Bahasa Indonesia Makin Diminati Kampus Luar Negeri, Mesir hingga Australia Mulai Buka Peluang Belajar!

Bahasa Indonesia gak hanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Kini, bahasa nasional tersebut juga semakin menarik perhatian masyarakat internasional, termasuk mahasiswa di berbagai perguruan tinggi luar negeri. Perkembangan ini membuka peluang baru bagi bahasa Indonesia untuk dikenal lebih luas melalui dunia pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa minat perguruan tinggi luar negeri untuk membuka program studi (prodi) Bahasa Indonesia terus meningkat. Sejumlah negara yang disebut dalam pemberitaan detikEdu pada 31 Oktober 2026 antara lain Mesir, Arab Saudi, dan Australia. Selain itu, pembelajaran Bahasa Indonesia juga mulai menarik minat mahasiswa di Uzbekistan.

Salah satu perkembangan penting terjadi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, yang telah membuka program studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Sementara itu, di University of Tasmania, Australia, Bahasa Indonesia telah diajarkan kepada mahasiswa, meskipun pengajaran tersebut perlu dibedakan dari pembukaan program studi resmi.

Perkembangan ini menjadi kabar menarik bagi dunia pendidikan Indonesia. Sebab, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan budaya, memperluas kerja sama akademik, dan membangun hubungan antarnegara.

Lalu, bagaimana perkembangan Bahasa Indonesia di perguruan tinggi luar negeri? Mengapa bahasa nasional Indonesia mulai dipelajari oleh mahasiswa dari negara lain? Dan apa dampaknya bagi mahasiswa Indonesia yang tertarik pada bidang bahasa dan pendidikan?

Bahasa Indonesia Mulai Mendapat Perhatian di Dunia Internasional

Bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai bahasa nasional yang digunakan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa daerah. Selain menjadi alat komunikasi, Bahasa Indonesia juga digunakan dalam pendidikan, pemerintahan, media, serta berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.

Di luar negeri, pembelajaran Bahasa Indonesia dapat membantu mahasiswa memahami Indonesia dari sudut pandang yang lebih luas. Mereka gak hanya mempelajari kosakata dan tata bahasa, tetapi juga dapat mengenal budaya, sejarah, masyarakat, serta perkembangan negara Indonesia.

Ketertarikan tersebut dapat muncul dari berbagai kebutuhan. Ada mahasiswa yang mempelajari Bahasa Indonesia karena tertarik pada kebudayaan Indonesia. Ada pula yang ingin memahami hubungan Indonesia dengan negara asalnya, mempersiapkan karier yang berhubungan dengan Indonesia, atau mengembangkan kemampuan berkomunikasi untuk kepentingan akademik dan profesional.

Sebagai negara yang memiliki hubungan kerja sama dengan berbagai negara, Indonesia membutuhkan komunikasi yang baik dengan masyarakat internasional. Kemampuan berbahasa dapat membantu proses pertukaran informasi, kerja sama pendidikan, penelitian, hingga kegiatan diplomasi.

Karena itu, semakin luasnya pembelajaran Bahasa Indonesia di luar negeri dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan Indonesia melalui jalur pendidikan. Mahasiswa asing yang mempelajarinya berkesempatan mengenal Indonesia secara lebih mendalam, sementara perguruan tinggi dapat mengembangkan kerja sama akademik lintas negara.

Meski begitu, meningkatnya minat terhadap Bahasa Indonesia gak berarti seluruh kampus luar negeri akan langsung membuka program studi khusus. Ada berbagai bentuk pembelajaran yang dapat diselenggarakan, mulai dari kursus bahasa, mata kuliah pilihan, program pertukaran, hingga program studi resmi.

3 Negara yang Disebut Mulai Mengembangkan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Dalam pemberitaan detikEdu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut Mesir, Arab Saudi, dan Australia sebagai negara yang menunjukkan perkembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di lingkungan perguruan tinggi. Ketiganya menjadi contoh bagaimana bahasa nasional Indonesia mulai mendapat ruang dalam pendidikan internasional.

1. Mesir: Universitas Al-Azhar Resmi Membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia

Salah satu perkembangan penting terjadi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Kampus tersebut secara resmi menyetujui pembukaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah pada 2025. Program ini mulai berjalan pada tahun akademik 2025/2026.

Sebelum menjadi program studi resmi, pembelajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar telah berlangsung sejak 2016 melalui kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Pada awalnya, pembelajaran tersebut berbentuk kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diikuti dosen, mahasiswa, dan staf universitas.

Perkembangan berikutnya terjadi pada 2019, ketika Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah. Pada tahun akademik 2024/2025, tercatat 51 mahasiswa memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Angka tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia telah memiliki peminat sebelum program studi khusus dibuka.

Pembukaan program studi ini menjadi langkah penting dalam memperluas pengenalan Bahasa Indonesia di kawasan Timur Tengah. Mahasiswa yang mengambil program tersebut memiliki kesempatan untuk mempelajari bahasa Indonesia secara lebih terstruktur dalam lingkungan akademik.

Selain memperkenalkan bahasa, pembelajaran tersebut juga dapat menjadi pintu masuk untuk memahami budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini penting karena penguasaan bahasa akan lebih bermakna jika disertai pemahaman mengenai konteks sosial dan budaya tempat bahasa tersebut digunakan.

2. Australia: Bahasa Indonesia Diajarkan di University of Tasmania

Australia juga menjadi salah satu negara yang disebut Mendikdasmen dalam perkembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pengajaran Bahasa Indonesia telah berlangsung di University of Tasmania. Pemerintah Indonesia juga berupaya memperluas pembelajaran Bahasa Indonesia ke perguruan tinggi lain di Australia.

Pengajaran bahasa asing di perguruan tinggi dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya. Dalam konteks Bahasa Indonesia, mahasiswa berkesempatan mempelajari cara berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia sekaligus mengenal kebiasaan, nilai budaya, dan konteks sosial yang memengaruhi penggunaan bahasa.

Kemampuan tersebut dapat berguna bagi mahasiswa yang tertarik pada kajian Asia Tenggara, pendidikan bahasa, hubungan internasional, pariwisata, maupun pekerjaan yang membutuhkan komunikasi dengan mitra dari Indonesia.

Namun, penting untuk memahami bahwa pengajaran Bahasa Indonesia di University of Tasmania gak otomatis berarti universitas tersebut telah membuka program studi sarjana khusus Bahasa Indonesia. Keduanya merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang berbeda.

Pengajaran dapat berlangsung sebagai mata kuliah atau bagian dari program akademik yang lebih luas. Sementara itu, program studi resmi memiliki struktur kurikulum dan ketentuan akademik tersendiri. Karena itu, informasi mengenai bentuk pembelajaran yang tersedia perlu diperiksa melalui pengumuman resmi universitas.

3. Arab Saudi: Perluasan Minat Pembelajaran Bahasa Indonesia

Arab Saudi juga disebut oleh Mendikdasmen sebagai salah satu negara yang memiliki perkembangan program studi atau pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengajaran bahasa nasional Indonesia mulai mendapat perhatian di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, informasi yang tersedia dalam pemberitaan tersebut belum merinci nama universitas, struktur program, dan tahun pembukaan program studi di Arab Saudi. Karena itu, belum tepat untuk menyebut satu universitas tertentu sebagai kampus yang telah membuka prodi Bahasa Indonesia tanpa konfirmasi tambahan dari sumber resmi.

Secara umum, pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi luar negeri dapat mendukung komunikasi antara mahasiswa dari negara berbeda. Kemampuan berbahasa juga dapat membantu mereka memahami sumber informasi, mengikuti kegiatan akademik, dan membangun hubungan dengan masyarakat Indonesia.

Ke depannya, informasi yang lebih terperinci mengenai kampus dan bentuk program yang tersedia akan membantu calon mahasiswa maupun masyarakat memahami perkembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di negara tersebut.

Bagaimana dengan Uzbekistan?

Selain Mesir, Arab Saudi, dan Australia, Mendikdasmen juga mencontohkan perkembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di Uzbekistan. Menurut keterangannya, salah satu perguruan tinggi di negara tersebut telah mengajarkan Bahasa Indonesia kepada mahasiswa, meskipun belum berbentuk program studi khusus.

Contoh ini menunjukkan bahwa internasionalisasi bahasa gak selalu harus dimulai dengan pembukaan prodi resmi. Perguruan tinggi dapat memperkenalkan Bahasa Indonesia melalui mata kuliah, kursus, atau bentuk pembelajaran lain terlebih dahulu.

Jika minat mahasiswa berkembang dan dukungan akademik tersedia, pembelajaran bahasa dapat terus diperluas sesuai kebutuhan institusi. Namun, setiap kampus memiliki kebijakan dan tahapan pengembangan program yang berbeda.

Oleh karena itu, perkembangan di Uzbekistan perlu dipahami sebagai contoh pengajaran Bahasa Indonesia yang mulai menarik minat mahasiswa, bukan sebagai bukti bahwa program studi khusus telah dibuka di seluruh perguruan tinggi negara tersebut.

Apa Perbedaan Program Studi dan Pengajaran Bahasa Indonesia?

Ketika mendengar kabar bahwa kampus luar negeri mulai mengajarkan Bahasa Indonesia, sebagian orang mungkin langsung menganggap bahwa semua kampus tersebut memiliki jurusan Bahasa Indonesia. Padahal, ada perbedaan antara program studi resmi dan kegiatan pengajaran bahasa.

Program studi resmi merupakan program pendidikan dengan struktur akademik yang lebih terorganisasi. Program ini memiliki kurikulum, mata kuliah, capaian pembelajaran, serta ketentuan penyelesaian studi yang ditetapkan oleh perguruan tinggi sesuai aturan yang berlaku.

Mahasiswa yang mengambil program studi tersebut mengikuti rangkaian pembelajaran sesuai kurikulum yang ditetapkan. Programnya juga dapat memiliki persyaratan masuk dan ketentuan kelulusan tersendiri.

Sementara itu, pengajaran Bahasa Indonesia memiliki cakupan yang lebih luas. Kegiatan ini bisa berbentuk kursus, mata kuliah pilihan, program bahasa asing, atau bagian dari program studi lain. Mahasiswa dapat mempelajari Bahasa Indonesia tanpa harus terdaftar dalam program studi khusus.

Sebagai contoh, pembukaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar merupakan perkembangan yang berbeda dari pengajaran Bahasa Indonesia di University of Tasmania. Begitu pula dengan pengajaran di Uzbekistan yang disebut belum berbentuk prodi khusus.

Perbedaan ini penting agar informasi mengenai perkembangan Bahasa Indonesia di luar negeri gak disalahartikan. Dengan memahami bentuk program yang tersedia, masyarakat dapat melihat perkembangan internasionalisasi bahasa secara lebih akurat.

Bagaimana Pemerintah Indonesia Mendukung Pengajaran Bahasa Indonesia di Luar Negeri?

Perluasan pembelajaran Bahasa Indonesia di luar negeri membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Dalam keterangannya, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pengajaran Bahasa Indonesia di luar negeri selama ini didukung oleh tenaga pengajar yang dikirim dari Indonesia. Selain itu, terdapat pengajar dari negara setempat yang telah mendapatkan pelatihan untuk mengajarkan Bahasa Indonesia.

Dukungan tenaga pengajar menjadi salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pembelajaran bahasa. Pengajar tidak hanya perlu memahami Bahasa Indonesia, tetapi juga mampu menyampaikan materi sesuai tingkat kemampuan peserta didik dan tujuan pembelajaran.

Pengajar lokal yang mendapatkan pelatihan juga dapat membantu memperluas jangkauan pembelajaran. Selain memahami bahasa yang diajarkan, mereka dapat mengenal konteks bahasa dan kebutuhan belajar mahasiswa di negaranya.

Menurut Abdul Mu’ti, pelibatan pengajar dari negara setempat yang telah dilatih juga berpotensi menekan biaya penyelenggaraan pengajaran Bahasa Indonesia. Namun, tenaga pengajar untuk program studi resmi tetap perlu memenuhi persyaratan kompetensi dan sertifikasi yang sesuai.

Dukungan semacam ini menunjukkan bahwa perluasan pengajaran bahasa membutuhkan perencanaan, kerja sama, dan pengembangan tenaga pendidik. Pembukaan program di kampus luar negeri bukan sekadar menyediakan mata kuliah, tetapi juga memastikan pembelajaran dapat berlangsung dengan kualitas yang baik.

Mengapa Bahasa Indonesia Perlu Diperkenalkan ke Dunia Internasional?

Perluasan pembelajaran Bahasa Indonesia dapat memberikan manfaat dalam beberapa bidang, mulai dari pendidikan, kebudayaan, hingga hubungan internasional.

1. Memperkenalkan Budaya Indonesia

Bahasa memiliki hubungan erat dengan budaya masyarakat yang menggunakannya. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, mahasiswa asing dapat mengenal ungkapan, tradisi, karya sastra, dan kebiasaan komunikasi masyarakat Indonesia.

Pemahaman tersebut dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dalam komunikasi lintas budaya. Mahasiswa juga dapat mengenal keragaman masyarakat Indonesia yang memiliki banyak bahasa daerah, tradisi, dan latar belakang sosial.

Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia bukan hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga dapat menjadi sarana mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

2. Memperluas Kerja Sama Pendidikan

Program pembelajaran bahasa dapat membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan luar negeri. Kerja sama tersebut dapat berbentuk pertukaran mahasiswa, pengembangan kurikulum, pelatihan pengajar, penelitian, atau kegiatan akademik bersama.

Misalnya, perguruan tinggi di luar negeri dapat bekerja sama dengan kampus Indonesia untuk menyusun materi pembelajaran dan menyediakan kesempatan bagi mahasiswa mempraktikkan bahasa secara langsung.

Kerja sama semacam ini dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Mahasiswa asing memperoleh kesempatan mempelajari Bahasa Indonesia, sedangkan mahasiswa dan akademisi Indonesia dapat terlibat dalam kegiatan pendidikan lintas negara.

3. Mendukung Diplomasi Kebahasaan

Bahasa juga dapat menjadi bagian dari hubungan diplomatik antarnegara. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, masyarakat internasional memiliki kesempatan memahami Indonesia melalui sumber dan komunikasi yang menggunakan bahasa tersebut.

Kemampuan berbahasa dapat membantu mahasiswa asing mengikuti perkembangan Indonesia, memahami informasi dari sumber lokal, dan berinteraksi dengan masyarakat secara lebih langsung.

Upaya memperluas pembelajaran Bahasa Indonesia karena itu dapat menjadi bagian dari diplomasi kebahasaan, yaitu upaya memperkenalkan bahasa dan budaya melalui kerja sama serta kegiatan pendidikan.

4. Membuka Peluang Profesional

Kemampuan Bahasa Indonesia dapat menjadi keterampilan tambahan bagi mahasiswa asing yang ingin bekerja atau berkolaborasi dengan pihak Indonesia. Bidang yang mungkin berkaitan antara lain pendidikan, penerjemahan, penelitian, pariwisata, perdagangan, dan hubungan internasional.

Namun, penguasaan bahasa saja gak otomatis menjamin pekerjaan. Peluang profesional tetap dipengaruhi pendidikan, pengalaman, kemampuan lain, dan kebutuhan industri.

Meski demikian, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa yang dipelajari dapat menjadi nilai tambah, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan masyarakat atau organisasi Indonesia.

Peluang bagi Mahasiswa Indonesia yang Tertarik pada Bahasa

Perkembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di luar negeri juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menekuni bidang bahasa, sastra, pendidikan, atau hubungan internasional.

Ada beberapa bidang yang bisa dipertimbangkan sesuai minat dan kompetensi yang ingin dikembangkan.

Pertama, pendidikan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Bidang ini berfokus pada pengajaran Bahasa Indonesia kepada orang yang menggunakan bahasa lain sebagai bahasa pertama atau bahasa utama. Pengajarnya perlu memahami tata bahasa, metode pembelajaran, serta cara menyesuaikan materi dengan kemampuan peserta didik.

Kedua, penerjemahan dan interpretasi. Mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa asing dapat mengembangkan kompetensi menerjemahkan teks atau membantu komunikasi lisan antara pihak yang menggunakan bahasa berbeda. Bidang ini membutuhkan ketelitian, penguasaan konteks, dan kemampuan menyampaikan makna secara tepat.

Ketiga, penelitian bahasa dan budaya. Mahasiswa dapat mempelajari perkembangan bahasa, penggunaan bahasa dalam masyarakat, karya sastra, atau komunikasi lintas budaya. Penelitian tersebut dapat membantu menjelaskan bagaimana bahasa digunakan dan dipahami dalam konteks yang berbeda.

Keempat, kerja sama pendidikan dan internasional. Kemampuan bahasa dapat menjadi bekal untuk terlibat dalam program pertukaran mahasiswa, kerja sama kampus, atau kegiatan akademik lintas negara. Untuk menekuni bidang ini, mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan komunikasi, pengelolaan program, dan pemahaman budaya.

Bagi mahasiswa yang tertarik pada peluang tersebut, langkah awal yang bisa dilakukan adalah mempelajari Bahasa Indonesia secara mendalam, meningkatkan kemampuan bahasa asing, dan mencari pengalaman melalui kegiatan akademik atau organisasi yang relevan.

Jika ingin menjadi pengajar BIPA, calon pengajar juga perlu mencari informasi mengenai pelatihan, kompetensi, dan persyaratan yang berlaku. Penguasaan bahasa saja belum tentu cukup karena mengajar bahasa asing membutuhkan kemampuan pedagogis serta pemahaman terhadap kebutuhan peserta didik.

Apakah Perkembangan Ini Membuat Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional?

Meningkatnya minat perguruan tinggi luar negeri terhadap Bahasa Indonesia merupakan perkembangan positif. Namun, pembukaan beberapa program studi atau pengajaran bahasa belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Bahasa Indonesia telah digunakan secara luas di seluruh dunia.

Pengakuan dan penggunaan bahasa dalam lingkup internasional dipengaruhi banyak faktor, seperti jumlah pembelajar, penggunaan dalam pendidikan, kebutuhan komunikasi, dukungan institusi, serta pemanfaatannya dalam kegiatan akademik dan profesional.

Karena itu, perluasan pembelajaran di Mesir, Australia, Arab Saudi, dan Uzbekistan lebih tepat dipandang sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada masyarakat internasional. Setiap program dapat memberikan kontribusi, tetapi perkembangan bahasa secara global membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Pemerintah, perguruan tinggi, pengajar, dan masyarakat dapat berperan dalam memperluas kesempatan belajar Bahasa Indonesia. Selain itu, kualitas materi pembelajaran, ketersediaan tenaga pengajar, dan kerja sama akademik juga penting agar peminat Bahasa Indonesia dapat belajar dengan baik.

Kesimpulan

Minat perguruan tinggi luar negeri terhadap Bahasa Indonesia menunjukkan adanya peluang untuk memperluas pengenalan bahasa nasional Indonesia melalui dunia pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut Mesir, Arab Saudi, dan Australia dalam perkembangan tersebut, sementara pembelajaran Bahasa Indonesia di Uzbekistan juga mulai menarik perhatian mahasiswa.

Universitas Al-Azhar di Kairo telah membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia pada tahun akademik 2025/2026. Sementara itu, Bahasa Indonesia juga diajarkan di University of Tasmania dan mulai dipelajari di salah satu perguruan tinggi Uzbekistan, meskipun bentuk pembelajarannya berbeda dari program studi resmi.

Perkembangan ini gak hanya berkaitan dengan bahasa, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan budaya Indonesia, memperluas kerja sama pendidikan, dan mendukung hubungan antarnegara. Bagi mahasiswa Indonesia, bidang pendidikan bahasa, BIPA, penerjemahan, penelitian, serta kerja sama internasional dapat menjadi pilihan untuk dikembangkan sesuai minat dan kompetensi.

Pada akhirnya, semakin luasnya pembelajaran Bahasa Indonesia di luar negeri perlu didukung dengan pengajaran berkualitas, tenaga pendidik yang kompeten, dan kerja sama yang berkelanjutan. Dengan begitu, Bahasa Indonesia dapat semakin dikenal dan dipelajari oleh masyarakat internasional tanpa kehilangan konteks budaya yang menjadi bagian penting dari penggunaannya.

Sumber:
https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8732342/mendikdasmen-kampus-luar-negeri-mulai-buka-prodi-bahasa-indonesia

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi.