Self-Directed Learning: Skill yang Akan Sangat Membantu Kamu di PTN

Banyak siswa mengira bahwa belajar selalu membutuhkan arahan dari guru atau tutor. Selama di sekolah, materi biasanya sudah disusun secara berurutan, tugas diberikan sesuai jadwal, dan proses belajar berlangsung dengan pendampingan yang cukup intensif.

Namun, kondisi tersebut akan berubah ketika memasuki perguruan tinggi. Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengatur waktu, mencari referensi, hingga memahami materi yang terkadang tidak dibahas secara rinci di kelas.

Karena itu, kemampuan self-directed learning atau belajar secara mandiri menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting. OECD menilai bahwa kemampuan untuk mengelola proses belajar sendiri merupakan bagian dari kompetensi yang dibutuhkan di era pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), terutama ketika informasi berkembang begitu cepat.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan self-directed learning dan mengapa pejuang PTN perlu mulai melatihnya sejak sekarang?

Apa Itu Self-Directed Learning?

Self-directed learning adalah kemampuan seseorang untuk mengelola proses belajarnya sendiri.

Artinya, seseorang mampu menentukan apa yang perlu dipelajari, memilih sumber belajar yang sesuai, mengatur jadwal, mengevaluasi hasil belajar, hingga memperbaiki strategi jika diperlukan.

Dalam proses ini, guru atau tutor tetap memiliki peran penting. Namun, tanggung jawab utama dalam belajar berada pada diri siswa.

Mengapa Kemampuan Ini Penting?

Saat menjadi mahasiswa nanti, tidak semua materi akan dijelaskan secara lengkap di kelas.

Sering kali dosen hanya memberikan gambaran umum, kemudian mahasiswa diminta mencari referensi tambahan, membaca jurnal, atau mempelajari topik tertentu secara mandiri.

Mahasiswa yang telah terbiasa belajar secara mandiri biasanya lebih mudah beradaptasi dengan sistem tersebut.

Sebaliknya, mereka yang selalu menunggu arahan sering kali membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri.

Belajar Mandiri Bukan Berarti Belajar Sendirian

Masih banyak yang mengira belajar mandiri berarti harus belajar tanpa bantuan siapa pun.

Padahal, self-directed learning justru mendorong seseorang untuk aktif mencari bantuan ketika dibutuhkan.

Misalnya, bertanya kepada guru, berdiskusi dengan teman, mengikuti webinar, atau mencari referensi dari buku dan jurnal.

Yang membedakan adalah inisiatif untuk belajar datang dari diri sendiri, bukan karena menunggu disuruh.

Mulailah Menentukan Target Belajar

Salah satu ciri siswa yang mampu belajar mandiri adalah memiliki tujuan yang jelas.

Misalnya, minggu ini ingin memahami satu bab tertentu, menyelesaikan latihan soal dalam jumlah tertentu, atau memperbaiki kelemahan pada materi tertentu.

Dengan target yang jelas, proses belajar menjadi lebih terarah dan mudah dievaluasi.

Biasakan Mencari Jawaban Terlebih Dahulu

Ketika menemukan soal yang sulit, jangan langsung mencari jawabannya.

Cobalah memahami soal, membaca kembali materi, atau mencari referensi lain terlebih dahulu.

Jika setelah beberapa kali mencoba masih mengalami kesulitan, barulah meminta bantuan kepada guru, teman, atau menggunakan AI sebagai pendamping belajar.

Kebiasaan seperti ini akan membantu melatih kemampuan berpikir mandiri.

Evaluasi Menjadi Bagian Penting

Belajar mandiri tidak berhenti setelah materi selesai dipelajari.

Luangkan waktu untuk mengevaluasi hasil belajar.

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Materi apa yang sudah dipahami?
  • Bagian mana yang masih membingungkan?
  • Strategi belajar apa yang paling membantu?
  • Apa yang perlu diperbaiki minggu depan?

Refleksi sederhana seperti ini akan membantu proses belajar menjadi lebih efektif.

Skill Ini Akan Terus Berguna

Kemampuan belajar mandiri tidak hanya berguna saat menghadapi seleksi PTN.

Ketika memasuki dunia kuliah, mengikuti pelatihan, bahkan saat bekerja nanti, kamu akan terus dihadapkan pada hal-hal baru yang perlu dipelajari.

Mereka yang mampu belajar secara mandiri biasanya lebih cepat berkembang karena tidak bergantung pada arahan orang lain untuk meningkatkan kemampuannya.

Kesimpulan

Belajar mandiri merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu mulai dibangun sejak masa persiapan menuju PTN. Kemampuan ini membantu seseorang mengatur proses belajar, menentukan prioritas, mengevaluasi hasil, dan terus berkembang sesuai kebutuhan.

Mulailah dari langkah sederhana, seperti membuat target belajar, mencari referensi secara aktif, dan mengevaluasi perkembangan secara rutin. Kebiasaan tersebut tidak hanya akan membantumu menghadapi seleksi PTN, tetapi juga menjadi bekal yang sangat berharga selama menjalani dunia perkuliahan dan karier di masa depan.

Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi


Sumber

  1. OECD. Education Policy Outlook 2025: Nurturing Engaged and Resilient Lifelong Learners in a World of Digital Transformation.
  2. OECD. Skills Outlook 2025: Building the Skills of the 21st Century for All.
  3. UNESCO. Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education.
  4. World Economic Forum. The Future of Jobs Report 2025.