Kuliah di Kampus Utama vs Kampus Cabang, Apakah Ijazahnya Sama?

Satu universitas tidak selalu beroperasi hanya di satu lokasi. Beberapa perguruan tinggi memiliki kampus di kota atau daerah lain, sehingga mahasiswa bisa kuliah jauh dari kampus utamanya.

Hal ini sering menimbulkan pertanyaan: kalau kuliah di kampus cabang, apakah ijazah yang diterima sama dengan mahasiswa di kampus utama?

Jawabannya bergantung pada status kampus dan program studi yang diikuti.

Kampus Cabang Bisa Menjadi Bagian dari Universitas yang Sama

Istilah “kampus cabang” sering digunakan secara umum untuk menyebut kampus yang berada di luar lokasi utama universitas. Dalam sistem pendidikan tinggi, bentuk penyelenggaraannya bisa berbeda-beda.

Ada perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi di luar kampus utama melalui skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Program seperti ini tetap berada di bawah perguruan tinggi yang menyelenggarakannya, meskipun kegiatan perkuliahannya berlangsung di lokasi berbeda.

Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya melihat nama universitas. Periksa juga status program studi dan lokasi penyelenggaraannya melalui informasi resmi kampus dan PDDikti.

Apakah Ijazahnya Sama?

Jika program di luar kampus utama memang resmi diselenggarakan oleh perguruan tinggi tersebut, mahasiswa tetap merupakan mahasiswa dari perguruan tinggi penyelenggara. Ijazah diterbitkan berdasarkan perguruan tinggi dan program pendidikan yang ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa seluruh informasi pada dokumen kelulusan pasti identik. Detail mengenai program studi, lokasi penyelenggaraan, hingga format dokumen akademik dapat mengikuti ketentuan perguruan tinggi dan regulasi yang berlaku.

Hal terpenting adalah memastikan bahwa program tersebut tercatat secara resmi dan mahasiswa terdaftar pada sistem pendidikan tinggi.

Kampus Utama dan Kampus di Daerah Bisa Punya Pengalaman Kuliah Berbeda

Berada dalam satu universitas juga tidak berarti pengalaman kuliahnya pasti sama. Kampus utama biasanya mempunyai ekosistem yang lebih besar karena menjadi pusat berbagai fakultas, organisasi, fasilitas, dan kegiatan universitas.

Sementara kampus di daerah dapat mempunyai jumlah program studi dan mahasiswa yang lebih sedikit. Fasilitas, organisasi mahasiswa, kegiatan akademik, hingga lingkungan perkuliahannya juga bisa berbeda karena menyesuaikan lokasi dan kebutuhan program.

Perbedaan tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa salah satunya lebih buruk. Namun, calon mahasiswa perlu mempertimbangkannya karena lokasi belajar akan menjadi lingkungan yang dijalani selama beberapa tahun.

Akreditasi Program Studinya Juga Perlu Dicek

Jangan berasumsi bahwa program studi dengan nama sama otomatis mempunyai kondisi yang sama hanya karena berada di bawah satu universitas. Calon mahasiswa tetap perlu memeriksa data program studi yang benar-benar akan dipilih.

Cek status program, akreditasi, kurikulum, fasilitas, dosen, serta lokasi perkuliahannya. Informasi ini penting terutama ketika sebuah universitas mempunyai program dengan nama serupa di beberapa lokasi.

Dengan begitu, calon mahasiswa tidak memilih hanya berdasarkan nama besar kampus utama, sementara informasi mengenai program yang sebenarnya akan dijalani justru tidak diperiksa.

Jangan Samakan Semua yang Disebut “Kampus Cabang”

Istilah kampus cabang juga perlu digunakan dengan hati-hati. Tidak semua institusi yang berada di daerah lain otomatis merupakan cabang resmi dari sebuah universitas.

Ada program kerja sama, kelas tertentu, hingga institusi berbeda yang mungkin mempunyai hubungan dengan perguruan tinggi lain. Status seperti ini bisa mempunyai sistem akademik dan penerbit ijazah yang berbeda.

Sebelum mendaftar, pastikan nama perguruan tinggi, program studi, lokasi penyelenggaraan, dan status mahasiswanya jelas. Informasi tersebut dapat diperiksa melalui laman resmi perguruan tinggi serta PDDikti.

Kesimpulan

Kuliah di luar kampus utama tidak otomatis membuat ijazah menjadi “lebih rendah”. Jika program tersebut resmi menjadi bagian dari perguruan tinggi penyelenggara, mahasiswa tetap mengikuti pendidikan yang berada dalam sistem universitas tersebut.

Namun, nama universitas yang sama bukan alasan untuk berhenti mengecek. Program studi, akreditasi, fasilitas, lokasi belajar, dan bentuk penyelenggaraannya tetap perlu diperhatikan.

Jadi, ketika menemukan pilihan kampus utama dan kampus di daerah, jangan hanya bertanya apakah ijazahnya sama. Pertanyaan yang lebih penting adalah: program apa yang sebenarnya akan kamu ikuti, bagaimana status resminya, dan seperti apa kualitas pembelajaran di lokasi tersebut?

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi