Literasi Digital Jadi Skill Penting untuk Calon Mahasiswa, Kenapa?

Di era digital, informasi dapat diperoleh hanya dalam hitungan detik. Materi pelajaran, video pembelajaran, latihan soal, hingga pembahasan tryout tersedia dalam jumlah yang sangat banyak di internet. Kemudahan ini tentu menjadi keuntungan bagi siswa yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi PTN.

Namun, di balik melimpahnya informasi tersebut, muncul tantangan baru. Tidak semua informasi yang beredar memiliki kualitas yang baik atau dapat dipercaya. Masih banyak konten yang memuat informasi keliru, data yang sudah tidak relevan, bahkan hoaks yang berpotensi menyesatkan.

Karena itu, literasi digital menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting dimiliki calon mahasiswa. Bukan hanya mampu menggunakan internet, tetapi juga mampu mencari, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.

Apa Itu Literasi Digital?

Literasi digital adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan teknologi digital secara bijak, efektif, dan bertanggung jawab. Kemampuan ini tidak hanya mencakup penggunaan perangkat atau aplikasi, tetapi juga bagaimana seseorang memahami informasi yang diperoleh dari dunia digital.

UNESCO menjelaskan bahwa literasi digital mencakup kemampuan mencari informasi, mengevaluasi kredibilitas sumber, berkomunikasi secara etis, hingga menjaga keamanan data pribadi saat menggunakan teknologi digital.

Artinya, literasi digital bukan sekadar "pandai menggunakan internet", melainkan juga mampu berpikir kritis terhadap setiap informasi yang diterima.

Mengapa Calon Mahasiswa Perlu Memiliki Literasi Digital?

Saat memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa akan jauh lebih sering mencari referensi secara mandiri. Buku cetak tetap digunakan, tetapi banyak materi berasal dari jurnal ilmiah, artikel akademik, laporan penelitian, hingga berbagai basis data digital.

Jika tidak memiliki kemampuan memilih sumber yang tepat, mahasiswa berisiko menggunakan referensi yang kurang valid atau bahkan salah.

Kemampuan ini sebenarnya sudah bisa mulai dilatih sejak masih duduk di bangku SMA, terutama ketika mencari materi belajar atau informasi mengenai PTN.

Tidak Semua Konten Edukasi di Media Sosial Akurat

Saat ini, media sosial dipenuhi oleh konten edukasi yang membahas berbagai mata pelajaran, tips belajar, hingga informasi mengenai jalur masuk PTN.

Meskipun banyak konten yang bermanfaat, tidak semuanya disusun berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa informasi bahkan hanya berdasarkan pengalaman pribadi atau belum sesuai dengan kebijakan terbaru.

Oleh karena itu, jangan langsung mempercayai semua informasi yang muncul di media sosial. Biasakan mengecek kembali informasi tersebut melalui situs resmi atau sumber lain yang lebih kredibel.

Biasakan Menggunakan Sumber Resmi

Ketika mencari informasi mengenai seleksi PTN, jadikan portal resmi sebagai sumber utama.

Misalnya, informasi mengenai SNBP, SNBT, jadwal pendaftaran, maupun perubahan kebijakan sebaiknya diperoleh langsung dari laman resmi SNPMB atau kementerian terkait.

Begitu pula ketika mencari materi pelajaran. Gunakan buku pelajaran, jurnal ilmiah, atau situs pendidikan yang memiliki reputasi baik agar informasi yang diperoleh lebih akurat.

Kemampuan Memilah Informasi Akan Sangat Membantu Saat Kuliah

Di perguruan tinggi, dosen tidak selalu memberikan semua materi secara lengkap. Mahasiswa dituntut aktif mencari referensi tambahan untuk memperdalam pemahaman.

Pada tahap inilah kemampuan literasi digital menjadi sangat penting.

Mahasiswa yang mampu memilih referensi berkualitas biasanya akan lebih mudah memahami materi, menyusun tugas akademik, serta menghasilkan tulisan yang memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Jaga Jejak Digital Sejak Sekarang

Literasi digital juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Apa yang diunggah di internet dapat bertahan dalam waktu yang lama dan membentuk jejak digital. Oleh karena itu, biasakan menggunakan media sosial secara bijak, menghargai karya orang lain, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta menjaga etika saat berinteraksi di ruang digital.

Kebiasaan ini akan menjadi bekal yang baik ketika memasuki dunia perkuliahan maupun dunia kerja.

Cara Melatih Literasi Digital

Literasi digital dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana, seperti:

  • Membandingkan informasi dari beberapa sumber.
  • Memastikan berita berasal dari situs resmi atau media yang kredibel.
  • Membaca artikel atau jurnal secara utuh, bukan hanya judulnya.
  • Tidak langsung membagikan informasi sebelum mengecek kebenarannya.
  • Membiasakan mencantumkan sumber ketika menggunakan informasi milik orang lain.
  • Menggunakan AI dan mesin pencari sebagai alat bantu, bukan satu-satunya sumber informasi.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut akan membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus mengurangi risiko menerima informasi yang keliru.

Kesimpulan

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, literasi digital telah menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki calon mahasiswa. Kemampuan ini membantu seseorang memilih informasi yang akurat, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta berpikir lebih kritis dalam menghadapi berbagai informasi yang beredar.

Mulailah membangun literasi digital sejak sekarang. Dengan kebiasaan mencari informasi dari sumber yang terpercaya dan mengevaluasi setiap informasi secara kritis, kamu tidak hanya lebih siap menghadapi seleksi PTN, tetapi juga lebih siap menghadapi tantangan dunia perkuliahan di era digital.

Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi


Sumber

  1. UNESCO. Digital Literacy and Education. https://www.unesco.org
  2. UNESCO. Digital Competency Framework for Teachers. https://www.unesco.org
  3. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Program Literasi Digital Nasional. https://literasidigital.id
  4. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. https://www.kemendikdasmen.go.id