Jurusan yang Kelihatannya Santai, Ternyata Mata Kuliahnya Nggak Main-Main

Ada beberapa jurusan yang kalau disebut di tongkrongan mungkin terdengar santai.

“Komunikasi? Paling presentasi.”

“Psikologi? Paling belajar kepribadian.”

“Manajemen? Paling belajar bisnis.”

Padahal, kalau sudah melihat kurikulumnya, ceritanya bisa berubah.

Setiap jurusan punya tantangan masing-masing. Ada yang banyak hitungan, ada yang harus sering membaca dan menulis, ada yang punya penelitian, praktikum, proyek, sampai tugas presentasi.

Jadi sebelum menganggap suatu jurusan “gampang”, coba lihat dulu apa yang benar-benar dipelajari di dalamnya.

1. Ilmu Komunikasi

Ilmu Komunikasi sering dianggap sebagai jurusan yang identik dengan ngobrol, presentasi, atau bikin konten.

Memang ada bagian tersebut, tetapi perkuliahannya jauh lebih luas.

Sebagai contoh, kurikulum S1 Ilmu Komunikasi UGM memuat mata kuliah seperti Metode Penelitian Sosial, Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif, Teori Komunikasi, Psikologi Komunikasi, Sosiologi Komunikasi, hingga Filsafat Ilmu Komunikasi.

Di UI, mahasiswa Ilmu Komunikasi juga mempelajari kajian media, jurnalisme, hubungan masyarakat, dan periklanan. Program sarjananya memiliki beban 144 SKS.

Jadi, kalau kamu mengira Ilmu Komunikasi cuma soal pintar ngomong, ternyata ada bagian riset, teori, analisis, dan penulisan yang juga harus dikuasai.

2. Psikologi

Ini salah satu jurusan yang sering punya image:

“Seru, bisa belajar tentang manusia.”

Benar, tapi kuliah Psikologi nggak cuma membahas kepribadian atau perilaku manusia.

Silabus S1 Psikologi UGM, misalnya, memuat Statistika I dan II, Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif, Asesmen Dasar, Biopsikologi, Psikologi Klinis, Psikologi Sosial, hingga Teori dan Aplikasi Pengukuran Psikologi.

Bahkan ada mata kuliah Asesmen Inteligensi dan berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan pengukuran psikologi.

Artinya, kalau kamu tertarik Psikologi karena suka memahami manusia, itu bagus.

Tapi kamu juga perlu siap bertemu statistika, penelitian, teori, dan proses analisis.

3. Manajemen

“Manajemen kan tinggal belajar bisnis?”

Nggak juga.

Manajemen punya cakupan yang cukup luas karena berhubungan dengan bagaimana organisasi dan bisnis dikelola.

Di dalamnya bisa ada pembahasan mengenai organisasi, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, strategi, hingga kewirausahaan.

Bahkan di ITB, salah satu mata kuliahnya adalah Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, dengan mata kuliah terkait seperti Teknologi untuk Inovasi Bisnis, Psikologi dan Perilaku Organisasi, serta berbagai mata kuliah manajemen lainnya.

Jadi kalau kamu tertarik Manajemen hanya karena berpikir “nggak banyak hitungan”, sebaiknya cek lagi kurikulumnya.

4. Ilmu Kesejahteraan Sosial

Namanya memang terdengar seperti jurusan yang banyak melakukan kegiatan sosial.

Tapi kuliahnya juga memiliki sisi akademik yang cukup kuat.

Dalam kurikulum Sarjana Kesejahteraan Sosial UI 2025, mahasiswa mempelajari Pengantar Sosiologi, Pengantar Ilmu Politik, Pengantar Antropologi, Metode Penelitian Sosial, Teori Sosiologi, Pengantar Psikologi, hingga Metode Intervensi Sosial. Total beban studinya mencapai 144 SKS.

Jadi bukan sekadar kegiatan sosial atau membantu masyarakat.

Ada teori, penelitian, analisis, dan metode intervensi yang harus dipelajari.

5. Ilmu Komunikasi Bukan Berarti Nggak Ada Hitungan

Ini juga perlu diluruskan.

Kalau kamu memilih jurusan sosial karena ingin menghindari angka sepenuhnya, jangan langsung berasumsi semua jurusan sosial bebas dari penelitian kuantitatif.

Contohnya, kurikulum Ilmu Komunikasi UGM mencantumkan MPK Kuantitatif sebagai mata kuliah wajib.

Sementara Psikologi UGM punya Statistika I dan Statistika II.

Jadi, memilih jurusan berdasarkan anggapan “ini jurusan sosial, berarti nggak ada angka” bisa jadi jebakan kecil.

Setiap Jurusan Punya “Susahnya” Masing-Masing

Pada akhirnya, sebenarnya nggak ada jurusan yang bisa dicap gampang begitu saja.

Yang berbeda adalah jenis tantangannya.

Ada yang banyak hitungan.

Ada yang banyak membaca.

Ada yang banyak menulis.

Ada yang sering presentasi.

Ada yang harus melakukan penelitian.

Ada yang punya praktikum.

Ada juga yang menggabungkan semuanya.

Makanya, sebelum memilih jurusan untuk PTN 2027, jangan cuma cari tahu:

“Jurusan ini susah nggak?”

Lebih baik tanyakan:

“Bagian mana yang paling banyak dipelajari, dan aku siap nggak menjalaninya?”

Karena bisa saja jurusan yang menurut orang lain “susah” justru terasa menarik buat kamu.

Sebaliknya, jurusan yang katanya “santai” bisa terasa berat kalau bidangnya memang nggak cocok.

Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi

Sumber

  • Departemen Ilmu Komunikasi UGM, Kurikulum Sarjana Ilmu Komunikasi.
  • Fakultas Psikologi UGM, Silabus S1 Reguler.
  • Program Sarjana Ilmu Komunikasi UI, Struktur Program dan Kurikulum.
  • Program Sarjana Ilmu Komunikasi UI, Tentang Program Sarjana Departemen Ilmu Komunikasi.
  • Departemen Kesejahteraan Sosial UI, Kurikulum Sarjana 2025.
  • Institut Teknologi Bandung, Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan.