Apa Itu Kelas Internasional di PTN dan Apa Bedanya dengan Kelas Reguler?
Ketika mencari informasi tentang jurusan kuliah, calon mahasiswa mungkin pernah menemukan istilah Kelas Internasional, International Undergraduate Program (IUP), atau Kelas Khusus Internasional (KKI).
Sekilas, program tersebut terlihat seperti kelas reguler yang menggunakan bahasa Inggris. Padahal, pada beberapa perguruan tinggi, program internasional dapat memiliki sistem penerimaan, biaya, pengalaman belajar, hingga kesempatan kerja sama dengan universitas luar negeri yang berbeda dari program reguler.
Hal yang juga perlu dipahami adalah bahwa “kelas internasional” bukan satu sistem yang seragam di semua PTN. Setiap perguruan tinggi dapat memiliki nama program, persyaratan, skema biaya, kurikulum, dan bentuk kerja sama internasional yang berbeda.
Karena itu, siswa yang tertarik dengan program ini perlu melihat informasi spesifik dari kampus dan program studi yang dituju.
Apa Itu Kelas Internasional?
Secara sederhana, kelas internasional merupakan program pendidikan tinggi yang dirancang dengan orientasi internasional.
Salah satu ciri yang sering ditemukan adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan. Namun, program internasional tidak hanya berkaitan dengan bahasa.
Beberapa program juga menawarkan pengalaman seperti:
- pertukaran mahasiswa,
- program studi di luar negeri,
- kerja sama dengan universitas mitra,
- transfer kredit,
- double degree,
- joint degree,
- atau kegiatan akademik internasional lainnya.
Namun, tidak semua program internasional menyediakan seluruh fasilitas tersebut.
Contohnya, Universitas Indonesia menjelaskan Kelas Khusus Internasional sebagai program sarjana yang bekerja sama dengan universitas luar negeri dan berorientasi global. Pada beberapa program, tersedia pilihan single degree maupun double degree.
Jadi, istilah “internasional” perlu dibaca lebih jauh. Siswa sebaiknya mencari tahu internasionalnya dalam aspek apa.
Apa Bedanya dengan Kelas Reguler?
Perbedaan paling mudah ditemukan biasanya ada pada bahasa pengantar, sistem penerimaan, biaya, dan pengalaman internasional.
| Aspek | Kelas Reguler | Kelas Internasional |
|---|---|---|
| Bahasa pengantar | Umumnya Bahasa Indonesia | Umumnya menggunakan Bahasa Inggris atau kombinasi |
| Seleksi | Mengikuti jalur penerimaan yang berlaku | Dapat memiliki seleksi khusus |
| Biaya | Mengikuti ketentuan program reguler | Dapat memiliki tarif khusus |
| Kerja sama luar negeri | Tidak selalu menjadi bagian utama program | Lebih sering terintegrasi dengan program |
| Pertukaran mahasiswa | Tersedia pada program tertentu | Dapat menjadi bagian dari skema program |
| Double degree | Tergantung program | Lebih umum pada program yang memiliki mitra |
| Lingkungan belajar | Dominan mahasiswa reguler | Dapat memiliki lingkungan yang lebih internasional |
Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Detailnya tetap harus dilihat pada masing-masing PTN karena sistem kelas internasional tidak memiliki satu format yang berlaku untuk seluruh kampus.
Apakah Semua Mata Kuliahnya Menggunakan Bahasa Inggris?
Tidak selalu bisa disamaratakan.
Pada banyak program internasional, bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa utama pembelajaran. Misalnya, Telkom University mencantumkan bahasa pengantar English untuk program internasionalnya, sementara kelas reguler menggunakan Bahasa Indonesia.
Namun, calon mahasiswa tetap perlu mengecek ketentuan program studi yang dituju.
Hal ini penting karena kemampuan bahasa Inggris bukan hanya dibutuhkan ketika membaca buku atau mengerjakan tugas.
Mahasiswa juga dapat berhadapan dengan:
- presentasi dalam bahasa Inggris,
- diskusi kelas,
- penulisan akademik,
- ujian,
- komunikasi dengan dosen atau mahasiswa dari luar negeri,
- hingga kegiatan akademik bersama universitas mitra.
Artinya, kemampuan bahasa Inggris menjadi bagian penting dari kesiapan mengikuti program.
Apakah Seleksinya Sama dengan Kelas Reguler?
Belum tentu.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap setelah masuk PTN, mahasiswa otomatis bisa memilih kelas internasional.
Pada beberapa kampus, program internasional memiliki jalur seleksi tersendiri.
Universitas Indonesia, misalnya, memiliki jalur KKI melalui Talent Scouting dan SIMAK KKI. Persyaratannya juga mencakup bukti kemampuan bahasa Inggris tertentu.
Di UGM, salah satu program IUP tahun 2026 mencantumkan rangkaian seleksi yang meliputi tes kemampuan bahasa Inggris, tes skolastik, tes bidang tertentu untuk program tertentu, serta wawancara.
Sementara itu, ITB juga memiliki proses penerimaan tersendiri untuk program sarjana internasional. Persyaratannya antara lain dokumen kelulusan, transkrip akademik SMA, dan hasil tes tertentu sesuai ketentuan program.
Dari contoh tersebut terlihat bahwa cara masuk kelas internasional dapat berbeda antar-PTN.
Jadi, siswa tidak cukup hanya mencari informasi “cara masuk PTN X”, tetapi perlu memastikan apakah yang dituju adalah jalur reguler atau program internasional.
Apakah Kelas Internasional Pasti Lebih Mahal?
Dalam banyak kasus, biaya program internasional memang memiliki skema tersendiri dan dapat lebih tinggi dibandingkan program reguler. Namun, besarannya tidak sama di setiap kampus.
Contohnya, pada tahun akademik 2026/2027, Universitas Airlangga mencantumkan UKT program sarjana kelas internasional yang berbeda menurut program studi. Untuk WNI, misalnya, UKT tercantum mulai dari Rp15 juta hingga Rp30 juta per semester pada daftar program yang tersedia, dengan IPI yang juga berbeda-beda.
Universitas Indonesia juga menetapkan tarif khusus untuk mahasiswa S1 Kelas Khusus Internasional melalui keputusan rektor tahun 2026. Skema tersebut mencakup UKT dan Iuran Pengembangan Institusi.
Artinya, jangan menggunakan anggapan:
“Kelas internasional pasti sekian juta.”
Biayanya harus dicek berdasarkan PTN, program studi, tahun akademik, dan jalur masuk.
Kenapa Biayanya Bisa Berbeda?
Program internasional dapat melibatkan kebutuhan yang tidak selalu terdapat pada program reguler.
Misalnya:
- kegiatan akademik dengan universitas mitra,
- program mobilitas mahasiswa,
- penggunaan bahasa pengantar internasional,
- kegiatan akademik di luar negeri,
- sistem pembelajaran tertentu,
- atau fasilitas dan layanan tambahan.
Tetapi tidak semua program mempunyai komponen yang sama.
Karena itu, siswa sebaiknya melihat rincian biaya secara langsung. Jangan hanya melihat angka total, tetapi periksa apakah biaya tersebut berupa UKT per semester, IPI satu kali, biaya program luar negeri, biaya perjalanan, atau komponen lainnya.
Apakah Kelas Internasional Berarti Kuliah di Luar Negeri?
Tidak otomatis.
Kelas internasional tetap dapat dilaksanakan di kampus asal di Indonesia.
Yang membuatnya memiliki orientasi internasional dapat berupa penggunaan bahasa Inggris, kerja sama dengan universitas luar negeri, mobilitas mahasiswa, atau bentuk kegiatan akademik internasional lainnya.
Jika sebuah program menawarkan kesempatan belajar di universitas luar negeri, siswa juga perlu mengecek apakah kegiatan tersebut wajib atau pilihan, berapa lama berlangsung, serta biaya apa saja yang harus ditanggung.
Hal ini penting karena “ada kesempatan ke luar negeri” tidak selalu berarti seluruh mahasiswa pasti kuliah di luar negeri.
Apa Itu Double Degree dalam Kelas Internasional?
Beberapa program internasional menawarkan skema double degree.
Dalam skema ini, mahasiswa dapat mengikuti pendidikan yang terintegrasi dengan universitas mitra sehingga pada kondisi dan persyaratan tertentu dapat memperoleh dua gelar.
Namun, double degree tidak otomatis tersedia di seluruh kelas internasional.
Contohnya, UI mencantumkan beberapa program KKI dengan skema single degree dan double degree. Pilihan tersebut berbeda menurut program studi.
Karena itu, siswa jangan hanya melihat tulisan “International Program” lalu menganggap program tersebut pasti memberikan dua gelar.
Yang harus diperiksa adalah:
Apakah programnya single degree, double degree, joint degree, atau hanya memiliki program pertukaran?
Keempat istilah tersebut memiliki arti yang berbeda.
Apakah Mahasiswa Kelas Internasional Harus ke Luar Negeri?
Tidak selalu.
Ada program yang menyediakan pertukaran mahasiswa sebagai kesempatan tambahan. Ada pula program yang memasukkan pengalaman belajar di luar negeri ke dalam struktur pendidikannya.
Ketentuan tersebut sangat bergantung pada program.
Karena itu, sebelum mendaftar, calon mahasiswa perlu mencari tahu:
- Apakah ada universitas mitra?
- Apakah mahasiswa wajib mengikuti mobilitas internasional?
- Berapa lama program di luar negeri?
- Apakah ada biaya tambahan?
- Apakah kredit mata kuliah dapat ditransfer?
- Apakah program menghasilkan satu atau dua gelar?
Pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar melihat label “kelas internasional”.
Apakah Kurikulumnya Sama dengan Kelas Reguler?
Jawabannya bisa berbeda antar-kampus.
Ada program internasional yang menggunakan kurikulum yang sama atau sangat berdekatan dengan program reguler tetapi disampaikan dalam lingkungan internasional. Ada pula yang memiliki struktur pembelajaran atau pengalaman akademik tambahan.
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya membuka kurikulum resmi program dan membandingkan mata kuliah dengan kelas reguler.
Jangan hanya membandingkan nama program.
Perhatikan:
- jumlah SKS,
- mata kuliah wajib,
- mata kuliah pilihan,
- proyek,
- magang,
- kegiatan luar negeri,
- dan bentuk tugas akhir.
Dari sini siswa bisa mengetahui apakah perbedaannya hanya pada bahasa pengantar atau memang terdapat perbedaan pengalaman akademik yang lebih luas.
Siapa yang Cocok Mempertimbangkan Kelas Internasional?
Kelas internasional dapat dipertimbangkan oleh siswa yang memang siap mengikuti lingkungan akademik dengan orientasi internasional.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah kemampuan bahasa Inggris, kesiapan mengikuti seleksi khusus, kemampuan beradaptasi dengan pembelajaran menggunakan bahasa asing, serta kesiapan finansial sesuai biaya program.
Namun, bukan berarti siswa yang belum lancar berbahasa Inggris tidak boleh mempertimbangkannya.
Justru informasi mengenai persyaratan bahasa dari program yang dituju perlu diperiksa sejak awal. Dengan begitu, siswa dapat mengetahui standar yang harus dipenuhi sebelum mendaftar.
Jangan Memilih Hanya karena Ada Kata “Internasional”
Label internasional memang menarik, tetapi bukan berarti otomatis menjadi pilihan yang tepat untuk semua orang.
Sebelum memilih, calon mahasiswa dapat membandingkan beberapa hal berikut:
1. Kurikulum
Apa yang sebenarnya dipelajari?
2. Bahasa pengantar
Seberapa besar penggunaan bahasa Inggris dalam perkuliahan?
3. Sistem seleksi
Apakah ada tes atau persyaratan khusus?
4. Biaya
Berapa UKT, IPI, dan biaya tambahan lainnya?
5. Program luar negeri
Apakah ada exchange, transfer kredit, atau double degree?
6. Universitas mitra
Siapa partner yang bekerja sama dengan program tersebut?
7. Profil lulusan
Kompetensi seperti apa yang ditargetkan setelah lulus?
Dengan membandingkan hal tersebut, calon mahasiswa bisa mengetahui isi program secara lebih konkret.
Kelas Internasional Bukan Sekadar Kelas Reguler yang Berbahasa Inggris
Kelas internasional di PTN dapat memiliki karakteristik yang lebih luas daripada sekadar mengganti bahasa pengantar dari Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Inggris.
Pada beberapa kampus, program tersebut memiliki seleksi khusus, struktur biaya tersendiri, kerja sama dengan universitas luar negeri, serta peluang mobilitas atau double degree. Namun, bentuknya sangat bergantung pada kebijakan masing-masing perguruan tinggi dan program studi.
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak memilih hanya berdasarkan nama program.
Cari tahu bagaimana cara masuknya, apa yang dipelajari, berapa biayanya, apakah ada mitra luar negeri, dan apa yang benar-benar didapatkan setelah lulus.
Dengan begitu, “kelas internasional” tidak lagi dipahami hanya sebagai label, tetapi sebagai sebuah program pendidikan yang perlu dilihat isi dan sistemnya secara menyeluruh.
Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi