ilmu Gizi jauh lebih luas dari itu. Kamu gak cuma belajar tentang makanan, tetapi juga mempelajari bagaimana zat gizi berhubungan dengan tubuh, kesehatan, penyakit, dan kebutuhan manusia di berbagai kondisi.
Lalu, sebenarnya kuliah Ilmu Gizi belajar apa aja?
Mempelajari Hubungan Makanan dan Tubuh
Salah satu hal utama yang dipelajari di Ilmu Gizi adalah bagaimana makanan yang dikonsumsi tubuh dapat memengaruhi kesehatan.
Kamu akan mempelajari berbagai zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, termasuk bagaimana tubuh mencerna dan menggunakan zat-zat tersebut.
Jadi, pembahasannya gak berhenti pada “makanan ini sehat atau gak?”, tetapi juga memahami apa yang terjadi di dalam tubuh setelah makanan dikonsumsi.
Belajar Kebutuhan Gizi yang Berbeda
Setiap orang punya kebutuhan gizi yang berbeda. Anak-anak, remaja, orang dewasa, lansia, hingga ibu hamil memiliki kebutuhan yang gak selalu sama.
Karena itu, mahasiswa Gizi juga mempelajari bagaimana menentukan kebutuhan gizi berdasarkan kondisi dan karakteristik seseorang.
Kamu bisa belajar menyusun rekomendasi makanan yang sesuai dengan kebutuhan tertentu, tentunya berdasarkan prinsip dan perhitungan gizi.
Gak Cuma Tentang Orang Sehat
Ilmu Gizi juga berkaitan dengan kondisi kesehatan dan penyakit.
Mahasiswa bisa mempelajari bagaimana kebutuhan gizi seseorang dapat berubah ketika mengalami kondisi tertentu. Dari sini, kamu akan memahami bagaimana makanan dan asupan gizi bisa menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Jadi, bidang Gizi juga punya keterkaitan dengan dunia kesehatan dan medis.
Ada Ilmu Sainsnya Juga
Kalo kamu mengira Ilmu Gizi hanya belajar menyusun menu, ternyata ada banyak materi sains yang perlu dipahami.
Kamu bisa bertemu dengan materi seperti biologi, kimia, anatomi dan fisiologi, metabolisme, hingga ilmu pangan.
Artinya, kamu perlu siap mempelajari bagaimana tubuh bekerja sekaligus memahami proses yang terjadi pada makanan dan zat gizi.
Skill yang Bisa Dikembangkan
Selama kuliah, mahasiswa Gizi bisa mengembangkan kemampuan seperti analisis, pengolahan data, komunikasi, perencanaan menu, edukasi gizi, dan pemecahan masalah.
Kamu juga bisa belajar menyampaikan informasi tentang gizi kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami.
Kemampuan komunikasi ini penting karena bidang Gizi gak selalu berhubungan dengan angka dan teori, tetapi juga dengan bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat.
Lulus Ilmu Gizi Bisa Kerja Jadi Apa?
Pilihan karier lulusan Gizi cukup beragam.
Kamu bisa mengeksplorasi bidang seperti pelayanan kesehatan, industri makanan, edukasi gizi, kesehatan masyarakat, penelitian, hingga bidang olahraga dan kebugaran.
Tergantung bidang yang dipilih, jalur pendidikan dan persyaratan profesinya juga bisa berbeda.
Kesimpulan
Ilmu Gizi gak cuma belajar tentang makanan atau cara membuat menu sehat. Kamu juga akan mempelajari zat gizi, metabolisme, kebutuhan tubuh, kesehatan, penyakit, hingga cara memberikan edukasi tentang gizi.
Kalo kamu tertarik dengan makanan sekaligus penasaran dengan cara kerja tubuh dan kesehatan manusia, Ilmu Gizi bisa menjadi salah satu jurusan yang menarik untuk kamu eksplorasi.
Jadi, jangan cuma melihat Ilmu Gizi sebagai “jurusan yang belajar makanan”. Di baliknya, ada banyak ilmu sains dan kesehatan yang akan kamu pelajari.
Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi