Suka Ngobrol & Ketemu Orang: Ilmu Komunikasi atau Psikologi?
Suka ngobrol, bertemu orang baru, dan tertarik memahami orang lain? Dua jurusan yang mungkin langsung muncul di pikiran adalah Ilmu Komunikasi dan Psikologi.
Sekilas, keduanya memang sama-sama dekat dengan manusia. Tapi, fokus yang dipelajari di masing-masing jurusan cukup berbeda.
Jadi, kalo kamu suka berinteraksi dengan orang, lebih cocok Ilmu Komunikasi atau Psikologi?
Ilmu Komunikasi: Buat Kamu yang Suka Menyampaikan Ide
Di Ilmu Komunikasi, kamu akan mempelajari bagaimana sebuah pesan dibuat, disampaikan, dan diterima oleh orang lain.
Gak cuma soal jago ngomong, kamu juga bisa mempelajari komunikasi interpersonal, komunikasi massa, public relations, periklanan, media, sampai produksi konten.
Jurusan ini bisa cocok buat kamu yang senang menyampaikan ide, berdiskusi, bertemu banyak orang, dan tertarik dengan dunia media atau komunikasi.
Prospek bidangnya juga cukup beragam, seperti public relations, marketing, jurnalisme, content, advertising, hingga komunikasi perusahaan.
Psikologi: Buat Kamu yang Suka Memahami Orang
Berbeda dengan Ilmu Komunikasi, Psikologi lebih berfokus pada perilaku dan proses mental manusia.
Kamu akan mempelajari berbagai hal tentang perkembangan manusia, kepribadian, emosi, proses berpikir, hingga perilaku seseorang dalam situasi tertentu.
Jadi, kalo kamu sering penasaran “Kenapa seseorang bisa berpikir atau bertindak seperti itu?”, Psikologi bisa jadi bidang yang menarik buat kamu.
Lulusannya juga bisa berkarier di berbagai bidang seperti HR, riset, pendidikan, konsultan, dan bidang lain yang berkaitan dengan manusia. Kalo ingin menjadi psikolog, tentu ada pendidikan lanjutan dan persyaratan profesi yang perlu ditempuh.
Sama-Sama Berhubungan dengan Manusia, Tapi Fokusnya Beda
Ilmu Komunikasi lebih banyak membahas bagaimana pesan disampaikan dan bagaimana komunikasi terjadi, sedangkan Psikologi lebih fokus pada bagaimana manusia berpikir, merasa, dan berperilaku.
Makanya, jangan menganggap Ilmu Komunikasi hanya untuk orang yang extrovert atau Psikologi hanya untuk orang yang suka mendengarkan curhat.
Orang dengan kepribadian apa pun tetap bisa masuk ke kedua jurusan tersebut selama punya ketertarikan terhadap bidang yang dipelajari.
Jadi, Pilih yang Mana?
Kalo kamu lebih tertarik dengan berbicara, menyampaikan ide, membuat konten, berinteraksi dengan publik, atau memahami cara sebuah pesan memengaruhi audiens, kamu bisa mempertimbangkan Ilmu Komunikasi.
Tapi kalo kamu lebih tertarik dengan perilaku manusia, pola pikir, emosi, kepribadian, dan alasan di balik tindakan seseorang, Psikologi bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Sebelum menentukan pilihan, coba cari tahu juga mata kuliah dan aktivitas perkuliahannya. Jangan cuma melihat gambaran jurusannya dari luar.
Kesimpulan
Ilmu Komunikasi dan Psikologi memang sama-sama dekat dengan manusia, tetapi punya fokus yang berbeda.
Ilmu Komunikasi lebih menekankan pada proses komunikasi dan penyampaian pesan, sedangkan Psikologi lebih banyak mempelajari perilaku serta proses mental manusia.
Jadi, kalo kamu suka ngobrol dan ketemu banyak orang, jangan cuma bertanya “Aku cocoknya masuk jurusan apa?”
Coba tanyakan juga, “Aku lebih tertarik menyampaikan pesan kepada orang lain atau memahami orang lain?”
Jawaban itu bisa jadi petunjuk awal buat menentukan jurusan yang paling sesuai dengan minatmu.
Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi