PTS Punya Lebih Banyak Program Studi daripada PTN, Ini Perbandingan Data 2025

Kamu mungkin sering mendengar kalau kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) jadi incaran banyak calon mahasiswa. Namun, tahukah kamu bahwa jumlah program studi di perguruan tinggi swasta (PTS) justru lebih banyak daripada PTN?

Berdasarkan data Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang diolah Dataloka.id, PTS mengelola 54,80% dari seluruh program studi di Indonesia. Sementara itu, PTN memiliki 23,93% program studi. Meski jumlah prodinya lebih sedikit, PTN menampung jumlah mahasiswa yang hampir menyamai PTS.

1. Perbandingan Jumlah Prodi dan Mahasiswa PTN–PTS

Pada 2025, Indonesia memiliki total 34.711 program studi dan 10.754.154 mahasiswa terdaftar di berbagai kelompok perguruan tinggi.

Berikut perbandingannya:

Kelompok Perguruan Tinggi Pangsa Program Studi Jumlah Mahasiswa Pangsa Mahasiswa
PTS 54,80% 4.833.473 44,95%
PTN 23,93% 4.408.472 40,99%
Perguruan Tinggi Agama (PTA) 18,45% 1.277.452 11,88%
Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) 2,81% 234.757 2,18%

Data tersebut menunjukkan bahwa PTS memiliki lebih dari separuh program studi di Indonesia. Namun, jumlah mahasiswa yang terdaftar di PTS hanya berbeda sekitar 425 ribu orang dibandingkan dengan PTN.

Perlu diketahui, PTA mencakup perguruan tinggi keagamaan negeri dan swasta, sedangkan PTK merupakan perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh kementerian atau lembaga pemerintah lainnya.

2. Kenapa Jumlah Prodi PTN dan PTS Bisa Berbeda?

Ada beberapa hal yang perlu dipahami saat membaca data tersebut.

Pertama, satu program studi bisa memiliki jumlah mahasiswa yang sangat berbeda dengan program studi lainnya. Jadi, banyaknya program studi tidak otomatis menunjukkan besarnya jumlah mahasiswa yang diterima.

Kedua, ukuran setiap perguruan tinggi juga berbeda. Ada kampus yang menampung puluhan ribu mahasiswa, sementara kampus lainnya memiliki jumlah mahasiswa yang jauh lebih sedikit.

Ketiga, PTS tersebar di banyak perguruan tinggi dengan pilihan program studi yang beragam. Sementara itu, sejumlah PTN besar memiliki mahasiswa dari berbagai daerah sehingga jumlah mahasiswa yang ditampung tetap tinggi meskipun pangsa program studinya lebih kecil.

Karena itu, data ini tidak bisa langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa PTN lebih unggul atau PTS lebih mudah dimasuki. Untuk mengetahui tingkat persaingan, kamu perlu melihat data peminat, daya tampung, dan jumlah mahasiswa pada masing-masing program studi.

3. Apa Artinya Buat Kamu yang Mau Kuliah?

Buat kamu yang sedang menentukan kampus tujuan, data ini bisa menjadi pengingat bahwa pilihan kuliah gak terbatas pada PTN saja.

PTS juga menawarkan banyak program studi yang bisa disesuaikan dengan minat dan rencana kariermu. Sebaliknya, memilih PTN juga tetap perlu mempertimbangkan kecocokan program studi, lokasi, biaya pendidikan, dan peluang penerimaan.

Sebelum menentukan pilihan, coba lakukan beberapa hal berikut:

  • Cari tahu program studi yang tersedia. Jangan hanya terpaku pada kampus populer.
  • Bandingkan kurikulum dan akreditasi. Pastikan program studi sesuai dengan minat dan tujuanmu.
  • Perhitungkan biaya kuliah. Cek UKT atau biaya pendidikan di PTN maupun PTS, termasuk peluang beasiswa.
  • Pelajari jalur masuk dan persaingannya. Periksa persyaratan, daya tampung, serta jumlah peminat jika datanya tersedia.

Dengan begitu, kamu bisa menentukan pilihan berdasarkan informasi yang lebih lengkap, bukan sekadar status negeri atau swasta.

Kesimpulan

Data pendidikan tinggi 2025 menunjukkan bahwa PTS mengelola 54,80% program studi di Indonesia dan menampung 44,95% mahasiswa. Sementara itu, PTN memiliki 23,93% program studi dengan pangsa mahasiswa mencapai 40,99%.

Perbedaan ini memperlihatkan bahwa jumlah program studi dan jumlah mahasiswa tidak selalu sebanding. Jadi, buat kamu yang sedang mempersiapkan kuliah, jangan membatasi pilihan hanya pada PTN atau PTS. Fokuslah mencari program studi dan kampus yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Sumber :
https://dataloka.id/humaniora/8400/perbandingan-prodi-mahasiswa-pts-ptn-2025/

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi.