Arsitektur Gak Cuma Soal Jago Menggambar

Kalo dengar jurusan Arsitektur, hal pertama yang mungkin muncul di pikiran adalah gambar gedung, desain rumah, atau mahasiswa yang sibuk dengan pensil dan kertas.

Padahal, kemampuan menggambar cuma salah satu bagian dari proses belajar di Arsitektur. Di jurusan ini, kamu juga akan belajar bagaimana merancang ruang, memahami struktur bangunan, mempertimbangkan fungsi, sampai membuat desain yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Lalu, sebenarnya kuliah Arsitektur belajar apa aja?

Belajar Merancang Ruang dan Bangunan

Salah satu hal utama yang dipelajari mahasiswa Arsitektur adalah bagaimana merancang sebuah bangunan atau ruang.

Gak cukup hanya membuat desain yang terlihat menarik. Kamu juga perlu mempertimbangkan fungsi, kenyamanan, keamanan, kondisi lingkungan, serta kebutuhan orang yang akan menggunakan ruang tersebut.

Jadi, desain yang bagus bukan cuma soal bentuk, tetapi juga bagaimana desain tersebut bisa digunakan dengan baik.

Gak Harus Jago Menggambar dari Awal

Kemampuan menggambar memang bisa membantu, terutama ketika harus menuangkan ide ke dalam bentuk visual.

Tapi, kalo kemampuan menggambarmu belum terlalu kuat, bukan berarti kamu otomatis gak cocok masuk Arsitektur. Kemampuan tersebut bisa dilatih selama proses kuliah.

Yang gak kalah penting adalah kemampuan berpikir kreatif, memahami ruang, memecahkan masalah, dan mengembangkan sebuah konsep desain.

Bakal Ketemu Matematika dan Teknik Juga

Arsitektur juga gak sepenuhnya soal kreativitas.

Mahasiswa akan berhadapan dengan berbagai materi yang berkaitan dengan struktur bangunan, konstruksi, material, lingkungan, hingga aspek teknis lainnya.

Artinya, kamu perlu siap menggabungkan sisi kreatif dengan kemampuan berpikir logis dan teknis.

Banyak Proyek dan Proses Revisi

Salah satu hal yang cukup identik dengan kuliah Arsitektur adalah tugas proyek.

Kamu bisa diminta membuat konsep, mengembangkan desain, membuat gambar teknis, hingga mempresentasikan hasil rancangan. Prosesnya juga gak selalu langsung jadi. Revisi menjadi bagian dari proses untuk memperbaiki desain berdasarkan masukan yang diberikan.

Dari sini, kamu bisa belajar mengembangkan ide sekaligus mempertanggungjawabkan alasan di balik desain yang dibuat.

Skill yang Bisa Dikembangkan

Selama kuliah, mahasiswa Arsitektur bisa mengembangkan berbagai kemampuan seperti desain, visualisasi, berpikir kritis, problem solving, presentasi, manajemen proyek, dan penggunaan software desain.

Kemampuan tersebut nantinya bisa menjadi bekal untuk masuk ke berbagai bidang yang berkaitan dengan desain dan lingkungan binaan.

Lulus Arsitektur Bisa Kerja Jadi Apa?

Lulusan Arsitektur gak cuma bisa bekerja sebagai arsitek.

Ada berbagai bidang yang bisa dieksplorasi, seperti desain interior, konsultan desain, perencanaan kota, konstruksi, visualisasi arsitektur, hingga bidang properti.

Namun, untuk menjalankan profesi arsitek secara profesional, terdapat tahapan pendidikan dan persyaratan profesi yang perlu dipenuhi.

Kesimpulan

Arsitektur memang membutuhkan kemampuan menggambar, tetapi kuliahnya gak cuma soal menggambar bangunan.

Kamu juga akan belajar merancang ruang, memahami aspek teknis, memecahkan masalah, mengembangkan konsep, sampai mempertimbangkan kebutuhan manusia dan lingkungan.

Jadi, kalo kamu tertarik dengan Arsitektur tapi merasa kemampuan menggambarmu belum cukup, jangan langsung mencoret jurusan ini.

Yang penting, kamu punya ketertarikan terhadap desain dan ruang serta mau belajar mengembangkan kemampuan kreatif maupun teknis selama proses perkuliahan.

Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi