Magang Saat Kuliah: Apakah Semua Jurusan Punya Kesempatan yang Sama?
Buat Pejuang PTN 2027, memilih jurusan biasanya menjadi salah satu keputusan paling penting sebelum masuk perguruan tinggi. Kamu mungkin sudah membayangkan mata kuliah yang akan dipelajari, organisasi yang ingin diikuti, atau pekerjaan yang ingin ditekuni setelah lulus.
Namun, ada satu hal lain yang juga layak dipertimbangkan, yaitu kesempatan magang selama kuliah.
Magang bisa menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja, menerapkan ilmu dari perkuliahan, dan memahami kebutuhan industri secara langsung. Pengalaman ini juga dapat membantu mahasiswa mengenali keterampilan yang masih perlu dikembangkan sebelum memasuki dunia kerja.
Pertanyaannya, apakah semua jurusan memiliki kesempatan magang yang sama? Apakah mahasiswa wajib magang? Dan apakah mahasiswa hanya bisa magang di perusahaan yang bidangnya sesuai dengan jurusan?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Kesempatan magang dipengaruhi oleh kurikulum, kebijakan kampus, program yang tersedia, serta persyaratan dari tempat magang.
1. Apakah Magang Wajib untuk Semua Jurusan?
Tidak semua program studi memiliki ketentuan magang yang sama. Kewajiban magang bergantung pada jenjang pendidikan, kurikulum, dan peraturan yang berlaku.
Salah satu regulasi yang perlu diketahui adalah Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Magang Mahasiswa. Peraturan tersebut mengatur bahwa magang wajib dilakukan oleh mahasiswa program diploma satu, diploma dua, diploma tiga, dan sarjana terapan. Sementara itu, magang dapat dilakukan oleh mahasiswa pada program pendidikan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Artinya, mahasiswa tidak bisa langsung menganggap bahwa seluruh jurusan sarjana memiliki kewajiban magang yang identik.
Sebagai contoh, sebuah program studi dapat memasukkan magang sebagai mata kuliah wajib dalam kurikulumnya. Program studi lain mungkin menyediakan magang sebagai pilihan kegiatan akademik atau kesempatan pengembangan pengalaman di luar perkuliahan reguler.
Karena itu, sebelum memilih jurusan, kamu bisa memeriksa kurikulum yang tersedia di situs resmi kampus. Cari tahu apakah ada mata kuliah praktik kerja, kerja lapangan, atau magang, serta pada semester berapa kegiatan tersebut biasanya dilakukan.
Informasi ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana program studi menghubungkan pembelajaran di kelas dengan pengalaman praktik.
2. Apakah Kesempatan Magang Berbeda untuk Setiap Jurusan?
Ya, jenis kesempatan magang yang tersedia bisa berbeda karena setiap bidang ilmu memiliki kebutuhan kompetensi yang tidak sama.
Misalnya, mahasiswa Sistem Informasi dapat mencari pengalaman di bidang analisis bisnis, pengelolaan data, pengembangan sistem, atau manajemen produk digital. Mahasiswa Ilmu Komunikasi dapat menjajaki bidang hubungan masyarakat, media, komunikasi pemasaran, atau produksi konten.
Sementara itu, mahasiswa Teknik Sipil dapat memperoleh pengalaman yang berkaitan dengan proyek konstruksi, perencanaan, atau pengawasan pekerjaan sesuai kompetensi dan persyaratan tempat magang.
Perbedaan tersebut bukan berarti satu jurusan pasti memiliki kesempatan lebih banyak daripada jurusan lainnya. Lowongan yang tersedia dipengaruhi oleh kebutuhan organisasi, lokasi, periode perekrutan, kemampuan peserta, dan persyaratan masing-masing posisi.
Ada bidang yang membutuhkan keterampilan teknis tertentu, sementara bidang lain lebih menekankan kemampuan komunikasi, riset, administrasi, atau kreativitas.
Karena itu, saat membandingkan jurusan, jangan hanya bertanya apakah lulusannya mudah mendapatkan magang. Pertimbangkan juga keterampilan yang akan kamu pelajari dan jenis pekerjaan yang ingin kamu eksplorasi.
3. Apakah Mahasiswa Hanya Bisa Magang Sesuai Jurusan?
Tidak selalu. Beberapa posisi magang memang mensyaratkan jurusan tertentu, tetapi ada pula posisi yang terbuka untuk mahasiswa dari berbagai program studi.
Contohnya, perusahaan yang membuka posisi pengembangan perangkat lunak mungkin membutuhkan mahasiswa dengan kemampuan pemrograman. Sebaliknya, posisi administrasi, komunikasi, atau pengelolaan acara dapat memiliki persyaratan yang berbeda, tergantung tugasnya.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan: posisi yang terbuka untuk berbagai jurusan belum tentu otomatis cocok untuk setiap mahasiswa.
Kamu tetap perlu memeriksa deskripsi pekerjaan, keterampilan yang diminta, jenjang pendidikan, dan persyaratan lain dari penyelenggara magang.
Misalnya, mahasiswa dari jurusan nonteknis yang tertarik pada pemasaran digital dapat membangun keterampilan melalui proyek, organisasi, atau pelatihan yang relevan sebelum melamar posisi tertentu. Sebaliknya, mahasiswa yang ingin magang di bidang yang membutuhkan kompetensi khusus harus memastikan bahwa dirinya memenuhi persyaratan posisi tersebut.
Jika magang menjadi bagian dari kurikulum, mahasiswa juga perlu berkonsultasi dengan program studi untuk memastikan bahwa tempat dan aktivitas magang sesuai dengan ketentuan akademik.
Jadi, jurusan dapat memengaruhi pilihan yang tersedia, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pengalaman magang seseorang.
4. Kapan Mahasiswa Bisa Mulai Magang?
Tidak ada satu semester yang berlaku untuk semua mahasiswa. Waktu pelaksanaan magang mengikuti kurikulum program studi dan ketentuan program yang diikuti.
Pada program tertentu, magang dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan mata kuliah dasar atau memenuhi jumlah SKS tertentu. Ketentuan tersebut bertujuan agar mahasiswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup sebelum menjalani kegiatan praktik.
Di luar magang yang menjadi bagian kurikulum, terdapat pula program yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja selama masa studi. Persyaratan semester, durasi, dan proses seleksinya dapat berbeda-beda.
Sebelum mendaftar, mahasiswa sebaiknya memeriksa beberapa hal berikut:
- Persyaratan semester dan akademik. Pastikan kamu sudah memenuhi ketentuan yang ditetapkan penyelenggara.
- Jadwal kegiatan. Periksa apakah periode magang berbenturan dengan jadwal kuliah, ujian, atau kewajiban akademik lainnya.
- Persetujuan kampus. Jika magang akan diakui sebagai bagian dari kurikulum, tanyakan prosedur persetujuan kepada program studi.
- Durasi dan beban kerja. Pastikan kamu memahami waktu yang harus dialokasikan selama kegiatan berlangsung.
Jangan sampai mengejar pengalaman magang justru membuat kewajiban akademik terbengkalai. Keduanya perlu direncanakan agar dapat berjalan dengan baik.
5. Apakah Magang Bisa Dikonversi Menjadi SKS?
Dalam program tertentu, kegiatan magang dapat diakui sebagai bagian dari pembelajaran dan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Namun, mekanismenya tidak otomatis sama di seluruh perguruan tinggi.
Konversi SKS bergantung pada kurikulum, capaian pembelajaran, jenis kegiatan, serta persetujuan dan prosedur yang berlaku di kampus.
Misalnya, mahasiswa mengikuti magang yang berkaitan dengan kompetensi program studinya. Kampus dapat menilai kesesuaian kegiatan tersebut dengan mata kuliah atau capaian pembelajaran yang harus dipenuhi.
Namun, mahasiswa tetap perlu memastikan proses tersebut sebelum memulai kegiatan. Jangan berasumsi bahwa semua magang di perusahaan dapat langsung menggantikan mata kuliah tertentu.
Jika ingin mengikuti program magang di luar kurikulum, tanyakan kepada pihak program studi apakah kegiatan tersebut dapat diakui secara akademik dan dokumen apa saja yang harus disiapkan.
Dengan begitu, kamu dapat memahami manfaat magang dari dua sisi, yaitu pengalaman profesional dan kemungkinan pengakuan akademik.
6. Apakah Magang Selalu Dibayar?
Tidak semua program magang memberikan kompensasi dengan skema yang sama. Ada program yang menyediakan uang saku atau fasilitas tertentu, sedangkan program lain memiliki ketentuan berbeda sesuai kebijakan penyelenggara dan aturan yang berlaku.
Karena itu, mahasiswa perlu membaca informasi program secara menyeluruh sebelum mendaftar.
Periksa apakah terdapat uang saku, bantuan transportasi, fasilitas tempat tinggal, atau komponen biaya yang harus ditanggung sendiri. Jika informasi kompensasi tidak dijelaskan, tanyakan langsung kepada penyelenggara melalui kanal resmi.
Selain itu, jangan hanya melihat nominal kompensasi. Pertimbangkan juga deskripsi pekerjaan, pendampingan, durasi, lokasi, serta keterampilan yang berpotensi diperoleh.
Pengalaman magang yang baik seharusnya memiliki tujuan dan kegiatan yang jelas. Mahasiswa perlu memahami apa yang akan dikerjakan, siapa yang membimbing, serta bagaimana kegiatan tersebut mendukung pembelajaran atau pengembangan kompetensinya.
7. Bagaimana Cara Mencari Kesempatan Magang Saat Kuliah?
Mahasiswa dapat mencari kesempatan magang melalui beberapa jalur, tetapi setiap jalur memiliki ketentuan dan proses seleksi masing-masing.
Pertama, pantau informasi dari kampus. Program studi, fakultas, atau unit karier universitas terkadang membagikan informasi magang dari mitra industri dan lembaga lainnya.
Kedua, periksa situs resmi perusahaan atau instansi. Beberapa organisasi mengumumkan lowongan melalui halaman karier atau kanal resmi mereka. Baca persyaratan dan tanggung jawab posisi sebelum mengirimkan lamaran.
Ketiga, siapkan portofolio sesuai bidang. Portofolio dapat berisi proyek perkuliahan, hasil karya, penelitian, atau pengalaman organisasi yang relevan. Tidak semua posisi mewajibkan portofolio, tetapi dokumen ini dapat membantu menunjukkan kemampuan yang kamu miliki.
Keempat, perhatikan keamanan proses pendaftaran. Pastikan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Waspadai pihak yang meminta pembayaran tidak jelas atau menjanjikan kelulusan seleksi dengan imbalan tertentu.
Kelima, sesuaikan magang dengan rencana akademik. Jika kegiatan tersebut berpotensi berbenturan dengan kuliah atau menjadi bagian dari kurikulum, diskusikan rencananya dengan pihak kampus terlebih dahulu.
Khusus program magang yang dikelola pemerintah, pastikan kamu membaca pengumuman resmi dan persyaratan program pada periode pendaftaran yang berlaku. Jangan menganggap program yang pernah dibuka pada tahun sebelumnya pasti tersedia dengan skema yang sama pada tahun berikutnya.
8. Apa yang Perlu Dipertimbangkan Pejuang PTN 2027 Saat Memilih Jurusan?
Buat kamu yang masih duduk di bangku SMA, informasi tentang magang bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan ketika memilih program studi. Namun, jangan menjadikan ketersediaan magang sebagai satu-satunya ukuran untuk menentukan jurusan.
Coba pertimbangkan tiga hal berikut.
Minat dan jenis pekerjaan yang ingin dieksplorasi. Pikirkan bidang yang ingin kamu pelajari, lalu cari tahu keterampilan apa yang dibutuhkan di bidang tersebut.
Kurikulum dan pengalaman praktik. Periksa apakah program studi menyediakan magang, kerja lapangan, proyek industri, atau kegiatan lain yang mendukung pembelajaran praktis.
Dukungan dan jaringan kampus. Cari informasi mengenai kerja sama dengan industri, layanan karier, kegiatan alumni, dan program pengembangan mahasiswa. Informasi ini bisa memberikan gambaran tentang dukungan yang tersedia, meskipun tidak menjamin setiap mahasiswa memperoleh kesempatan magang.
Ingat, nama besar kampus atau jurusan tidak otomatis menentukan kualitas pengalaman magang seseorang. Inisiatif mahasiswa, kesiapan keterampilan, relevansi pengalaman, dan kebutuhan penyelenggara juga berperan.
Kesimpulan
Kesempatan magang tidak selalu sama untuk setiap jurusan. Jenis pekerjaan, persyaratan, waktu pelaksanaan, hingga kemungkinan konversi SKS dapat berbeda berdasarkan kurikulum dan kebijakan penyelenggara.
Buat Pejuang PTN 2027, memahami hal ini bisa membantu kamu memilih jurusan dengan pertimbangan yang lebih luas. Jangan hanya melihat nama program studi atau prospek kerja secara umum. Pelajari juga kurikulum, pengalaman praktik yang ditawarkan, dan keterampilan yang akan kamu kembangkan selama kuliah.
Pada akhirnya, magang bukan sekadar kegiatan untuk menambah pengalaman di CV. Jika direncanakan dengan baik, magang dapat menjadi kesempatan untuk menguji pengetahuan, mengenali minat profesional, dan memahami dunia kerja sebelum lulus.
Sumber Referensi
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 63 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Magang Mahasiswa: https://peraturan.bpk.go.id/Details/305866/permendikbudriset-no-63-tahun-2024
- Informasi penyelenggaraan magang mahasiswa dari LLDIKTI Wilayah VIII: https://lldikti8.kemdiktisaintek.go.id/informasi-permendikbudristek-nomor-63-tahun-2024-tentang-penyelenggaraan-magang-mahasiswa/
- Informasi program dan kegiatan mahasiswa Universitas Negeri Malang: https://kampusmerdeka.um.ac.id/
Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi