Kenapa Ada PTN yang Punya Sekolah Vokasi, tapi Ada yang Tidak?
Kalau melihat daftar fakultas di beberapa PTN, kamu mungkin menemukan Sekolah Vokasi di Universitas Gadjah Mada (UGM) atau Universitas Diponegoro (Undip). Namun, ketika membuka daftar fakultas di universitas lain, nama Sekolah Vokasi belum tentu ada.
Apakah itu berarti kampus yang tidak mempunyai Sekolah Vokasi hanya menyediakan pendidikan S1? Belum tentu. Keberadaan Sekolah Vokasi berkaitan dengan jenis pendidikan yang diselenggarakan sekaligus cara perguruan tinggi mengatur program-program vokasinya.
Sekolah Vokasi Berbeda dengan Fakultas Akademik
Pendidikan vokasi lebih diarahkan pada penguasaan keahlian terapan. Program yang umum ditemui antara lain Diploma III (D3) dan Diploma IV atau Sarjana Terapan (D4), meskipun pendidikan vokasi juga dapat berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi.
Karakter pembelajarannya lebih menekankan penerapan keilmuan dan keterampilan yang berhubungan dengan bidang kerja. Karena itu, praktikum, proyek, kegiatan di laboratorium, hingga pengalaman dengan industri biasanya menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Sementara program sarjana akademik lebih banyak mengembangkan penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Keduanya sama-sama pendidikan tinggi, tetapi mempunyai orientasi pembelajaran yang berbeda.
Kenapa Ada Universitas yang Membentuk Sekolah Vokasi?
Salah satu alasannya adalah untuk mengelola berbagai program vokasi dalam satu unit khusus. Hal ini bisa terjadi ketika sebuah universitas mempunyai cukup banyak program diploma atau sarjana terapan sehingga pengelolaannya dipisahkan dari fakultas akademik.
Undip, misalnya, sebelumnya mengelola program Diploma melalui fakultas masing-masing. Pada 2016, program-program tersebut kemudian dikumpulkan dalam satu unit bernama Sekolah Vokasi agar penyelenggaraan pendidikan terapan lebih terarah.
UGM juga mempunyai perjalanan serupa. Program diploma yang sebelumnya berada di berbagai fakultas kemudian ditata dalam Sekolah Vokasi. Saat ini, Sekolah Vokasi UGM menyelenggarakan pendidikan Sarjana Terapan dan memiliki berbagai bidang mulai dari teknologi, kesehatan, bisnis, hingga bahasa dan budaya.
Tidak Punya Sekolah Vokasi Bukan Berarti Kampusnya Kurang Lengkap
Setiap PTN mempunyai sejarah, fokus keilmuan, struktur organisasi, dan strategi pengembangan yang berbeda. Karena itu, tidak ada keharusan bahwa seluruh universitas harus mempunyai unit bernama “Sekolah Vokasi”.
Sebuah universitas bisa lebih banyak berfokus pada pendidikan akademik. Perguruan tinggi lain dapat mengembangkan pendidikan vokasi secara khusus, sementara pendidikan vokasi juga dapat diselenggarakan oleh institusi seperti politeknik.
Jadi, keberadaan Sekolah Vokasi bukan ukuran apakah sebuah PTN lebih baik atau lebih lengkap dibandingkan PTN lainnya. Hal tersebut lebih menunjukkan bagaimana universitas menyusun dan mengelola pendidikan yang diselenggarakannya.
Sekolah Vokasi dan Politeknik Sama atau Beda?
Sekolah Vokasi berada di dalam sebuah universitas. Mahasiswanya menjadi bagian dari universitas tersebut, hanya saja program pendidikannya berorientasi pada pendidikan terapan.
Sementara politeknik merupakan bentuk perguruan tinggi yang memang berfokus menyelenggarakan pendidikan vokasi. Politeknik dapat mempunyai berbagai program Diploma dan Sarjana Terapan sesuai bidang yang dikembangkan.
Karena itu, siswa yang ingin mengambil D4 tidak harus mencari universitas yang mempunyai Sekolah Vokasi. Banyak politeknik negeri juga menawarkan program Sarjana Terapan dengan pilihan bidang yang beragam.
Kalau Mau Kuliah Vokasi, Apa yang Harus Dilihat?
Daripada hanya mencari apakah sebuah PTN mempunyai Sekolah Vokasi, lebih penting melihat program studi yang tersedia. Periksa jenjangnya, kurikulum, fasilitas praktik, kerja sama industri, kegiatan magang, hingga kompetensi yang akan diperoleh setelah lulus.
Nama unitnya juga bisa berbeda antarperguruan tinggi. Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya mencari langsung program D3 atau D4 yang diminati, kemudian membandingkan karakter pembelajarannya.
Dengan cara tersebut, pilihan kampus tidak hanya didasarkan pada nama “Sekolah Vokasi”, tetapi pada program pendidikan yang benar-benar sesuai dengan rencana kuliah dan karier.
Kesimpulan
Tidak semua PTN mempunyai Sekolah Vokasi karena setiap perguruan tinggi mempunyai struktur dan fokus pendidikan yang berbeda. Ada universitas yang mengumpulkan program-program terapan dalam Sekolah Vokasi, sementara pendidikan vokasi juga dapat diselenggarakan melalui bentuk perguruan tinggi lain seperti politeknik.
Jadi, tidak adanya Sekolah Vokasi bukan berarti sebuah PTN lebih rendah atau tidak lengkap. Begitu pula sebaliknya, mempunyai Sekolah Vokasi tidak otomatis membuat suatu universitas lebih unggul.
Kalau tertarik dengan pendidikan yang lebih berorientasi pada penerapan dan keterampilan kerja, fokuslah pada program D3 atau D4 yang tersedia. Sebab yang perlu dipilih bukan sekadar nama sekolah atau fakultasnya, tetapi program studi dan model pembelajaran yang paling sesuai dengan tujuanmu.
Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi