apakah jurusan sepi peminat selalu bisa ditembus?

Saat memilih program studi, banyak calon mahasiswa sengaja mencari jurusan yang memiliki jumlah peminat lebih sedikit. Alasannya sederhana, mereka menganggap semakin sedikit pesaing, maka peluang untuk diterima di PTN impian akan semakin besar.

Namun, benarkah anggapan tersebut? Jawabannya adalah belum tentu. Jumlah peminat memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat persaingan, tetapi bukan satu-satunya penentu peluang lolos. Ada beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan sebelum menjadikan jurusan sepi peminat sebagai strategi utama.

Jangan Hanya Melihat Jumlah Peminat

Banyak siswa langsung menganggap jurusan yang memiliki sedikit pendaftar pasti lebih mudah dimasuki. Padahal, informasi tersebut perlu dilihat bersamaan dengan data daya tampung program studi.

Sebagai contoh, sebuah jurusan mungkin hanya memiliki 300 peminat, tetapi daya tampungnya hanya 15 kursi. Di sisi lain, jurusan lain memiliki 900 peminat dengan daya tampung 120 kursi. Karena itu, melihat jumlah peminat saja tidak cukup untuk menggambarkan tingkat persaingan.

Daya Tampung dan Keketatan Sama Pentingnya

Portal resmi SNPMB menyediakan informasi mengenai daya tampung setiap program studi beserta data peminat pada tahun sebelumnya. Data tersebut dapat membantu calon mahasiswa memperkirakan tingkat persaingan sebelum menentukan pilihan.

Dengan membandingkan jumlah peminat dan daya tampung, kamu bisa menyusun strategi yang lebih realistis dibanding hanya memilih jurusan yang terlihat sepi peminat.

Pilih Jurusan yang Sesuai dengan Minat dan Kemampuan

Strategi memang penting, tetapi jangan sampai membuatmu memilih jurusan yang sebenarnya tidak sesuai dengan minat atau kemampuan. Ingat, kamu akan menjalani perkuliahan selama beberapa tahun di bidang tersebut.

Jurusan yang dipilih karena sesuai dengan minat biasanya membuat proses belajar lebih menyenangkan dan membantumu bertahan ketika menghadapi tantangan selama kuliah.

Gunakan Data sebagai Bahan Pertimbangan

Sebelum menentukan pilihan, lakukan riset mengenai program studi yang kamu incar. Perhatikan daya tampung, jumlah peminat, prospek lulusan, hingga kurikulum yang ditawarkan.

Dengan memanfaatkan data resmi, keputusan yang diambil akan lebih objektif dan tidak hanya berdasarkan asumsi bahwa jurusan tertentu lebih mudah dimasuki.

Kesimpulan

Jurusan yang sepi peminat memang bisa memiliki tingkat persaingan yang berbeda dibanding jurusan populer. Namun, hal tersebut tidak otomatis membuat peluang diterima menjadi lebih besar. Daya tampung, keketatan persaingan, serta kualitas peserta lain juga menjadi faktor yang memengaruhi hasil seleksi.

Oleh karena itu, jangan memilih jurusan hanya karena dianggap mudah dimasuki. Padukan informasi mengenai daya tampung, tingkat persaingan, serta minat dan kemampuan diri agar strategi yang kamu susun benar-benar membantumu meraih PTN impian.

Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi