Sudah Menentukan PTN? 6 Data yang Wajib Dicek Sebelum Memilih Program Studi

Menentukan PTN impian biasanya menjadi salah satu hal yang paling banyak dipikirkan oleh calon mahasiswa. Ada yang sudah punya kampus incaran sejak kelas 10, ada juga yang baru mulai membandingkan beberapa PTN ketika mendekati masa pendaftaran.

Namun, mengetahui nama kampus saja belum cukup.

Satu PTN bisa memiliki banyak program studi dengan karakteristik yang berbeda. Bahkan dalam satu fakultas, setiap program studi dapat memiliki daya tampung, tingkat peminat, kurikulum, biaya, hingga prospek yang berbeda.

Karena itu, ketika sudah menentukan PTN, langkah berikutnya bukan langsung mencari tahu "jurusan mana yang paling bagus". Lebih penting untuk mengumpulkan data tentang program studi yang ingin dipilih.

Ada beberapa informasi yang sebaiknya dicek sebelum memasukkan suatu program studi ke daftar pilihan.

1. Cek Daya Tampung

Hal pertama yang perlu dilihat adalah daya tampung program studi pada jalur yang kamu incar.

Daya tampung menunjukkan jumlah mahasiswa yang direncanakan untuk diterima melalui jalur tertentu. Jadi, jangan hanya mencari "daya tampung jurusan X", tetapi perhatikan apakah angka tersebut merupakan daya tampung SNBP, SNBT, atau jalur Mandiri.

Hal ini penting karena satu program studi dapat memiliki jumlah kursi yang berbeda pada setiap jalur.

Misalnya, sebuah program studi bisa memiliki 40 kursi pada SNBP dan 80 kursi pada SNBT. Kedua angka tersebut sama-sama benar, tetapi berlaku untuk jalur yang berbeda.

Laman resmi SNPMB menyediakan informasi daya tampung berdasarkan PTN dan program studi untuk jalur SNBP dan SNBT. Data tersebut bisa menjadi titik awal untuk melihat kapasitas penerimaan suatu jurusan.

Yang perlu kamu catat:

  • Nama PTN
  • Nama program studi
  • Jalur seleksi
  • Daya tampung
  • Tahun data

Jangan mencampurkan data dari tahun yang berbeda ketika membandingkan beberapa pilihan.

2. Cek Jumlah Peminat atau Data Penerimaan Sebelumnya

Setelah mengetahui daya tampung, lihat juga data peminat atau penerimaan pada tahun sebelumnya jika datanya tersedia.

Informasi ini dapat membantu memberikan gambaran mengenai seberapa banyak calon mahasiswa yang memilih program studi tersebut.

Namun, jangan menggunakan jumlah peminat sebagai satu-satunya ukuran "susah atau mudah".

Misalnya:

Prodi A
Peminat: 3.000
Daya tampung: 100

Prodi B
Peminat: 800
Daya tampung: 40

Sekilas Prodi B memiliki peminat lebih sedikit. Tetapi jumlah kursinya juga lebih sedikit. Artinya, kamu tidak bisa menentukan kondisi persaingan hanya dari angka peminat.

Selain itu, data penerimaan juga dapat berubah dari tahun ke tahun.

Karena itu, kalau menemukan data dari media sosial atau artikel lama, cek kembali sumber aslinya dan pastikan tahunnya.

3. Cek Status Akreditasi Program Studi

Banyak calon mahasiswa hanya melihat akreditasi universitas.

Padahal, akreditasi perguruan tinggi dan akreditasi program studi merupakan hal yang berbeda.

Akreditasi program studi memberikan informasi mengenai kualitas penyelenggaraan pendidikan pada program studi tersebut berdasarkan instrumen dan kriteria penilaian yang berlaku.

Untuk mengecek status akreditasi, calon mahasiswa dapat menggunakan sumber resmi seperti BAN-PT atau lembaga akreditasi yang sesuai dengan bidang program studi.

Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya label akreditasinya, tetapi juga status dan masa berlaku akreditasi.

Informasi ini penting karena nama program studi yang terlihat sama belum tentu memiliki status akreditasi yang sama di setiap PTN.

4. Cek Kurikulum dan Mata Kuliah Utama

Ini bagian yang sering dilewati karena calon mahasiswa lebih sering membandingkan nama jurusan daripada isi pendidikannya.

Padahal, dua program studi dengan nama yang mirip dapat memiliki fokus pembelajaran yang berbeda.

Misalnya, kamu menemukan dua program studi yang sama-sama berkaitan dengan teknologi. Salah satunya mungkin lebih banyak membahas pemrograman dan pengembangan sistem, sedangkan yang lain dapat lebih menekankan aspek data, jaringan, atau penerapan teknologi pada bidang tertentu.

Cara paling aman untuk mengetahui perbedaannya adalah melihat kurikulum atau daftar mata kuliah di website resmi program studi.

Tidak perlu langsung membaca seluruh dokumen kurikulum dari awal sampai akhir.

Kamu bisa mulai dengan mencari:

  • Mata kuliah wajib
  • Mata kuliah pilihan
  • Konsentrasi
  • Praktikum
  • Proyek
  • Kompetensi lulusan

Dari sana, kamu akan mendapatkan gambaran yang lebih nyata tentang apa yang akan dipelajari.

Jangan sampai memilih jurusan hanya karena namanya terdengar menarik, tetapi ternyata isi pembelajarannya jauh dari yang kamu bayangkan.

5. Cek Profil dan Prospek Lulusan

Data berikutnya yang penting adalah profil lulusan.

Biasanya, informasi ini dapat ditemukan pada halaman program studi dalam bentuk profil lulusan, capaian pembelajaran, atau bidang pekerjaan yang dituju.

Misalnya, sebuah program studi menyebut lulusannya dapat bekerja pada bidang tertentu. Informasi tersebut dapat membantu kamu memahami arah kompetensi yang dibangun selama kuliah.

Namun, perlu diingat bahwa profil lulusan bukan daftar pekerjaan yang wajib dijalani setelah lulus.

Lulusan satu program studi dapat memiliki jalur karier yang beragam, tergantung kompetensi, pengalaman, dan perkembangan bidang pekerjaan.

Karena itu, jangan mencari jurusan berdasarkan pertanyaan "jurusan ini bisa jadi apa?" saja.

Coba lihat juga:

"Kompetensi apa yang dibangun dari jurusan ini?"

Pertanyaan tersebut biasanya memberikan gambaran yang lebih luas.

6. Cek Biaya dan Informasi Keuangan

Setelah membandingkan akademiknya, jangan lupa mengecek aspek biaya.

Untuk PTN, salah satu informasi yang perlu diperhatikan adalah Uang Kuliah Tunggal atau UKT.

Besaran UKT dapat berbeda berdasarkan program studi, kelompok UKT, dan kebijakan masing-masing perguruan tinggi. Karena itu, jangan menganggap semua mahasiswa dalam satu jurusan otomatis membayar nominal yang sama.

Selain UKT, calon mahasiswa juga sebaiknya memperhitungkan biaya lain yang mungkin muncul selama menjalani pendidikan, seperti tempat tinggal, transportasi, makan, buku atau perangkat pembelajaran, serta kebutuhan akademik tertentu.

Jika kamu mempertimbangkan jalur Mandiri, cek juga apakah ada komponen biaya lain yang ditetapkan PTN sesuai jalur tersebut.

Informasi biaya sebaiknya selalu dilihat dari laman resmi kampus karena ketentuan dapat berubah setiap tahun.

Jangan Cuma Cek Satu Data

Enam informasi tadi sebenarnya saling berhubungan.

Misalnya, kamu menemukan sebuah program studi dengan daya tampung cukup besar. Kalau hanya melihat angka tersebut, mungkin kamu langsung merasa tertarik.

Namun, setelah dicek lebih jauh, ternyata jumlah peminatnya juga tinggi.

Kemudian kamu melihat kurikulumnya dan menemukan bahwa mata kuliahnya ternyata tidak sesuai dengan bidang yang kamu bayangkan.

Setelah itu, kamu mengecek biaya dan ternyata ada beberapa komponen yang perlu dipersiapkan.

Dari satu program studi saja, kamu sudah mendapatkan gambaran yang jauh lebih lengkap.

Inilah alasan mengapa memilih jurusan tidak cukup hanya dengan mencari ranking atau daftar jurusan favorit.

Gunakan Website Resmi PTN sebagai Sumber Utama

Google dan media sosial memang memudahkan pencarian informasi. Namun, untuk data yang berhubungan langsung dengan pendaftaran, daya tampung, biaya, kurikulum, atau persyaratan, sumber pertama yang sebaiknya kamu cek adalah website resmi PTN dan laman resmi SNPMB.

Informasi dari akun media sosial atau artikel pihak ketiga boleh digunakan sebagai bahan awal.

Tetapi sebelum menjadikannya dasar keputusan, cocokkan kembali dengan sumber resminya.

Ini penting karena informasi penerimaan mahasiswa dapat berubah. Sebuah artikel yang diterbitkan tahun lalu belum tentu masih berlaku untuk penerimaan tahun ini.

Begitu juga dengan screenshot yang beredar di media sosial. Bisa saja datanya benar, tetapi berasal dari tahun yang berbeda.

Bikin Tabel Perbandingan Sendiri

Kalau kamu sudah memiliki beberapa pilihan PTN, cara sederhana yang bisa dilakukan adalah membuat tabel.

Contohnya:

Data PTN A PTN B PTN C
Program studi ... ... ...
Daya tampung ... ... ...
Peminat tahun sebelumnya ... ... ...
Akreditasi ... ... ...
Fokus kurikulum ... ... ...
Profil lulusan ... ... ...
Kisaran UKT ... ... ...

Dengan tabel seperti ini, kamu tidak hanya mengandalkan kesan ketika membandingkan kampus.

Kamu bisa melihat data yang memang relevan dengan pilihanmu.

Tabel tersebut juga tidak harus digunakan untuk menentukan "kampus mana yang paling bagus". Fungsinya lebih kepada membantu kamu memahami perbedaan setiap pilihan.

PTN Impian Tetap Perlu Dicek Sampai Tingkat Program Studi

Memiliki PTN impian tentu bisa menjadi titik awal yang bagus.

Tetapi jangan berhenti pada nama kampus.

Ketika sudah menentukan PTN, turun satu tingkat lebih detail dengan melihat program studi yang tersedia. Kemudian bandingkan daya tampung, data penerimaan sebelumnya, akreditasi, kurikulum, profil lulusan, dan biaya.

Dengan begitu, kamu tidak hanya mengetahui di mana ingin kuliah, tetapi juga memahami apa yang akan kamu pilih ketika mendaftar.

Pada akhirnya, pilihan program studi bukan sekadar mencentang nama jurusan di formulir pendaftaran. Di balik satu pilihan tersebut ada kapasitas penerimaan, sistem pembelajaran, biaya, dan kompetensi yang akan kamu jalani selama pendidikan.

Jadi, sebelum benar-benar mengunci pilihan, luangkan waktu untuk membaca datanya. Karena semakin detail informasi yang kamu punya, semakin kecil kemungkinan kamu memilih hanya berdasarkan nama kampus atau tren sesaat.

Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi