Bukan Soal Belajar Lebih Lama, tapi Belajar Lebih Fokus. Apa Itu Deep Learning?

Saat mempersiapkan diri menghadapi seleksi PTN, banyak siswa berpikir bahwa semakin lama waktu belajar, semakin besar pula peluang untuk memperoleh hasil yang baik. Tidak sedikit yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan buku atau layar laptop, tetapi tetap merasa sulit memahami materi.

Padahal, berbagai penelitian pendidikan menunjukkan bahwa lama waktu belajar tidak selalu sebanding dengan kualitas pemahaman. Yang lebih berpengaruh adalah bagaimana seseorang belajar. Salah satu pendekatan yang semakin banyak dibahas adalah deep learning, yaitu proses belajar yang berfokus pada pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar menghafal informasi.

Konsep ini juga sejalan dengan arah pendidikan saat ini yang menekankan kemampuan bernalar, berpikir kritis, dan menghubungkan berbagai konsep dalam menyelesaikan masalah.

Apa Itu Deep Learning?

Deep learning adalah pendekatan belajar yang bertujuan memahami suatu materi hingga ke konsep dasarnya.

Seseorang yang menerapkan deep learning tidak hanya mengingat rumus atau definisi, tetapi juga memahami alasan di balik konsep tersebut, mengetahui kapan konsep digunakan, serta mampu menghubungkannya dengan materi lain.

Sebaliknya, surface learning lebih berfokus pada menghafal informasi agar dapat menjawab soal dalam waktu singkat.

Mengapa Deep Learning Penting untuk Persiapan PTN?

Soal-soal seleksi PTN saat ini semakin banyak menguji kemampuan memahami informasi, menganalisis hubungan antar konsep, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi baru.

Jika hanya menghafal rumus, siswa mungkin akan kesulitan ketika menemukan soal dengan bentuk yang berbeda dari latihan yang biasa dikerjakan.

Dengan memahami konsep secara mendalam, siswa akan lebih mudah beradaptasi dengan berbagai variasi soal.

Tanda-Tanda Kamu Sudah Belajar secara Mendalam

Belajar yang efektif bukan hanya ditandai dengan banyaknya materi yang selesai dibaca.

Kamu bisa mengatakan sudah memahami suatu materi jika mampu:

  • Menjelaskan kembali materi dengan bahasa sendiri.
  • Memberikan contoh penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menghubungkan materi tersebut dengan topik lain.
  • Menyelesaikan soal dengan cara yang berbeda jika diperlukan.
  • Menjelaskan alasan mengapa suatu jawaban benar atau salah.

Jika hal-hal tersebut sudah bisa dilakukan, berarti proses belajar tidak lagi sekadar menghafal.

Belajar Lama Belum Tentu Efektif

Menghabiskan waktu enam hingga delapan jam untuk belajar belum tentu memberikan hasil yang optimal jika sebagian besar waktu hanya digunakan membaca ulang catatan.

Sebaliknya, belajar selama dua atau tiga jam dengan fokus penuh, disertai latihan soal, diskusi, dan evaluasi, sering kali menghasilkan pemahaman yang lebih baik.

Karena itu, kualitas belajar lebih penting dibandingkan jumlah jam belajar semata.

Cara Melatih Deep Learning

Ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu membangun pemahaman yang lebih mendalam, antara lain:

  • Bertanya "mengapa" dan "bagaimana" terhadap setiap konsep.
  • Menjelaskan materi kepada teman atau diri sendiri.
  • Membuat hubungan antara materi yang sedang dipelajari dengan materi sebelumnya.
  • Mengerjakan soal yang menuntut penalaran, bukan hanya hafalan.
  • Mengevaluasi jawaban yang masih salah untuk mengetahui letak kesalahan.

Kebiasaan tersebut akan membantu otak membangun pemahaman yang lebih kuat.

Jangan Terlalu Fokus Mengejar Banyak Materi

Sebagian siswa merasa harus menyelesaikan semua materi secepat mungkin.

Padahal, memahami sedikit materi secara mendalam sering kali lebih bermanfaat daripada membaca banyak materi tanpa benar-benar menguasainya.

Belajar bukan perlombaan siapa yang paling cepat selesai, tetapi siapa yang benar-benar memahami apa yang dipelajari.

Bekal yang Berguna Hingga Kuliah

Kemampuan memahami konsep secara mendalam tidak hanya membantu saat menghadapi seleksi PTN.

Di bangku kuliah nanti, mahasiswa akan lebih sering diminta menganalisis kasus, menghubungkan teori dengan praktik, hingga menyelesaikan berbagai proyek berbasis pemecahan masalah.

Karena itu, membiasakan deep learning sejak sekarang akan mempermudah proses belajar di jenjang berikutnya.

Kesimpulan

Belajar efektif bukan berarti belajar lebih lama, melainkan belajar dengan lebih fokus dan memahami materi secara mendalam. Pendekatan deep learning membantu siswa membangun pemahaman yang lebih kuat, melatih kemampuan bernalar, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan akademik.

Daripada hanya mengejar banyaknya materi yang dipelajari, cobalah memberi waktu untuk benar-benar memahami setiap konsep. Kebiasaan tersebut akan memberikan manfaat, tidak hanya saat menghadapi seleksi PTN, tetapi juga selama menjalani dunia perkuliahan.

Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi


Sumber

  1. OECD. The Nature of Learning: Using Research to Inspire Practice. https://www.oecd.org/education/ceri/the-nature-of-learning-9789264086487-en.htm
  2. UNESCO. Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education. https://www.unesco.org/en/futures-education
  3. Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for Quality Learning at University (4th ed.). Open University Press.
  4. Hattie, J. (2023). Visible Learning: The Sequel. Routledge.