Bingung Mulai Belajar dari Mana? Coba Gunakan Skala Prioritas
Salah satu tantangan yang sering dialami pejuang PTN bukan hanya sulit memahami materi, tetapi juga bingung menentukan harus belajar apa terlebih dahulu. Materi yang perlu dipelajari terasa sangat banyak, sementara waktu yang dimiliki terbatas. Akibatnya, banyak siswa justru menghabiskan waktu untuk berpindah-pindah materi tanpa benar-benar menyelesaikan satu topik.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, proses belajar akan terasa kurang terarah dan hasil yang diperoleh pun tidak maksimal.
Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan skala prioritas. Dengan menentukan materi mana yang harus dipelajari lebih dahulu, kamu dapat memanfaatkan waktu belajar secara lebih efektif tanpa merasa kewalahan.
Lalu, bagaimana cara menyusun skala prioritas dalam belajar? Simak penjelasannya berikut ini.
Mengapa Skala Prioritas Itu Penting?
Tidak semua materi memiliki tingkat kesulitan yang sama bagi setiap orang. Ada siswa yang lebih mudah memahami Matematika, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari Biologi. Sebaliknya, ada juga yang lebih cepat memahami Bahasa Indonesia dibandingkan Fisika.
Karena itu, belajar tidak bisa disamakan dengan orang lain. Skala prioritas membantu setiap siswa menentukan materi yang paling membutuhkan perhatian berdasarkan kemampuan masing-masing.
Dengan cara ini, waktu belajar akan lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kelemahan dibandingkan mengulang materi yang sebenarnya sudah dikuasai.
Kenali Kemampuanmu Terlebih Dahulu
Sebelum membuat daftar prioritas, cobalah mengevaluasi kemampuanmu pada setiap mata pelajaran.
Kamu bisa menggunakan hasil tryout, latihan soal, atau nilai ulangan sebagai bahan evaluasi. Perhatikan materi mana yang masih sering salah dan materi mana yang sudah dapat dikerjakan dengan baik.
Misalnya, jika hasil latihan menunjukkan bahwa kamu masih kesulitan pada peluang dan statistika, maka kedua materi tersebut dapat menjadi prioritas utama untuk dipelajari.
Semakin jujur kamu mengevaluasi kemampuan diri sendiri, semakin tepat pula strategi belajar yang bisa disusun.
Kelompokkan Materi Berdasarkan Prioritas
Agar lebih mudah, bagi materi menjadi tiga kelompok berikut.
Prioritas Tinggi
Kelompok ini berisi materi yang masih paling sulit dipahami atau paling sering menghasilkan jawaban yang salah saat latihan soal.
Materi pada kelompok ini sebaiknya mendapatkan porsi belajar lebih banyak dibandingkan materi lainnya.
Prioritas Sedang
Materi dalam kelompok ini sebenarnya sudah dipahami, tetapi masih membutuhkan latihan agar lebih lancar saat mengerjakan soal.
Biasanya, kamu hanya perlu memperbanyak latihan dan melakukan review secara berkala.
Prioritas Rendah
Kelompok ini berisi materi yang sudah cukup dikuasai.
Bukan berarti materi tersebut boleh diabaikan, tetapi cukup diulang sesekali agar pemahaman tetap terjaga.
Dengan pembagian seperti ini, proses belajar akan terasa lebih terarah dan tidak membingungkan.
Jangan Mengabaikan Materi yang Sudah Dikuasai
Fokus pada kelemahan memang penting, tetapi bukan berarti materi yang sudah dipahami boleh ditinggalkan sepenuhnya.
Sesekali tetap lakukan review dan latihan soal agar kemampuanmu tetap stabil. Materi yang jarang dipelajari juga bisa terlupakan jika tidak pernah diulang kembali.
Kuncinya adalah memberikan porsi belajar yang lebih besar pada materi yang masih lemah, tanpa melupakan materi yang sudah dikuasai.
Susun Target Belajar Mingguan
Setelah mengetahui prioritas setiap materi, buatlah target belajar yang realistis.
Sebagai contoh:
- Senin: Pelajari konsep peluang dan kerjakan latihan soal.
- Selasa: Review materi statistika.
- Rabu: Latihan soal peluang dan statistika.
- Kamis: Review materi Bahasa Indonesia.
- Jumat: Mengerjakan soal campuran.
- Sabtu: Tryout singkat.
- Minggu: Evaluasi hasil belajar selama satu minggu.
Dengan jadwal seperti ini, kamu memiliki arah yang jelas setiap kali mulai belajar.
Evaluasi Prioritas Secara Berkala
Skala prioritas tidak bersifat tetap. Seiring berjalannya waktu, kemampuanmu tentu akan berkembang.
Misalnya, materi yang awalnya sangat sulit kini sudah mulai dikuasai. Sebaliknya, mungkin ada materi lain yang justru mulai sering salah saat latihan soal.
Oleh karena itu, lakukan evaluasi setiap satu atau dua minggu sekali. Perbarui daftar prioritas sesuai perkembangan kemampuan agar strategi belajarmu tetap relevan.
Tips Menentukan Prioritas Belajar
Agar lebih mudah menyusun skala prioritas, kamu bisa menerapkan beberapa langkah berikut.
- Gunakan hasil tryout sebagai bahan evaluasi.
- Catat materi yang paling sering salah.
- Dahulukan materi yang belum dipahami.
- Tetap sisihkan waktu untuk review materi yang sudah dikuasai.
- Buat target belajar mingguan yang realistis.
- Lakukan evaluasi secara rutin agar prioritas tetap sesuai kebutuhan.
Dengan kebiasaan tersebut, kamu tidak akan lagi kebingungan menentukan materi apa yang harus dipelajari setiap hari.
Kesimpulan
Banyaknya materi yang harus dipelajari sering kali membuat pejuang PTN merasa kewalahan. Namun, dengan menerapkan skala prioritas, proses belajar akan menjadi lebih terarah, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Ingat, belajar bukan tentang menyelesaikan semua materi dalam waktu singkat, tetapi tentang memahami materi yang benar-benar perlu diperbaiki. Dengan menentukan prioritas yang tepat dan menjalankannya secara konsisten, persiapan menuju PTN akan terasa lebih ringan dan peluang untuk mencapai hasil terbaik pun semakin besar.
Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi