Antisipasi Asap Karhutla, Kampus Bisa Terapkan Kuliah Online demi Keselamatan Mahasiswa!

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gak cuma berdampak pada lingkungan, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas pendidikan. Kabut asap yang menyebar di sejumlah wilayah berisiko mengganggu kesehatan, termasuk bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang harus beraktivitas di kampus.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengimbau perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah terdampak agar menyesuaikan kegiatan akademik dengan kondisi setempat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau perkuliahan daring.

1. Keselamatan Mahasiswa Jadi Prioritas

Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh sivitas akademika tanpa mengabaikan keberlangsungan pembelajaran.

Paparan kabut asap dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga gangguan tenggorokan. Karena itu, kampus di wilayah terdampak diimbau mengambil langkah yang sesuai dengan kondisi kualitas udara dan tingkat risiko di daerah masing-masing.

Selain menyesuaikan kegiatan akademik, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, mencukupi kebutuhan air putih, dan memanfaatkan penjernih udara jika tersedia.

2. Kampus Bisa Menyesuaikan Sistem Perkuliahan

Agar kegiatan belajar tetap berjalan, perguruan tinggi dapat menerapkan sejumlah penyesuaian, di antaranya:

  • Mengoptimalkan kuliah daring atau PJJ, terutama ketika kondisi lingkungan kurang aman untuk kegiatan tatap muka.
  • Menyesuaikan jadwal perkuliahan, sesuai situasi dan kondisi di wilayah terdampak.
  • Mengatur jam kerja dan operasional kampus, agar aktivitas akademik maupun administrasi tetap berlangsung dengan memperhatikan keselamatan.

Kebijakan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi. Artinya, imbauan ini bukan berarti semua kampus otomatis menerapkan kuliah online, melainkan kampus perlu mempertimbangkan kondisi di wilayahnya.

3. Perguruan Tinggi Ikut Membantu Penanganan Karhutla

Selain menjaga keselamatan mahasiswa dan tenaga pendidik, perguruan tinggi juga diharapkan berperan aktif membantu penanganan dampak karhutla.

Upaya ini bisa dilakukan melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sivitas akademika dapat berkontribusi melalui pengembangan pengetahuan, edukasi publik, serta kegiatan yang mendukung upaya mitigasi di wilayah terdampak.

Dengan begitu, kampus gak hanya menyesuaikan kegiatan belajar, tetapi juga bisa ikut berkontribusi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.

Apa Artinya Buat Mahasiswa?

Buat kamu yang sedang kuliah di wilayah terdampak asap karhutla, penting untuk terus memantau pengumuman resmi dari kampus. Jangan langsung berasumsi bahwa seluruh perkuliahan akan dialihkan ke sistem daring karena kebijakan setiap perguruan tinggi bisa berbeda.

Jika kampus menerapkan PJJ, pastikan kamu mengikuti informasi tentang jadwal kuliah, tugas, dan perubahan kegiatan akademik. Tetap perhatikan kondisi kesehatan dan ikuti arahan resmi dari kampus maupun pihak berwenang.

Kesimpulan

Kemdiktisaintek mengimbau PTN dan PTS di wilayah terdampak karhutla untuk mengambil langkah adaptif, termasuk mengoptimalkan kuliah daring dan menyesuaikan jadwal kegiatan akademik. Kebijakan ini bertujuan menjaga agar proses pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan sivitas akademika.

Jadi, buat mahasiswa, tetap update informasi dari kampus masing-masing dan utamakan keselamatan selama kondisi asap masih berdampak pada wilayah tempat tinggal atau tempat kuliah.

Sumber:
https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/nN9dmgeK-antisipasi-dampak-asap-karhutla-ptn-dan-pts-diimbau-terapkan-pjj

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi.