Apa Itu UX Designer? Mengenal Pekerjaan dan Jurusan yang Relevan

Pernah gak kamu menggunakan aplikasi, lalu merasa bingung karena tombolnya sulit ditemukan atau langkah-langkahnya terlalu panjang? Nah, hal-hal seperti ini ternyata menjadi perhatian seorang UX Designer, lho! Mereka bertugas merancang pengalaman pengguna agar sebuah aplikasi, website, atau produk digital lebih mudah dipahami dan nyaman digunakan.

Profesi UX Designer juga semakin relevan seiring berkembangnya layanan digital. Banyak perusahaan membutuhkan orang yang bisa memahami kebutuhan pengguna sekaligus membantu menciptakan produk yang praktis. Buat kamu yang tertarik dengan teknologi, desain, dan perilaku manusia, profesi ini bisa jadi salah satu pilihan karier yang menarik untuk dikenali.

Apa Itu UX Designer?

UX Designer adalah profesional yang merancang User Experience atau pengalaman pengguna ketika berinteraksi dengan suatu produk. Produk yang dimaksud bisa berupa aplikasi mobile, website, layanan perbankan digital, hingga sistem yang digunakan sehari-hari.

Tujuan UX Designer bukan sekadar membuat tampilan produk terlihat menarik, tetapi juga memastikan pengguna bisa menyelesaikan kebutuhannya dengan mudah. Misalnya, saat menggunakan aplikasi belanja, pengguna harus bisa mencari barang, memahami informasi produk, dan menyelesaikan pembayaran tanpa kebingungan.

Karena itu, UX Designer perlu memahami kebiasaan, kebutuhan, dan kendala pengguna sebelum menentukan rancangan produk.

Apa Saja Tugas UX Designer?

Pekerjaan UX Designer terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari mencari tahu kebutuhan pengguna hingga mengevaluasi rancangan produk. Berikut beberapa tugas yang biasa dilakukan.

1. Memahami Kebutuhan Pengguna

UX Designer mencari tahu siapa pengguna produk, apa yang mereka butuhkan, dan masalah apa yang sering mereka hadapi. Proses ini bisa dilakukan melalui wawancara, survei, observasi, atau analisis data pengguna.

2. Membuat Alur Penggunaan Produk

Setelah memahami masalah pengguna, UX Designer menyusun alur agar pengguna bisa mencapai tujuannya dengan lebih mudah. Contohnya, menyederhanakan proses pendaftaran akun atau membuat langkah pembayaran lebih jelas.

3. Membuat Wireframe dan Prototipe

UX Designer membuat gambaran awal mengenai struktur dan cara kerja produk. Gambaran ini bisa berupa wireframe, yaitu kerangka tata letak, atau prototype, yaitu rancangan interaktif yang dapat dicoba sebelum produk benar-benar dikembangkan.

4. Melakukan Pengujian Pengguna

Rancangan yang sudah dibuat perlu diuji untuk mengetahui apakah pengguna dapat memakainya dengan mudah. Hasil pengujian kemudian digunakan untuk menemukan bagian yang masih membingungkan dan perlu diperbaiki.

5. Berkolaborasi dengan Tim Lain

UX Designer biasanya bekerja bersama UI Designer, pengembang perangkat lunak, manajer produk, dan tim bisnis. Kolaborasi ini diperlukan agar rancangan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pengguna sekaligus memungkinkan untuk dikembangkan secara teknis.

Apa Perbedaan UX Designer dan UI Designer?

Keduanya sering dianggap sama karena sama-sama berhubungan dengan desain produk digital. Padahal, fokus pekerjaannya berbeda.

Aspek UX Designer UI Designer
Fokus utama Pengalaman dan kemudahan penggunaan Tampilan dan elemen visual
Hal yang diperhatikan Kebutuhan pengguna, alur, dan kendala Warna, tipografi, ikon, dan tata letak
Contoh pekerjaan Menyederhanakan alur pendaftaran Mendesain tampilan tombol pendaftaran
Tujuan Produk mudah digunakan Tampilan produk jelas dan konsisten

Meski begitu, keduanya saling berkaitan. Produk digital yang baik membutuhkan alur penggunaan yang mudah sekaligus tampilan yang membantu pengguna memahami setiap fitur.

Jurusan Kuliah yang Relevan untuk Menjadi UX Designer

Kalau kamu tertarik menekuni profesi ini, ada beberapa jurusan yang bisa dipertimbangkan. Kamu tidak harus berasal dari satu jurusan tertentu karena kebutuhan setiap perusahaan bisa berbeda.

1. Desain Komunikasi Visual (DKV)

DKV cocok untuk kamu yang tertarik pada desain visual, komunikasi, dan cara menyampaikan informasi melalui gambar. Bekal ini dapat membantu dalam merancang tampilan produk, memahami hierarki informasi, dan berkolaborasi dengan UI Designer.

2. Desain Produk

Jurusan Desain Produk mempelajari proses merancang produk berdasarkan kebutuhan pengguna, fungsi, dan kenyamanan. Walaupun banyak berhubungan dengan produk fisik, pendekatan desain yang berpusat pada pengguna juga relevan untuk UX.

3. Sistem Informasi

Sistem Informasi menggabungkan aspek teknologi, proses bisnis, dan kebutuhan pengguna. Lulusan jurusan ini bisa memiliki bekal untuk memahami bagaimana produk digital dikembangkan dan bagaimana teknologi mendukung kebutuhan penggunanya.

4. Teknik Informatika atau Ilmu Komputer

Jurusan ini memberikan dasar pemahaman tentang pemrograman, sistem, dan teknologi perangkat lunak. Bekal tersebut membantu UX Designer berkomunikasi dengan pengembang dan memahami batasan teknis suatu rancangan.

5. Psikologi

UX Designer perlu memahami bagaimana orang berpikir, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan suatu produk. Pengetahuan psikologi dapat membantu proses riset pengguna, memahami perilaku, serta mengevaluasi pengalaman pengguna.

6. Desain Interaksi atau bidang sejenis

Di sejumlah perguruan tinggi, terdapat program yang secara khusus membahas interaksi manusia dengan teknologi, desain interaksi, atau pengalaman pengguna. Bidang ini relevan karena mempelajari bagaimana produk digital dirancang agar mudah dipahami dan digunakan.

Catatan: nama program studi dan mata kuliahnya bisa berbeda di setiap kampus. Jadi, sebelum memilih jurusan, cek kurikulum dan mata kuliah yang ditawarkan, bukan hanya nama jurusannya.

Skill Apa yang Dibutuhkan UX Designer?

Selain latar belakang pendidikan, ada beberapa kemampuan yang penting untuk dikembangkan jika kamu ingin menekuni bidang UX.

  • Riset pengguna: kemampuan menggali kebutuhan dan memahami masalah pengguna.
  • Berpikir kritis: kemampuan menganalisis masalah dan menentukan solusi yang masuk akal.
  • Pemecahan masalah: kemampuan mencari cara agar produk lebih mudah digunakan.
  • Komunikasi: kemampuan menjelaskan alasan di balik keputusan desain kepada tim.
  • Prototyping: kemampuan membuat rancangan awal produk menggunakan perangkat desain.
  • Analisis dan evaluasi: kemampuan membaca hasil pengujian dan memperbaiki rancangan berdasarkan temuan.

Kamu juga bisa mulai mengenal perangkat seperti Figma untuk membuat wireframe dan prototipe. Namun, menguasai perangkat desain saja belum cukup. UX Designer tetap perlu memahami alasan di balik setiap keputusan yang dibuat.

Bagaimana Cara Mulai Belajar UX Designer?

Kamu gak harus menunggu sampai kuliah untuk mulai mengenal bidang ini. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sejak SMA.

  1. Amati aplikasi yang sering digunakan. Perhatikan bagian yang terasa mudah, membingungkan, atau membutuhkan terlalu banyak langkah.
  2. Pelajari dasar UX. Mulai dari riset pengguna, user journey, wireframe, dan pengujian kegunaan.
  3. Coba membuat rancangan sederhana. Misalnya, merancang ulang alur pemesanan makanan atau pendaftaran akun.
  4. Susun portofolio. Tampilkan masalah yang kamu temukan, proses mencari solusi, rancangan yang dibuat, dan alasan di balik keputusanmu.
  5. Minta masukan dari orang lain. Biarkan teman mencoba rancanganmu, lalu gunakan pendapat mereka untuk memperbaikinya.

Portofolio tidak harus berisi proyek dari perusahaan. Proyek latihan yang dibuat sendiri juga bisa menjadi sarana untuk menunjukkan proses berpikir dan kemampuan memecahkan masalah.

Berapa Prospek Kerja dan Gaji UX Designer?

UX Designer dapat bekerja di perusahaan teknologi, perbankan, e-commerce, perusahaan konsultan, hingga berbagai organisasi yang mengembangkan produk atau layanan digital.

Selain UX Designer, pengalaman di bidang ini juga bisa menjadi bekal untuk mengeksplorasi peran lain, seperti UX Researcher, Product Designer, atau UX Writer. Namun, tanggung jawab setiap posisi berbeda dan bergantung pada kebutuhan perusahaan.

Untuk gaji, nominalnya tidak bisa disamaratakan karena dipengaruhi pengalaman, lokasi kerja, industri, tanggung jawab, dan kemampuan kandidat. Jika kamu ingin mengetahui kisaran gaji terbaru di Indonesia, bandingkan lowongan kerja aktual dari beberapa perusahaan dan perhatikan persyaratan setiap posisi.

Apakah UX Designer Cocok untuk Kamu?

Profesi ini bisa menarik buat kamu yang suka mengamati masalah, memahami perilaku orang lain, mencari solusi, dan tertarik pada teknologi. Kamu juga tidak harus menjadi orang yang paling jago menggambar karena pekerjaan UX lebih menekankan pemahaman pengguna dan proses pemecahan masalah.

Kalau kamu sedang mencari jurusan kuliah yang relevan, pertimbangkan minat dan kemampuanmu terlebih dahulu. DKV, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Psikologi, dan bidang desain lainnya bisa menjadi titik awal yang berbeda untuk menuju karier UX.

Intinya, UX Designer bukan cuma membuat aplikasi terlihat bagus, tetapi membantu memastikan produk benar-benar mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi.