Akreditasi PTN dan Akreditasi Jurusan: Apa yang Sebenarnya Dinilai?

Saat mencari informasi tentang perguruan tinggi, salah satu istilah yang hampir selalu muncul adalah akreditasi.

Calon mahasiswa mungkin pernah melihat keterangan seperti “Universitas X terakreditasi Unggul” atau “Program Studi Y memiliki akreditasi Baik Sekali”. Dari sini muncul pertanyaan: apakah akreditasi kampus otomatis berlaku untuk semua jurusan di dalamnya?

Jawabannya tidak sesederhana itu.

Dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia, terdapat akreditasi perguruan tinggi dan akreditasi program studi. Keduanya sama-sama berkaitan dengan penilaian mutu, tetapi objek yang dinilai berbeda.

Karena itu, ketika memilih jurusan, siswa sebaiknya tidak hanya melihat akreditasi universitasnya.

Apa Itu Akreditasi?

Secara umum, akreditasi merupakan proses penilaian terhadap perguruan tinggi atau program studi berdasarkan standar yang telah ditetapkan.

Tujuannya bukan sekadar memberikan label, tetapi memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan memenuhi standar mutu tertentu.

Dalam sistem pendidikan tinggi, proses akreditasi dapat melibatkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) sesuai bidang ilmu dan kewenangannya.

Artinya, akreditasi bukanlah ranking.

Ketika sebuah kampus memperoleh status akreditasi tertentu, hal tersebut tidak otomatis berarti kampus tersebut berada di urutan tertentu dibandingkan universitas lainnya.

Akreditasi lebih berkaitan dengan pemenuhan standar mutu pendidikan.

Akreditasi Kampus dan Akreditasi Prodi Itu Berbeda

Perbedaan paling sederhananya ada pada objek yang dinilai.

Akreditasi perguruan tinggi menilai perguruan tinggi sebagai sebuah institusi.

Sementara itu, akreditasi program studi menilai penyelenggaraan pendidikan pada program studi tertentu.

Misalnya sebuah universitas memiliki:

  • Sistem Informasi
  • Informatika
  • Manajemen
  • Akuntansi
  • Psikologi

Akreditasi universitas tersebut tidak otomatis menjadi akreditasi untuk kelima program studi tersebut.

Masing-masing program studi dapat memiliki status dan periode akreditasi sendiri.

Karena itu, siswa yang ingin masuk Sistem Informasi sebaiknya mencari informasi akreditasi Program Studi Sistem Informasi, bukan hanya akreditasi universitas.

Apa Saja yang Dinilai?

Penilaian akreditasi tidak hanya melihat apakah mahasiswa mendapatkan nilai bagus.

Ada banyak aspek yang dapat diperhatikan dalam proses penilaian, tergantung instrumen dan lembaga akreditasi yang digunakan.

Beberapa di antaranya berkaitan dengan:

  • tata kelola perguruan tinggi,
  • sistem penjaminan mutu,
  • kurikulum,
  • proses pembelajaran,
  • dosen dan tenaga kependidikan,
  • mahasiswa,
  • fasilitas pendidikan,
  • penelitian,
  • pengabdian kepada masyarakat,
  • lulusan,
  • serta capaian dan kinerja program studi atau perguruan tinggi.

Artinya, akreditasi melihat penyelenggaraan pendidikan secara lebih luas.

Program studi tidak hanya dinilai dari nama kampusnya, tetapi juga dari bagaimana pendidikan tersebut dijalankan.

Kenapa Akreditasi Prodi Penting untuk Siswa?

Program studi adalah tempat mahasiswa menjalani proses pendidikan secara langsung.

Di sanalah mahasiswa mendapatkan mata kuliah, mengikuti praktikum, mengerjakan proyek, berinteraksi dengan dosen, dan menyelesaikan tugas akhir.

Karena itu, kondisi program studi memiliki hubungan yang lebih langsung dengan pengalaman kuliah.

Misalnya seseorang ingin mengambil Informatika.

Daripada hanya melihat:

“Universitasnya terakreditasi Unggul.”

Lebih informatif jika siswa juga mengecek:

“Bagaimana status akreditasi Program Studi Informatikanya?”

Dari sini, siswa dapat memperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai program yang akan dijalani.

Apakah Akreditasi Tinggi Menjamin Lulusannya Langsung Mendapat Kerja?

Tidak.

Ini salah satu kesalahpahaman yang perlu diluruskan.

Akreditasi merupakan salah satu indikator mutu penyelenggaraan pendidikan, tetapi bukan jaminan bahwa setiap lulusan akan langsung mendapatkan pekerjaan.

Kondisi lulusan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti bidang pekerjaan, pengalaman, kemampuan, kondisi pasar kerja, dan lokasi.

Karena itu, pernyataan seperti:

“Akreditasinya tinggi, berarti pasti gampang dapat kerja.”

tidak dapat disimpulkan hanya dari status akreditasi.

Jika ingin mengetahui kondisi lulusan, siswa dapat mencari data lain seperti tracer study, masa tunggu, jenis pekerjaan alumni, dan kesesuaian pekerjaan dengan bidang studi.

Apakah Akreditasi Sama dengan Ranking?

Tidak.

Ranking dan akreditasi memiliki tujuan yang berbeda.

Akreditasi berfokus pada penilaian mutu berdasarkan standar yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi.

Sementara ranking biasanya menggunakan sejumlah indikator tertentu untuk membandingkan perguruan tinggi atau program studi berdasarkan metodologi lembaga pemeringkat.

Karena tujuan dan metode keduanya berbeda, sebuah universitas dapat memiliki akreditasi tinggi tanpa harus berada pada posisi tertentu dalam sebuah ranking.

Begitu pula sebaliknya, melihat ranking tidak dapat menggantikan informasi mengenai status akreditasi.

Siapa yang Melakukan Akreditasi?

Di Indonesia, akreditasi perguruan tinggi dan program studi dapat dilakukan oleh BAN-PT dan/atau LAM sesuai ketentuan yang berlaku.

LAM merupakan lembaga akreditasi mandiri yang memiliki fokus pada bidang ilmu tertentu.

Perkembangan sistem ini membuat siswa mungkin menemukan status akreditasi program studi yang berasal dari lembaga berbeda.

Karena itu, saat membaca informasi akreditasi, jangan hanya melihat predikatnya.

Perhatikan juga:

Siapa lembaga yang menerbitkan akreditasi tersebut?

Informasi tersebut membantu siswa memahami sumber dan konteks status akreditasi yang dilihat.

Kenapa Ada Program Studi yang Akreditasinya Berbeda dengan Kampus?

Karena keduanya dinilai sebagai objek yang berbeda.

Bayangkan sebuah universitas memiliki 50 program studi.

Akreditasi institusi melihat universitas sebagai sebuah organisasi pendidikan. Sementara akreditasi program studi melihat penyelenggaraan masing-masing bidang pendidikan.

Maka, sangat mungkin terdapat perbedaan status akreditasi antarprogram studi dalam universitas yang sama.

Contohnya secara ilustratif:

Bagian Status Akreditasi
Perguruan tinggi Unggul
Prodi A Unggul
Prodi B Baik Sekali
Prodi C Baik
Prodi baru Status sesuai ketentuan pembukaan/akreditasi

Karena itu, siswa tidak boleh menganggap semua program studi otomatis memiliki status yang sama dengan institusinya.

Bagaimana dengan Program Studi Baru?

Program studi baru sering kali belum memiliki rekam jejak alumni yang panjang.

Hal tersebut bukan berarti program studi tersebut otomatis tidak berkualitas.

Program studi baru tetap harus memenuhi ketentuan pembukaan dan penyelenggaraan program studi yang berlaku.

Namun, siswa memang akan memiliki informasi historis yang lebih sedikit dibandingkan program studi yang sudah berdiri puluhan tahun.

Misalnya, belum tersedia data tracer study dalam jumlah besar karena belum banyak lulusan.

Dalam kondisi seperti ini, siswa dapat melihat indikator lain, seperti:

  • kurikulum,
  • profil dosen,
  • fasilitas,
  • status legalitas,
  • bentuk pembelajaran,
  • kerja sama,
  • bidang keahlian,
  • dan perkembangan program studi.

Jadi, ketiadaan data alumni tidak boleh langsung diterjemahkan sebagai kualitas rendah.

Apakah Akreditasi Bisa Berubah?

Bisa.

Akreditasi memiliki periode berlaku dan dapat diperbarui melalui proses evaluasi sesuai ketentuan.

Karena itu, status yang ditemukan dalam artikel atau unggahan media sosial beberapa tahun lalu belum tentu menggambarkan status terbaru.

Hal ini penting terutama ketika siswa sedang mendaftar kuliah.

Misalnya sebuah artikel tahun 2022 menyebut suatu program studi memiliki status tertentu. Pada 2026, status tersebut bisa saja sudah mengalami perubahan.

Karena itu, tahun dan masa berlaku akreditasi perlu diperhatikan.

Di Mana Siswa Bisa Mengeceknya?

Sumber informasi sebaiknya berasal dari lembaga resmi, seperti laman BAN-PT, lembaga akreditasi mandiri terkait, dan website resmi perguruan tinggi.

Saat mengecek, jangan hanya mengetik nama universitas.

Gunakan pencarian yang lebih spesifik:

Nama Universitas + Nama Program Studi + Akreditasi

Misalnya:

Universitas X + Sistem Informasi + Akreditasi

Kemudian cocokkan informasi yang ditemukan dengan sumber resmi.

Cara ini lebih aman daripada hanya mengandalkan artikel blog atau postingan media sosial.

Apa yang Harus Dicek Selain Akreditasi?

Akreditasi penting, tetapi bukan satu-satunya informasi yang perlu dipertimbangkan.

Jika ingin mengetahui apakah suatu program studi cocok, siswa dapat melihat:

1. Kurikulum

Apa saja mata kuliah yang akan dipelajari?

2. Profil lulusan

Lulusan program studi tersebut diarahkan memiliki kompetensi seperti apa?

3. Dosen

Bagaimana latar belakang dan bidang keahlian dosennya?

4. Fasilitas

Apakah tersedia laboratorium, studio, perpustakaan, atau fasilitas lain yang relevan?

5. Pembelajaran

Apakah lebih banyak teori, praktik, proyek, penelitian, atau kombinasi semuanya?

6. Data alumni

Bagaimana kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan?

Dengan menggabungkan informasi tersebut, gambaran mengenai sebuah program studi akan jauh lebih lengkap.

Jangan Menilai Kampus Hanya dari Satu Label

Akreditasi memang penting karena memberikan informasi mengenai mutu penyelenggaraan pendidikan berdasarkan standar tertentu.

Namun, memilih perguruan tinggi hanya berdasarkan satu label juga dapat membuat informasi yang diperoleh menjadi terlalu sederhana.

Misalnya:

“Unggul berarti pasti terbaik.”

Padahal, akreditasi bukan sistem ranking.

Atau:

“Akreditasinya bukan Unggul berarti kampusnya jelek.”

Kesimpulan seperti itu juga tidak tepat tanpa melihat konteks penilaiannya.

Bagi calon mahasiswa, yang lebih penting adalah memahami apa arti status tersebut dan kemudian melihat informasi lain yang relevan dengan program studi yang ingin dipilih.

Kesimpulan

Akreditasi perguruan tinggi dan akreditasi program studi merupakan dua hal yang berbeda.

Akreditasi institusi menilai perguruan tinggi secara keseluruhan, sedangkan akreditasi program studi menilai penyelenggaraan pendidikan pada bidang studi tertentu.

Status akreditasi dapat memberikan informasi mengenai mutu penyelenggaraan pendidikan, tetapi bukan ranking dan bukan jaminan bahwa lulusan otomatis mendapatkan pekerjaan.

Karena itu, saat mencari informasi tentang kampus, jangan berhenti pada kalimat “kampus ini akreditasinya Unggul.”

Cari tahu juga program studi yang dituju memiliki status apa, siapa lembaga akreditasinya, kapan status tersebut berlaku, dan bagaimana kondisi program studinya.

Dengan begitu, calon mahasiswa tidak hanya mengenal nama kampus, tetapi juga memahami kualitas dan kondisi program yang benar-benar akan dijalani.

Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi