Jurusan Ilmu Perpustakaan Cuma Belajar Buku? Ternyata Juga Belajar Data dan Teknologi Digital

Mendengar nama Jurusan Ilmu Perpustakaan, sebagian orang mungkin langsung membayangkan pekerjaan menyusun buku di rak, mencatat peminjaman, atau menjaga ruang baca. Padahal, bidang ilmu ini tidak hanya membahas pengelolaan buku, tetapi juga bagaimana informasi dikumpulkan, diorganisasi, disimpan, ditemukan kembali, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Perkembangan teknologi membuat informasi tidak lagi terbatas pada koleksi cetak. Jurnal ilmiah, arsip elektronik, basis data, dokumen digital, hingga repositori penelitian menjadi bagian dari sumber informasi yang perlu dikelola secara sistematis. Di sinilah ilmu perpustakaan memiliki peran yang lebih luas daripada gambaran perpustakaan konvensional.

Lantas, apa saja yang dipelajari mahasiswa Ilmu Perpustakaan? Apakah harus gemar membaca buku untuk masuk jurusan ini, dan bagaimana peluang kerjanya di era digital?

Apa Itu Jurusan Ilmu Perpustakaan?

Ilmu Perpustakaan merupakan bidang studi yang mempelajari pengelolaan informasi dan sumber pengetahuan agar dapat diakses, ditemukan, serta digunakan secara efektif. Bidang ini mencakup pengorganisasian koleksi, layanan informasi, pengelolaan perpustakaan, hingga pemanfaatan teknologi informasi.

Dalam praktiknya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku. Perpustakaan juga menyediakan akses terhadap sumber informasi digital, membantu pengguna menemukan referensi yang sesuai, serta mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian.

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menjelaskan bahwa perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem baku untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Pengertian tersebut menunjukkan bahwa koleksi perpustakaan tidak hanya berbentuk buku fisik. Rekaman audiovisual, dokumen elektronik, dan berbagai sumber informasi lain juga dapat menjadi bagian dari koleksi yang dikelola.

Karena itu, mahasiswa Ilmu Perpustakaan mempelajari cara menghubungkan kebutuhan pengguna dengan sumber informasi yang tersedia. Mereka tidak sekadar mengetahui lokasi suatu buku, tetapi juga memahami bagaimana sistem informasi dirancang agar pengetahuan mudah ditemukan.

Apa Saja yang Dipelajari di Jurusan Ilmu Perpustakaan?

Mata kuliah Ilmu Perpustakaan dapat berbeda antarkampus, terutama karena sebagian program studi memiliki penekanan pada sains informasi, kearsipan, atau teknologi digital. Namun, terdapat sejumlah kelompok materi yang umum berkaitan dengan bidang ini.

  1. Klasifikasi dan Pengorganisasian Informasi

Salah satu materi dasar dalam Ilmu Perpustakaan adalah pengorganisasian informasi. Mahasiswa mempelajari bagaimana berbagai sumber pengetahuan dikelompokkan, diberi identitas, dan disusun agar mudah ditemukan kembali.

Dalam pengelolaan koleksi, perpustakaan menggunakan sistem klasifikasi untuk mengelompokkan bahan pustaka berdasarkan bidang ilmu. Salah satu sistem yang dikenal luas adalah Dewey Decimal Classification (DDC), yang membagi pengetahuan ke dalam kelompok subjek tertentu.

Selain klasifikasi, mahasiswa juga mempelajari katalogisasi dan metadata. Katalogisasi berkaitan dengan pembuatan deskripsi koleksi, sedangkan metadata merupakan informasi yang menjelaskan karakteristik suatu sumber, seperti judul, penulis, tahun terbit, subjek, dan format dokumen.

Sebagai contoh, sebuah buku tentang perubahan iklim perlu memiliki informasi yang jelas agar dapat ditemukan melalui katalog perpustakaan. Tanpa pengorganisasian yang baik, pengguna mungkin kesulitan menemukan sumber yang relevan meskipun koleksinya tersedia.

Keterampilan ini juga berlaku pada dokumen digital. Artikel ilmiah, laporan penelitian, dan koleksi elektronik tetap membutuhkan metadata agar dapat ditelusuri melalui sistem pencarian.

  1. Teknologi Informasi dan Perpustakaan Digital

Perkembangan teknologi membuat perpustakaan semakin bergantung pada sistem informasi. Karena itu, mahasiswa Ilmu Perpustakaan dapat mempelajari otomasi perpustakaan, basis data, pengelolaan koleksi elektronik, dan layanan informasi digital.

Otomasi perpustakaan merupakan penggunaan teknologi untuk mendukung pekerjaan seperti pengelolaan katalog, keanggotaan, peminjaman, pengembalian, dan pelaporan koleksi. Salah satu perangkat lunak yang digunakan di Indonesia adalah Senayan Library Management System (SLiMS).

Melalui sistem seperti SLiMS, data koleksi dapat dikelola secara terpusat dan ditampilkan dalam katalog daring. Pengguna dapat mencari informasi koleksi tanpa harus memeriksa rak secara langsung.

Selain otomasi, mahasiswa juga dapat mengenal konsep perpustakaan digital dan repositori institusi. Repositori institusi merupakan sistem yang digunakan perguruan tinggi atau lembaga untuk menyimpan dan menyediakan akses terhadap karya ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi, dan artikel penelitian.

Di lingkungan perguruan tinggi, sistem tersebut memiliki peran penting karena mendukung penyimpanan dan penyebaran hasil penelitian. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dapat mempelajari bagaimana koleksi digital dikelola agar tetap terstruktur, mudah dicari, dan dapat digunakan sesuai ketentuan akses.

Namun, mempelajari teknologi informasi dalam Ilmu Perpustakaan tidak berarti seluruh mahasiswa harus memiliki kemampuan pemrograman setara lulusan Informatika. Kedalaman materi teknis bergantung pada kurikulum masing-masing kampus.

  1. Manajemen Data dan Informasi

Informasi yang tersedia dalam jumlah besar membutuhkan sistem pengelolaan yang baik. Dalam Ilmu Perpustakaan, mahasiswa mempelajari bagaimana data dan informasi disusun agar dapat ditemukan, dipahami, dan dimanfaatkan oleh pengguna.

Materi ini berkaitan dengan pengelolaan basis data, struktur informasi, metadata, serta sistem temu kembali informasi atau information retrieval. Sistem temu kembali informasi memungkinkan pengguna mencari dokumen berdasarkan kata kunci, subjek, atau karakteristik tertentu.

Sebagai contoh, ketika mahasiswa mencari jurnal tentang kecerdasan buatan melalui katalog atau basis data akademik, sistem harus mampu menampilkan dokumen yang relevan. Kualitas hasil pencarian tidak hanya ditentukan oleh mesin pencari, tetapi juga oleh pengorganisasian dan deskripsi informasi yang digunakan.

Karena itu, mahasiswa Ilmu Perpustakaan perlu memahami hubungan antara kebutuhan pengguna, struktur data, dan cara kerja sistem pencarian. Kompetensi tersebut menjadi salah satu alasan bidang ini berkaitan dengan perkembangan informasi digital.

Meski demikian, pengelolaan informasi dalam Ilmu Perpustakaan tidak sama dengan analisis data tingkat lanjut yang menjadi fokus utama beberapa program studi seperti Statistika atau Sains Data. Keduanya dapat memiliki keterkaitan, tetapi tujuan dan kedalaman keilmuannya berbeda.

  1. Kearsipan dan Pengelolaan Dokumen

Ilmu Perpustakaan juga memiliki hubungan dengan bidang kearsipan dan pengelolaan dokumen. Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana dokumen disimpan, diklasifikasikan, dipelihara, dan ditemukan kembali ketika dibutuhkan.

Dalam sebuah organisasi, dokumen dapat berupa surat, laporan, catatan kegiatan, berkas administrasi, hingga arsip elektronik. Pengelolaan yang tidak terstruktur dapat menyulitkan pencarian dokumen dan meningkatkan risiko kehilangan informasi penting.

Namun, perpustakaan dan kearsipan merupakan bidang yang memiliki fokus berbeda. Perpustakaan umumnya mengelola sumber informasi untuk digunakan oleh pemustaka, sedangkan kearsipan berfokus pada rekaman kegiatan atau peristiwa yang memiliki nilai sebagai bukti dan sumber informasi.

Perbedaan tersebut juga tercermin dalam regulasi. Indonesia memiliki UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang mengatur kedua bidang secara terpisah.

Karena itu, mahasiswa yang tertarik pada pengelolaan dokumen perlu memeriksa kurikulum program studi. Tidak semua jurusan Ilmu Perpustakaan memiliki porsi pembelajaran kearsipan yang sama.

  1. Literasi Informasi dan Layanan Pengguna

Selain mengelola koleksi, perpustakaan memiliki tugas membantu pengguna memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, mahasiswa Ilmu Perpustakaan juga mempelajari layanan referensi, perilaku pencarian informasi, dan literasi informasi.

Literasi informasi merupakan kemampuan mengenali kebutuhan informasi, menemukan sumber yang relevan, mengevaluasi kualitasnya, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Sebagai contoh, ketika seorang mahasiswa mencari referensi untuk tugas akhir, pustakawan dapat membantu menentukan kata kunci pencarian, memilih basis data jurnal, dan memahami cara mengevaluasi kredibilitas sumber. Pekerjaan tersebut membutuhkan pemahaman terhadap sumber informasi dan kebutuhan pengguna.

Kemampuan literasi informasi semakin penting ketika masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi melalui internet dan media sosial. Banyaknya informasi yang tersedia tidak selalu berarti seluruh sumber memiliki kualitas yang sama.

Oleh karena itu, mahasiswa Ilmu Perpustakaan juga perlu memahami etika penggunaan informasi, hak cipta, dan cara membantu pengguna membedakan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dari informasi yang tidak jelas asal-usulnya.

Mengapa Ilmu Perpustakaan Berkaitan dengan Data dan Informasi Digital?

Hubungan Ilmu Perpustakaan dengan data digital berasal dari kebutuhan untuk mengelola informasi dalam berbagai format. Jika dahulu koleksi perpustakaan lebih banyak dikenal dalam bentuk cetak, kini lembaga informasi juga menangani dokumen elektronik, jurnal daring, arsip digital, dan berbagai jenis data bibliografis.

Dalam lingkungan digital, informasi harus memiliki struktur yang jelas agar dapat ditemukan melalui sistem pencarian. Metadata, klasifikasi, pengindeksan, dan pengelolaan basis data menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Sebagai contoh, sebuah universitas dapat memiliki ribuan skripsi dan tesis dalam repositori digital. Agar pengguna dapat menemukan penelitian berdasarkan penulis, tahun, fakultas, atau topik, setiap dokumen membutuhkan deskripsi dan pengorganisasian yang konsisten.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia juga mengembangkan layanan digital, termasuk Indonesia OneSearch, yang mengintegrasikan pencarian koleksi dari berbagai institusi. Layanan seperti ini menunjukkan bahwa pengelolaan informasi modern tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan, tetapi juga keterhubungan antarsistem.

Namun, penguasaan teknologi dalam bidang ini tetap diarahkan pada kebutuhan pengelolaan dan akses informasi. Karena itu, Ilmu Perpustakaan lebih tepat dipahami sebagai bidang yang menghubungkan manusia, informasi, dan teknologi, bukan sebagai jurusan pemrograman atau analisis data murni.

Lulusan Ilmu Perpustakaan Bisa Kerja Apa?

Lulusan Ilmu Perpustakaan memiliki peluang bekerja di berbagai lembaga yang membutuhkan pengelolaan informasi. Namun, setiap posisi dapat memiliki persyaratan tambahan sesuai kebutuhan organisasi.

Salah satu pekerjaan yang paling berkaitan adalah pustakawan. Profesi ini mencakup pengelolaan koleksi, pelayanan informasi, pengembangan sumber pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi perpustakaan.

Selain menjadi pustakawan, lulusan dapat mengembangkan karier sebagai pengelola perpustakaan digital atau digital collection specialist. Pekerjaan tersebut berkaitan dengan pengorganisasian koleksi elektronik, metadata, dan sistem akses informasi.

Lulusan juga dapat bekerja dalam bidang pengelolaan dokumen dan arsip, terutama apabila memiliki kompetensi kearsipan yang sesuai. Posisi seperti document controller atau pengelola rekod membutuhkan keterampilan penataan dokumen, pengendalian versi, dan penelusuran informasi.

Di lingkungan perguruan tinggi atau lembaga penelitian, lulusan dapat terlibat dalam pengelolaan repositori institusi dan layanan informasi akademik. Mereka membantu memastikan karya ilmiah tersimpan secara sistematis serta dapat ditemukan oleh pengguna.

Ada pula peluang pada bidang knowledge management atau manajemen pengetahuan. Bidang ini berkaitan dengan pengelolaan informasi dan pengalaman organisasi agar dapat digunakan kembali untuk mendukung pekerjaan serta pengambilan keputusan.

Meski demikian, pekerjaan seperti data analyst, pengembang perangkat lunak, atau spesialis keamanan informasi bukan jalur otomatis bagi seluruh lulusan Ilmu Perpustakaan. Posisi tersebut biasanya memerlukan keterampilan teknis tambahan yang lebih spesifik.

Kampus Apa Saja yang Memiliki Jurusan Ilmu Perpustakaan?

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia memiliki program studi yang berkaitan dengan Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi. Namun, nama program studi dan fakultas tempatnya berada dapat berbeda.

Universitas Indonesia, misalnya, memiliki Program Studi Ilmu Perpustakaan yang berada di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Program ini mempelajari pengelolaan informasi dan pengetahuan dalam berbagai bentuk.

Universitas Padjadjaran memiliki Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi yang berada di Fakultas Ilmu Komunikasi. Nama tersebut memperlihatkan penekanan pada keterkaitan antara perpustakaan dan perkembangan ilmu informasi.

Universitas Diponegoro juga memiliki Program Studi Ilmu Perpustakaan di Fakultas Ilmu Budaya. Sementara itu, Universitas Airlangga memiliki Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Perbedaan nama dan penempatan fakultas tidak selalu berarti bidang ilmunya sepenuhnya berbeda. Namun, setiap perguruan tinggi dapat memiliki fokus pembelajaran, pilihan mata kuliah, dan kompetensi lulusan yang tidak sama.

Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya membandingkan kurikulum, fasilitas pembelajaran, kegiatan praktik, serta profil lulusan sebelum menentukan pilihan. Nama jurusan saja belum cukup untuk menggambarkan seluruh pengalaman akademik yang akan diperoleh.

Kesimpulan

Jurusan Ilmu Perpustakaan tidak hanya mempelajari cara menyusun buku atau mengelola ruang baca. Bidang ini mencakup pengorganisasian pengetahuan, katalogisasi, metadata, perpustakaan digital, pengelolaan dokumen, hingga layanan informasi yang membantu masyarakat menemukan sumber yang relevan.

Perkembangan teknologi membuat kompetensi tersebut semakin berkaitan dengan pengelolaan informasi digital. Namun, Ilmu Perpustakaan tetap memiliki fokus yang berbeda dari Informatika dan Sains Data karena lebih menekankan bagaimana informasi dikelola, ditemukan, dan digunakan oleh manusia.

Bagi siswa SMA yang tertarik pada teknologi, informasi, penelitian, atau pengelolaan pengetahuan, Ilmu Perpustakaan merupakan pilihan jurusan yang patut dipahami lebih jauh. Di tengah banyaknya informasi yang tersedia, kemampuan mengelola dan menemukan pengetahuan yang tepat menjadi keahlian tersendiri. Itulah salah satu peran utama yang dipelajari dalam jurusan ini.

Penulis:
Nayla Fadhlillah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi