Lulus 3,5 Tahun vs 4 Tahun, Apakah Berpengaruh Saat Cari Kerja?
Bisa lulus kuliah dalam 3,5 tahun sering dianggap sebagai pencapaian. Selain lebih cepat mendapatkan gelar, mahasiswa juga bisa masuk ke dunia kerja lebih awal dibandingkan teman seangkatannya yang menyelesaikan kuliah dalam empat tahun.
Namun, apakah perusahaan benar-benar lebih tertarik pada pelamar yang lulus 3,5 tahun?
Jawabannya tidak sesederhana siapa yang paling cepat wisuda. Durasi kuliah memang bisa menjadi nilai tambah, tetapi saat mencari kerja ada banyak hal lain yang ikut dinilai.
Lulus 3,5 Tahun Memang Punya Keuntungan
Keuntungan paling jelas adalah waktu. Mahasiswa yang lulus satu semester lebih awal bisa mulai mencari pekerjaan, mengikuti program management trainee, mendaftar CPNS jika tersedia, atau melanjutkan pendidikan lebih cepat.
Lulus 3,5 tahun juga dapat menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menyelesaikan beban akademiknya dengan baik dalam waktu relatif singkat. Apalagi jika kelulusan tersebut disertai IPK yang baik dan kegiatan lain selama kuliah.
Namun, durasi studi bukan satu-satunya ukuran kemampuan seseorang. Cepat lulus akan lebih berarti jika mahasiswa tetap mempunyai kompetensi dan pengalaman yang relevan.
Perusahaan Tidak Hanya Melihat Berapa Lama Kamu Kuliah
Dalam proses rekrutmen, perusahaan biasanya mempunyai persyaratan yang jauh lebih spesifik daripada sekadar durasi kuliah. Ada posisi yang mempertimbangkan jurusan dan IPK, tetapi ada juga yang lebih menekankan kemampuan teknis, pengalaman magang, kemampuan komunikasi, portofolio, hingga penguasaan perangkat tertentu.
Karena itu, dua fresh graduate dari jurusan yang sama bisa mempunyai peluang berbeda meskipun salah satunya lulus lebih cepat. Mahasiswa yang lulus empat tahun tetapi mempunyai pengalaman magang dan portofolio relevan bisa saja lebih cocok untuk sebuah posisi dibandingkan lulusan 3,5 tahun yang belum mempunyai pengalaman serupa.
Begitu juga sebaliknya. Lulusan 3,5 tahun yang selama kuliah tetap aktif membangun pengalaman tentu mempunyai posisi yang kuat ketika memasuki proses rekrutmen.
Lulus 4 Tahun Bukan Berarti Terlambat
Untuk program sarjana, menyelesaikan kuliah dalam empat tahun merupakan waktu studi yang normal. Karena itu, mahasiswa tidak perlu merasa tertinggal hanya karena teman seangkatannya sudah wisuda satu semester lebih dahulu.
Tambahan waktu selama kuliah juga bisa digunakan untuk kegiatan yang memberikan pengalaman. Mahasiswa mungkin mengikuti magang, menjadi asisten penelitian, mengerjakan proyek, mengikuti kompetisi, menjalankan organisasi, atau membangun portofolio sesuai bidang yang ingin dimasuki.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya berapa lama berada di kampus, tetapi apa yang berhasil dibangun selama periode tersebut.
Jangan Mempercepat Kuliah dengan Mengorbankan Pengalaman
Mengejar kelulusan 3,5 tahun membutuhkan perencanaan akademik yang cukup matang. Mahasiswa harus memastikan mata kuliah wajib selesai, jumlah SKS terpenuhi, dan tugas akhir dapat diselesaikan sesuai target.
Masalah muncul ketika target cepat lulus justru membuat mahasiswa menghindari kesempatan yang sebenarnya berguna. Misalnya, tidak mengambil magang karena takut mengganggu jadwal kuliah atau tidak mencoba proyek tertentu karena ingin fokus mengejar SKS.
Kalau bisa lulus cepat sekaligus mempunyai pengalaman yang kuat, tentu bagus. Tetapi jika harus memilih, keputusan sebaiknya mempertimbangkan tujuan setelah kuliah, bukan sekadar mengejar label “lulus 3,5 tahun”.
Yang Lebih Penting: Apa yang Kamu Bawa Setelah Lulus?
Ketika memasuki dunia kerja, perusahaan perlu mengetahui apakah kandidat mampu mengerjakan pekerjaan yang dibutuhkan. Di sinilah pengalaman, kemampuan, dan bukti hasil kerja menjadi penting.
Mahasiswa desain dapat menunjukkan portofolio. Mahasiswa teknologi bisa mempunyai proyek atau pengalaman mengembangkan aplikasi. Mahasiswa komunikasi dapat menunjukkan karya kampanye atau konten, sedangkan mahasiswa bidang bisnis dapat membawa pengalaman magang, riset pasar, atau proyek organisasi yang relevan.
Artinya, masa kuliah sebaiknya tidak hanya dihitung dari seberapa cepat selesai. Empat tahun kuliah yang menghasilkan kemampuan dan pengalaman kuat tetap dapat menjadi modal yang sangat baik untuk mencari pekerjaan.
Kesimpulan
Lulus 3,5 tahun bisa memberikan keuntungan karena mahasiswa dapat memasuki dunia kerja lebih awal. Namun, lulus lebih cepat tidak otomatis membuat seseorang lebih mudah diterima kerja dibandingkan lulusan empat tahun.
Perusahaan tetap mempertimbangkan kecocokan jurusan, kemampuan, pengalaman, portofolio, hingga kebutuhan posisi yang sedang dibuka.
Jadi, tidak perlu sengaja memperpanjang kuliah hanya demi mencari pengalaman, tetapi juga tidak perlu memaksakan lulus 3,5 tahun jika harus mengorbankan banyak kesempatan penting. Target terbaik bukan sekadar menjadi mahasiswa yang paling cepat keluar dari kampus, melainkan lulus dengan bekal yang cukup untuk mengambil langkah berikutnya.
Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi