Jurusan Ilmu Perpustakaan di Era Digital, Masih Relevan?

Di era ketika informasi bisa ditemukan hanya lewat ponsel, jurusan Ilmu Perpustakaan mungkin terdengar kurang menarik bagi sebagian calon mahasiswa. Apalagi, sekarang sudah ada Google, perpustakaan digital, dan kecerdasan buatan (AI) yang bisa membantu mencari berbagai informasi dengan cepat.

Lalu, apakah jurusan Ilmu Perpustakaan masih relevan di tengah perkembangan teknologi tersebut?

Jawabannya, masih! Sebab, Ilmu Perpustakaan gak hanya mempelajari buku dan cara mengelola rak perpustakaan. Jurusan ini juga membahas pengelolaan informasi, kearsipan, teknologi informasi, hingga cara memastikan informasi bisa ditemukan dan digunakan dengan tepat.

Bahkan, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia sudah mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi.

Apa yang Dipelajari di Jurusan Ilmu Perpustakaan?

Secara umum, Ilmu Perpustakaan mempelajari cara mengumpulkan, mengorganisasi, menyimpan, melestarikan, dan menyediakan informasi agar mudah ditemukan serta dimanfaatkan oleh masyarakat.

Materi kuliahnya gak selalu berkaitan dengan buku cetak. Mahasiswa juga dapat mempelajari pengelolaan dokumen digital, sistem informasi, pengarsipan, dan layanan informasi berbasis teknologi.

Sebagai contoh, kurikulum Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia mencakup mata kuliah seperti Teknologi Pengelolaan Informasi, Metadata Informasi, Pengindeksan Subjek, dan Pangkalan Data untuk Lembaga Informasi.

Artinya, mahasiswa gak hanya belajar mengelola koleksi, tetapi juga memahami bagaimana informasi disusun dan ditemukan kembali secara sistematis.

Kenapa Ilmu Perpustakaan Masih Relevan di Era Digital?

1. Informasi Semakin Banyak, tetapi Gak Semuanya Akurat

Internet membuat siapa saja bisa memproduksi dan menyebarkan informasi. Sayangnya, informasi yang beredar gak selalu benar, relevan, atau dapat dipercaya.

Di sinilah kemampuan mengelola dan mengevaluasi informasi menjadi penting. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan mempelajari prinsip pengorganisasian informasi dan layanan informasi yang dapat mendukung kebutuhan pengguna.

Kemampuan tersebut juga relevan untuk membantu masyarakat mengembangkan literasi informasi, yaitu kemampuan mencari, menilai, dan menggunakan informasi secara tepat.

2. Perpustakaan Beralih ke Layanan Digital

Perpustakaan sekarang gak harus selalu berbentuk bangunan dengan rak-rak buku. Banyak lembaga menyediakan katalog daring, koleksi elektronik, repositori penelitian, dan layanan peminjaman digital.

Perubahan ini membutuhkan pengelolaan sistem informasi yang terstruktur agar koleksi digital mudah ditemukan, diakses, dan dipelihara.

Karena itu, pengetahuan tentang teknologi informasi menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa Ilmu Perpustakaan modern.

3. Pengelolaan Arsip Digital Semakin Dibutuhkan

Dokumen organisasi kini banyak disimpan dalam bentuk digital, mulai dari laporan, surat, hasil penelitian, hingga dokumen administrasi.

Namun, menyimpan dokumen saja gak cukup. Dokumen perlu dikelompokkan, diberi metadata, dijaga keasliannya, dan diatur aksesnya agar mudah ditemukan serta tetap dapat digunakan ketika dibutuhkan.

Ilmu Perpustakaan dan kearsipan memberikan dasar pengetahuan untuk mengelola informasi tersebut secara terstruktur.

4. AI Tetap Membutuhkan Pengelolaan Informasi yang Baik

AI memang bisa membantu merangkum dokumen dan menjawab pertanyaan. Namun, hasilnya tetap perlu diperiksa karena AI bisa menghasilkan informasi yang keliru atau tidak memiliki konteks yang memadai.

Kemampuan menilai sumber, memeriksa ketepatan informasi, dan memahami kebutuhan pengguna tetap penting.

Dengan bekal Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana informasi dikelola agar lebih mudah ditemukan, dinilai, dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Lulusan Ilmu Perpustakaan Bisa Kerja Apa?

Jangan langsung membayangkan lulusannya hanya bekerja sebagai penjaga perpustakaan. Bidang pekerjaan yang bisa dijajaki cukup beragam, tergantung kompetensi, pengalaman, dan persyaratan masing-masing posisi.

Berikut beberapa contohnya:

  • Pustakawan: Mengelola koleksi, membantu pengguna menemukan informasi, dan mengembangkan layanan perpustakaan.
  • Arsiparis: Mengelola arsip agar tertata, terjaga, dan dapat ditemukan kembali sesuai kebutuhan.
  • Pengelola perpustakaan digital: Mengelola koleksi elektronik, katalog, dan akses terhadap sumber informasi digital.
  • Document controller: Mengatur dokumen organisasi agar tersimpan secara sistematis dan sesuai prosedur.
  • Spesialis informasi: Membantu organisasi mengelola, menelusuri, dan menyajikan informasi sesuai kebutuhan.
  • Pengelola basis data informasi: Mendukung pengorganisasian dan pemeliharaan data agar dapat digunakan secara efektif.

Lulusan juga dapat menjajaki bidang penelitian, pengelolaan pengetahuan, atau layanan informasi sesuai kualifikasi yang dimiliki.

Meski begitu, gak semua posisi tersebut otomatis terbuka bagi setiap lulusan. Beberapa pekerjaan membutuhkan keterampilan tambahan, pengalaman khusus, atau persyaratan profesi tertentu.

Siapa yang Cocok Masuk Jurusan Ini?

Jurusan Ilmu Perpustakaan bisa dipertimbangkan oleh kamu yang tertarik pada pengelolaan informasi, teknologi, literasi, dokumentasi, atau kearsipan.

Kamu juga bisa mempertimbangkannya jika suka bekerja secara terstruktur, teliti, senang mencari informasi, dan tertarik membantu orang menemukan sumber yang dibutuhkan.

Namun, kamu gak harus menjadi kutu buku untuk kuliah di jurusan ini. Hal yang lebih penting adalah kemauan untuk mempelajari cara kerja informasi dan mengikuti perkembangan teknologi yang berkaitan dengan bidang tersebut.

Kalau tertarik pada sisi digitalnya, kamu juga bisa mulai mengembangkan keterampilan tambahan seperti pengelolaan basis data, literasi digital, analisis informasi, dan penggunaan perangkat pengelolaan dokumen.

Kesimpulan

Jurusan Ilmu Perpustakaan masih relevan di era digital karena kebutuhan terhadap pengelolaan informasi gak hilang hanya karena teknologi semakin canggih.

Justru, perkembangan internet dan AI membuat kemampuan menata, mengevaluasi, menjaga, dan menyediakan informasi semakin penting. Bidang ini juga menawarkan peluang karier di luar perpustakaan konvensional, termasuk pengelolaan arsip, dokumen, dan layanan informasi digital.

Buat kamu yang sedang mencari jurusan kuliah, jangan menilai Ilmu Perpustakaan hanya dari namanya. Coba pelajari kurikulum, keterampilan yang diajarkan, dan peluang kariernya di kampus tujuanmu.

Siapa tahu, jurusan yang awalnya jarang kamu lirik ternyata sesuai dengan minat dan rencana masa depanmu.

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi.