Kalo Minat dan Kemampuanmu Gak Sejalan, Pilih yang Mana?
Pernah gak kamu suka banget sama satu jurusan, tapi merasa kemampuanmu justru lebih cocok di bidang lain?
Misalnya, kamu tertarik dengan Psikologi karena suka memahami perilaku manusia, tapi merasa kemampuanmu lebih kuat di bidang yang berhubungan dengan angka. Atau kamu suka dunia desain, tapi merasa skill-mu belum cukup untuk masuk jurusan tersebut.
Situasi seperti ini cukup sering dialami calon mahasiswa. Lalu, harus lebih mengutamakan minat atau kemampuan?
Jangan Langsung Menganggap Keduanya Bertentangan
Minat dan kemampuan sebenarnya bukan dua hal yang harus dipilih salah satunya.
Kemampuan bisa berkembang seiring proses belajar. Jadi, belum mahir dalam suatu bidang bukan berarti kamu gak cocok dengan bidang tersebut.
Yang perlu dilihat adalah apakah kamu bersedia mengembangkan kemampuan yang masih kurang karena memang tertarik dengan bidang tersebut.
Cari Tahu Seberapa Besar Gap-nya
Coba evaluasi kemampuanmu secara jujur.
Misalnya, kamu tertarik dengan jurusan tertentu, tetapi ada mata pelajaran atau skill yang menjadi kelemahanmu. Tanyakan:
- Seberapa jauh kemampuanmu dari yang dibutuhkan?
- Apakah skill tersebut bisa dilatih?
- Apakah kamu punya waktu dan kemauan untuk mengejarnya?
- Apakah kamu tetap tertarik setelah mengetahui bagian tersulit dari jurusan tersebut?
Kalo gap-nya masih bisa dikejar dan kamu memang punya ketertarikan yang kuat, gak ada salahnya mempertimbangkan jurusan tersebut.
Tapi Jangan Mengabaikan Kemampuan
Di sisi lain, jangan sampai alasan “aku suka” membuatmu mengabaikan kemampuan dan tuntutan jurusan sepenuhnya.
Setiap jurusan punya karakteristik dan tantangan masing-masing. Ada bidang yang membutuhkan kemampuan tertentu dan proses belajarnya cukup intensif.
Jadi, minat tetap perlu dibarengi dengan kesiapan untuk belajar dan mengembangkan skill yang dibutuhkan.
Cari Titik Temunya
Daripada bertanya “harus pilih minat atau kemampuan?”, coba cari bidang yang punya titik temu antara keduanya.
Misalnya, kamu suka berkomunikasi dan juga punya kemampuan mengorganisasi sesuatu. Kamu bisa mengeksplorasi bidang yang membutuhkan kedua kemampuan tersebut.
Atau kalo kamu suka dunia teknologi tetapi kemampuanmu masih perlu ditingkatkan, kamu bisa melihat apakah kamu menikmati proses belajar skill teknis yang dibutuhkan.
Dengan begitu, pilihan jurusan gak hanya berdasarkan apa yang kamu suka atau apa yang paling kamu kuasai saat ini, tetapi juga apa yang bersedia kamu pelajari dan kembangkan.
Jangan Lupa dengan Realita Jurusannya
Sebelum menentukan pilihan, cari tahu lebih dalam tentang jurusan yang kamu incar.
Lihat mata kuliahnya, tugas yang akan dikerjakan, skill yang dibutuhkan, sampai gambaran aktivitas mahasiswanya. Jangan hanya mengandalkan nama jurusan atau bayangan tentang pekerjaan setelah lulus.
Bisa jadi setelah mengetahui realitanya, kamu semakin yakin. Atau justru menemukan bahwa bidang tersebut ternyata kurang sesuai dengan ekspektasimu.
Kesimpulan
Kalo minat dan kemampuanmu belum sejalan, kamu gak harus langsung memilih salah satunya.
Minat bisa menjadi alasan untuk terus belajar, sementara kemampuan bisa dikembangkan melalui proses. Yang penting, kamu memahami kemampuanmu saat ini dan bersedia mengejar skill yang dibutuhkan.
Jadi, jangan cuma bertanya “Aku jago di mana?” atau “Aku suka apa?”
Coba tanyakan juga: “Bidang apa yang cukup aku minati untuk terus aku pelajari dan kembangkan?”
Karena jurusan yang tepat gak selalu tentang kemampuan yang sudah kamu punya sekarang, tapi juga tentang kemampuan yang ingin kamu bangun ke depannya.
Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi