Tim Unhas Lolos PIMNAS 2026: Apa Itu PIMNAS dan Bagaimana Mahasiswa Bisa Mengikuti Kompetisi Ilmiah?

Punya ide penelitian, ingin membuat inovasi, atau tertarik mengembangkan proyek yang bermanfaat bagi masyarakat? Saat kuliah, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan ide tersebut melalui berbagai program dan kompetisi ilmiah. Salah satunya adalah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), ajang yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mempresentasikan karya mereka.

Pada 2026, Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan prestasi di bidang kreativitas dan inovasi mahasiswa. Sebanyak 34 tim Unhas berhasil lolos ke PIMNAS ke-39, menjadikannya salah satu perguruan tinggi dengan jumlah tim peserta terbanyak pada tahun tersebut.

Capaian ini juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa baru yang ingin mulai terlibat dalam kegiatan ilmiah. Namun, bagaimana sebenarnya PIMNAS bekerja? Apa hubungannya dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan bagaimana cara mengembangkan gagasan agar dapat mengikuti kompetisi serupa?

  1. Sebanyak 34 Tim Unhas Lolos PIMNAS 2026

Universitas Hasanuddin mengumumkan bahwa sebanyak 34 timnya berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 pada 15 Oktober 2026. Berdasarkan pengumuman resmi kampus, capaian tersebut menempatkan Unhas di peringkat kedua nasional berdasarkan jumlah tim yang lolos.

PIMNAS ke-39 dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

Direktur Kemahasiswaan Unhas menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil proses panjang yang dimulai sejak akhir 2025 melalui sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa. Dalam proses tersebut, Unhas mengusulkan 190 proposal PKM skema pendanaan dan 42 proposal skema insentif.

Dari pengajuan tersebut, sebanyak 50 tim memperoleh pendanaan dan delapan tim memperoleh insentif. Selanjutnya, 34 tim berhasil melaju ke PIMNAS ke-39.

Tim yang lolos berasal dari berbagai fakultas. Fakultas Farmasi menjadi penyumbang tim terbanyak dengan delapan tim, diikuti Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan enam tim serta Fakultas Kedokteran dengan empat tim.

Capaian tersebut menunjukkan keterlibatan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu dalam mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi. Prosesnya juga memperlihatkan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi ilmiah tidak hanya bergantung pada ide awal, tetapi melibatkan penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, evaluasi, dan persiapan presentasi.

  1. Apa Itu PIMNAS?

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau PIMNAS merupakan ajang nasional bagi mahasiswa untuk mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan karya yang dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa.

PIMNAS menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil kerja ilmiah, kreativitas, dan inovasi di hadapan peserta serta penilai dari berbagai perguruan tinggi.

Karya yang ditampilkan dapat berkaitan dengan beragam bidang, mulai dari penelitian sains dan sosial, penerapan teknologi, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan gagasan dan karya inovatif sesuai skema yang ditetapkan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan hasil akhir karyanya. Mereka juga perlu memahami masalah yang diangkat, menjelaskan metode atau proses pengembangan, menyampaikan hasil, dan menjawab pertanyaan mengenai karya tersebut.

Karena itu, PIMNAS dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan sejumlah keterampilan, seperti berpikir kritis, bekerja sama, menyusun argumen berdasarkan bukti, mengomunikasikan hasil kerja, dan menanggapi masukan secara akademis.

Meski demikian, PIMNAS bukan kompetisi yang dapat diikuti hanya dengan mendaftarkan ide secara langsung. Keikutsertaan tim mengikuti mekanisme dan ketentuan resmi yang ditetapkan dalam program PKM serta seleksi menuju PIMNAS.

  1. Apa Hubungan PIMNAS dengan Program Kreativitas Mahasiswa?

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program yang mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan dan menghasilkan karya melalui berbagai bidang kegiatan. Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

PKM dan PIMNAS memiliki hubungan yang erat, tetapi keduanya bukan kegiatan yang sama.

PKM merupakan program tempat mahasiswa mengembangkan gagasan dan melaksanakan kegiatan sesuai skema yang dipilih. Mahasiswa menyusun proposal, mengikuti proses seleksi, menjalankan kegiatan apabila memperoleh pendanaan, dan menyampaikan laporan serta luaran sesuai ketentuan.

Sementara itu, PIMNAS merupakan ajang nasional bagi tim yang berhasil melewati proses seleksi menuju kompetisi tersebut. Dengan demikian, tidak semua proposal PKM otomatis membawa timnya ke PIMNAS.

Dalam pelaksanaan PKM 2026, tahapan yang diumumkan secara resmi mencakup pengajuan proposal, penilaian, penetapan penerima pendanaan atau insentif sesuai skema, pelaksanaan kegiatan bagi tim yang memperoleh pendanaan, pelaporan kemajuan, evaluasi, dan penetapan peserta PIMNAS.

Penentuan peserta PIMNAS mempertimbangkan hasil penilaian sesuai ketentuan program. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membaca panduan PKM pada tahun pendaftaran yang diikuti karena skema, persyaratan, dan mekanismenya dapat berubah.

  1. Bidang Apa Saja yang Bisa Dikembangkan melalui PKM?

PKM menyediakan beberapa skema yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan gagasan sesuai tujuan dan karakteristik kegiatannya.

Dalam panduan PKM 2026, bidang yang ditawarkan mencakup beberapa skema berikut.

a. PKM Riset Eksakta (PKM-RE)

Skema ini ditujukan untuk kegiatan penelitian pada bidang yang berkaitan dengan ilmu eksakta. Mahasiswa dapat mengembangkan pertanyaan penelitian, merancang metode, mengumpulkan data, dan menganalisis hasil sesuai bidang kajiannya.

b. PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH)

Skema ini berfokus pada penelitian dalam bidang sosial dan humaniora. Topiknya dapat berkaitan dengan perilaku masyarakat, pendidikan, bahasa, budaya, atau fenomena sosial lainnya, sesuai ruang lingkup dan ketentuan panduan.

c. PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM)

Skema ini mendorong mahasiswa merancang kegiatan pengabdian untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi kelompok masyarakat sasaran. Kegiatan perlu disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi mitra, bukan sekadar berdasarkan asumsi tim.

d. PKM Penerapan IPTEK (PKM-PI)

Skema ini berfokus pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu menyelesaikan persoalan mitra produktif sesuai persyaratan program.

e. PKM Kewirausahaan (PKM-K)

Skema ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan kewirausahaan melalui produk atau layanan yang dirancang berdasarkan kebutuhan dan peluang yang relevan.

f. PKM Karsa Cipta (PKM-KC)

Skema ini berkaitan dengan pengembangan karya atau produk kreatif yang memiliki fungsi tertentu. Gagasan perlu dikembangkan melalui proses perancangan dan pembuatan sesuai tujuan yang ditetapkan.

g. PKM Karya Inovatif (PKM-KI)

Skema ini berorientasi pada pengembangan karya inovatif sesuai kriteria yang ditetapkan dalam panduan PKM.

Selain skema pendanaan tersebut, panduan PKM 2026 juga mencantumkan skema lain, seperti PKM Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK), PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI) dengan skema insentif, dan PKM Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT).

Daftar ini mengacu pada panduan PKM 2026. Mahasiswa perlu memeriksa panduan resmi terbaru untuk mengetahui skema yang dibuka, persyaratan peserta, dan ketentuan teknis pada tahun pengajuan.

Kesimpulan

Keberhasilan 34 tim Universitas Hasanuddin lolos ke PIMNAS ke-39 tahun 2026 memperlihatkan keterlibatan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu dalam kegiatan kreativitas dan inovasi nasional.

Bagi mahasiswa lain, PIMNAS dapat menjadi motivasi untuk mulai mengembangkan gagasan melalui Program Kreativitas Mahasiswa. Prosesnya membutuhkan lebih dari sekadar ide menarik: mahasiswa perlu memahami masalah, mempelajari referensi, menentukan pendekatan yang sesuai, menyusun proposal, melaksanakan kegiatan sesuai ketentuan, dan mengevaluasi hasilnya.

Mahasiswa baru dapat memulai persiapan dengan mengamati persoalan di sekitar, membiasakan diri membaca sumber ilmiah, berdiskusi dengan dosen, serta mengikuti informasi resmi kemahasiswaan.

Tidak semua gagasan harus langsung menjadi proyek besar. Dengan proses yang terarah dan kemauan untuk terus memperbaiki karya, pengalaman mengikuti kegiatan ilmiah dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan penelitian, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi akademik.

Sumber Resmi

  1. Universitas Hasanuddin — 34 Tim Unhas Lolos PIMNAS 39, Peringkat Kedua Nasional, 15 Oktober 2026: https://kemahasiswaan.unhas.ac.id/berita/481
  2. Simbelmawa Kemdiktisaintek — Panduan PKM 2026: https://simbelmawa.kemdiktisaintek.go.id/portal/unduh/panduan-pkm-2026/
  3. Simbelmawa Kemdiktisaintek — Tawaran Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026: https://simbelmawa.kemdiktisaintek.go.id/portal/tawaran-program-kreativitas-mahasiswa-pkm-tahun-2026/

Penulis:
Nayla Fadhlillah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti, S.Psi.