Kenapa Daya Tampung Satu Jurusan Bisa Berbeda di SNBP, SNBT, dan Mandiri?
Saat mencari informasi tentang jurusan di PTN, kamu mungkin pernah menemukan angka daya tampung yang berbeda-beda.
Misalnya, satu program studi memiliki kuota tertentu di SNBP, kuota lain di SNBT, lalu masih memiliki kuota untuk jalur mandiri. Padahal program studinya sama dan kampusnya juga sama.
Hal ini sering membuat calon mahasiswa bertanya, “Kok satu jurusan punya daya tampung berbeda di setiap jalur?”
Jawabannya sederhana: karena SNBP, SNBT, dan jalur mandiri merupakan jalur penerimaan yang berbeda, sehingga pembagian kursinya juga dapat berbeda.
Buat Pejuang PTN, memahami hal ini cukup penting. Pasalnya, melihat angka daya tampung tanpa memperhatikan jalur seleksi bisa membuat kamu salah membaca tingkat persaingan sebuah program studi.
Daya Tampung Bukan Satu Angka untuk Semua Jalur
Daya tampung dapat dipahami sebagai jumlah mahasiswa yang direncanakan untuk diterima pada suatu program studi melalui jalur tertentu.
Jadi, ketika kamu melihat informasi daya tampung sebuah jurusan, pertanyaan pertama yang perlu diajukan bukan hanya “berapa kursinya?”, tetapi juga “kursi ini untuk jalur apa?”
Dalam sistem penerimaan PTN 2026, terdapat tiga jalur penerimaan, yaitu SNBP, SNBT, dan Mandiri. SNBP dan SNBT merupakan jalur seleksi nasional, sedangkan jalur Mandiri diselenggarakan oleh PTN atau beberapa PTN sesuai ketentuannya.
Karena jalurnya berbeda, daya tampungnya pun tidak harus sama.
1. SNBP Memiliki Kuota Tersendiri
SNBP atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi merupakan jalur yang menggunakan mekanisme seleksi berdasarkan prestasi akademik dan komponen lain sesuai ketentuan.
Pada SNBP 2026, setiap siswa yang eligible dapat memilih maksimal dua program studi dari satu atau dua PTN. Jika memilih dua program studi, salah satunya harus berada di PTN pada provinsi yang sama dengan sekolah asal.
Karena memiliki mekanisme sendiri, PTN menetapkan daya tampung khusus untuk jalur SNBP.
Data SNPMB 2026 menunjukkan bahwa secara nasional terdapat 189.017 kursi daya tampung SNBP pada PTN Akademik, PTN Vokasi, dan PTKIN.
Angka tersebut merupakan bagian dari keseluruhan daya tampung penerimaan mahasiswa baru, bukan jumlah kursi yang tersedia untuk semua jalur sekaligus.
2. SNBT Memiliki Kuota yang Berbeda
SNBT menggunakan hasil UTBK sebagai dasar seleksi. Untuk program studi seni dan/atau olahraga, portofolio juga menjadi bagian dari persyaratan seleksi.
Karena karakter seleksinya berbeda dari SNBP, jumlah kursi yang dialokasikan untuk SNBT juga berbeda.
Pada 2026, data SNPMB mencatat daya tampung awal SNBT sebesar 261.518 kursi. Setelah adanya perubahan daya tampung, jumlahnya menjadi 286.864 kursi.
Perubahan ini menunjukkan bahwa angka daya tampung bukan selalu angka yang benar-benar tidak berubah sejak awal. Informasi yang digunakan calon peserta harus mengikuti data resmi terbaru yang tersedia.
3. Jalur Mandiri Punya Aturan Sendiri
Berbeda dari SNBP dan SNBT yang merupakan bagian dari seleksi nasional, jalur Mandiri diselenggarakan oleh PTN atau beberapa PTN.
Karena itu, mekanisme dan persyaratannya dapat berbeda antar-kampus.
Perbedaan tersebut juga berlaku pada daya tampung.
Data SNPMB 2026 mencatat daya tampung nasional jalur Mandiri sebesar 187.725 kursi, terdiri atas 161.593 kursi pada PTN Akademik, 17.636 pada PTN Vokasi, dan 8.496 pada PTKIN.
Namun, angka nasional tersebut bukan berarti setiap PTN membagi kursinya dengan komposisi yang sama.
Sebuah PTN bisa memiliki pembagian kuota tertentu untuk SNBP, SNBT, dan Mandiri, sedangkan PTN lain dapat memiliki pembagian yang berbeda.
Itulah sebabnya calon mahasiswa sebaiknya melihat informasi langsung dari PTN atau laman SNPMB, bukan menggunakan pembagian kuota dari kampus lain sebagai patokan.
Kenapa Pembagiannya Tidak Dibuat Sama Saja?
Ada beberapa alasan mengapa jumlah kursi antarjalur dapat berbeda.
Pertama, setiap jalur memiliki mekanisme seleksi berbeda
SNBP menilai calon mahasiswa melalui mekanisme berbasis prestasi, sedangkan SNBT menggunakan hasil UTBK. Jalur Mandiri memiliki mekanisme yang ditentukan oleh PTN penyelenggara.
Karena cara memilih calon mahasiswanya berbeda, pembagian kursinya juga tidak harus dibuat sama.
Kedua, kebutuhan program studi bisa berbeda
Setiap program studi memiliki kapasitas dan kebutuhan yang tidak selalu sama.
Jumlah dosen, ruang kelas, laboratorium, fasilitas pembelajaran, serta kapasitas penyelenggaraan pendidikan dapat menjadi bagian dari pertimbangan pengelolaan program studi.
Karena itu, jumlah mahasiswa baru yang dapat diterima perlu disesuaikan dengan kapasitas pendidikan yang tersedia.
Ketiga, kebijakan penerimaan PTN dapat berbeda
PTN memiliki kebijakan dalam mengatur penerimaan mahasiswa sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal ini juga menjelaskan mengapa kamu tidak bisa mengambil angka dari satu universitas lalu menganggap semua PTN memiliki pembagian kuota yang sama.
Contohnya Bisa Dilihat dari Data Nasional 2026
Supaya lebih mudah dibayangkan, lihat data daya tampung SNPMB 2026 berikut:
| Jalur | Daya Tampung 2026 |
|---|---|
| SNBP | 189.017 |
| SNBT | 286.864 |
| Mandiri | 187.725 |
Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah kursi yang tersedia memang berbeda antarjalur.
Tetapi perlu diperhatikan, tabel tersebut merupakan total nasional, bukan daya tampung satu jurusan tertentu.
Untuk mengetahui kuota jurusan yang kamu incar, kamu tetap harus melihat data berdasarkan PTN dan program studi.
Laman resmi SNPMB menyediakan data daya tampung program studi untuk SNBP dan SNBT. Pada laman daya tampung SNBT 2026, misalnya, calon mahasiswa dapat mencari PTN dan melihat program studi yang tersedia.
Jangan Membandingkan Daya Tampung Tanpa Melihat Jalurnya
Misalnya kamu menemukan informasi seperti ini:
Ilmu Komunikasi
SNBP: 40 kursi
SNBT: 80 kursi
Mandiri: 30 kursi
Jangan langsung berpikir bahwa jurusan tersebut hanya menyediakan 40, 80, atau 30 kursi secara keseluruhan.
Ketiga angka tersebut berada dalam konteks jalur yang berbeda.
Jika dijumlahkan secara sederhana, totalnya memang 150 kursi. Namun, kamu tetap perlu memastikan apakah angka tersebut merupakan daya tampung final dan apakah seluruh angka berasal dari tahun penerimaan yang sama.
Inilah alasan mengapa tahun data juga penting.
Daya tampung 2025 belum tentu sama dengan daya tampung 2026.
Bahkan pada SNBT 2026 sendiri terdapat perubahan data daya tampung dari angka awal 261.518 menjadi 286.864 kursi.
Jadi, jangan menjadikan screenshot data lama sebagai satu-satunya sumber ketika menentukan pilihan PTN.
Daya Tampung Besar Bukan Berarti Otomatis Lebih Mudah
Ini juga salah satu kesalahpahaman yang cukup sering muncul.
Misalnya:
Jurusan A
Daya tampung: 100 kursi
Pendaftar: 5.000
Jurusan B
Daya tampung: 50 kursi
Pendaftar: 500
Kalau hanya melihat jumlah kursi, Jurusan A memang menyediakan lebih banyak tempat.
Namun, jumlah kursi saja tidak cukup untuk menyimpulkan kondisi persaingan.
Jumlah pendaftar, mekanisme seleksi, karakteristik peserta, jalur yang digunakan, dan faktor lain juga perlu diperhatikan.
Karena itu, daya tampung sebaiknya digunakan sebagai salah satu informasi dalam mempertimbangkan pilihan, bukan sebagai satu-satunya ukuran.
Lalu, Apa yang Harus Dilakukan Pejuang PTN?
Kalau kamu sudah punya beberapa jurusan incaran, jangan hanya mencatat nama jurusannya.
Buat data sederhana seperti:
PTN: Universitas X
Prodi: Informatika
SNBP: ... kursi
SNBT: ... kursi
Mandiri: ... kursi
Data peminat: ...
Syarat khusus: ...
Dengan cara ini, kamu bisa melihat pilihanmu secara lebih lengkap.
Pastikan juga data yang dicatat berasal dari tahun yang sama dan jalur yang sama. Untuk SNBP dan SNBT, laman resmi SNPMB dapat menjadi sumber utama untuk melihat informasi daya tampung. Sementara untuk jalur Mandiri, cek laman resmi PTN yang menyelenggarakan seleksi tersebut.
Jadi, Kenapa Daya Tampungnya Bisa Berbeda?
Pada akhirnya, jawabannya kembali pada satu hal: jalur penerimaannya berbeda.
SNBP, SNBT, dan Mandiri memiliki mekanisme seleksi dan penyelenggaraan yang berbeda. Karena itu, jumlah kursi yang dialokasikan untuk masing-masing jalur juga dapat berbeda.
Sebagai Pejuang PTN, kamu tidak perlu menghafalkan semua angka daya tampung dari setiap kampus. Yang lebih penting adalah tahu cara membaca angka tersebut dengan benar.
Saat menemukan informasi seperti "jurusan X punya 100 kursi", biasakan bertanya:
100 kursi untuk jalur apa? Tahun berapa? PTN mana? Program studi apa? Dan apakah angka tersebut merupakan data terbaru?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini bisa membuat pencarian informasi PTN jauh lebih akurat.
Jadi, sebelum menjadikan angka daya tampung sebagai pertimbangan pilihan, pastikan kamu tidak sedang membandingkan apel dengan jeruk hanya karena sama-sama buah.
Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi