SNBT 2026 dalam Angka: Berapa Banyak Peserta yang Berebut Kursi PTN?
Setiap tahun, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menjadi salah satu jalur utama bagi siswa yang ingin masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Jalur ini menggunakan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai dasar seleksi, sehingga persaingan di dalamnya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya peserta, tetapi juga oleh jumlah kursi yang tersedia di setiap program studi.
Kalau selama ini persaingan masuk PTN sering hanya dibicarakan dengan kalimat seperti “jurusan ini susah banget” atau “kampus itu peminatnya banyak”, sebenarnya ada data yang bisa digunakan untuk melihat gambaran persaingan tersebut secara lebih jelas.
Hasil SNBT 2026 memberikan gambaran yang cukup besar mengenai jumlah peserta, daya tampung, hingga jumlah siswa yang akhirnya diterima.
871 Ribu Pendaftar Berebut 286 Ribu Kursi
Berdasarkan paparan hasil SNBT 2026 dari SNPMB, terdapat 871.496 pendaftar pilihan pertama pada SNBT 2026. Sementara itu, total daya tampung yang tersedia mencapai 286.864 kursi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 256.369 peserta dinyatakan diterima melalui SNBT 2026.
Jika dibandingkan dengan jumlah pendaftar, persentase peserta yang diterima adalah sekitar 29,42%. Artinya, secara keseluruhan, angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah peserta yang diterima tidak mencapai sepertiga dari jumlah pendaftar pilihan pertama.
Namun, angka ini tidak berarti bahwa setiap program studi memiliki tingkat persaingan yang sama. Ada program studi dengan jumlah peminat yang sangat tinggi, sementara ada pula program studi yang jumlah peminatnya lebih rendah.
Karena itu, angka nasional sebaiknya digunakan sebagai gambaran umum, bukan sebagai patokan peluang seseorang untuk lolos ke program studi tertentu.
Tidak Semua Peserta Memilih dengan Pola yang Sama
Dalam SNBT 2026, peserta dapat memilih beberapa program studi sesuai ketentuan yang berlaku. Data SNPMB menunjukkan bahwa jumlah pendaftar pada pilihan kedua mencapai 840.722, sedangkan pilihan ketiga mencapai 493.882dan pilihan keempat mencapai 275.053.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pilihan peserta tidak hanya terkonsentrasi pada satu program studi. Ada peserta yang menggunakan beberapa pilihan untuk memperluas kemungkinan masuk ke PTN.
Hal ini juga penting ketika membaca data peminat sebuah program studi. Jumlah peminat yang terlihat pada suatu program studi tidak selalu berarti seluruh peserta tersebut menempatkan program studi itu sebagai pilihan pertama.
Jadi, ketika menemukan informasi seperti “program studi X memiliki ribuan peminat”, perlu dilihat juga bagaimana data tersebut dihitung dan pilihan ke berapa yang dimaksud.
Pilihan Pertama Masih Menjadi Bagian Besar dari Peserta yang Diterima
Dari 256.369 peserta yang diterima, sebanyak 108.488 peserta diterima melalui pilihan pertama dan 101.584 melalui pilihan kedua.
Sementara itu, sebanyak 32.025 peserta diterima melalui pilihan ketiga dan 14.272 melalui pilihan keempat.
Data tersebut menunjukkan bahwa pilihan program studi tidak hanya sekadar daftar formal ketika melakukan pendaftaran. Posisi pilihan juga menjadi bagian dari proses seleksi yang perlu diperhatikan peserta.
Karena itu, siswa perlu memahami ketentuan pilihan program studi yang berlaku pada tahun seleksi dan tidak hanya memasukkan pilihan berdasarkan nama PTN atau program studi yang sedang populer.
Lalu, Apa Arti Daya Tampung?
Daya tampung adalah jumlah kursi yang tersedia untuk mahasiswa baru pada suatu program studi melalui jalur tertentu.
Misalnya, sebuah program studi memiliki daya tampung 100 orang untuk SNBT. Jika jumlah peserta yang memilih program studi tersebut jauh lebih besar daripada 100 orang, tentu persaingannya akan lebih tinggi dibandingkan program studi dengan jumlah peserta yang lebih sedikit.
Namun, daya tampung tidak boleh dibaca sendirian.
Untuk memahami persaingan, setidaknya ada beberapa angka yang perlu diperhatikan:
Jumlah peminat → daya tampung → jumlah peserta yang diterima → jalur seleksi.
Keempat informasi tersebut membantu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai persaingan.
Mengapa Jumlah Peminat Tidak Sama dengan Jumlah Peserta yang Diterima?
Peminat menunjukkan jumlah peserta yang memilih suatu program studi, sedangkan peserta yang diterima merupakan jumlah orang yang akhirnya mendapatkan kursi berdasarkan hasil seleksi.
Misalnya secara sederhana, sebuah program studi memiliki 500 peminat dan daya tampung 50 kursi. Artinya, jumlah orang yang ingin masuk jauh lebih banyak daripada kursi yang tersedia.
Tetapi kondisi sebenarnya bisa lebih kompleks karena seleksi PTN mempertimbangkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing jalur.
Untuk SNBT 2026, SNPMB menyatakan bahwa seleksi didasarkan pada hasil UTBK 2026, dengan tambahan portofolio bagi peserta yang memilih program studi seni dan/atau olahraga. Daya tampung serta persyaratan program studi dapat dilihat melalui informasi resmi SNPMB dan PTN terkait.
Jangan Menyamakan Angka Nasional dengan Peluang Jurusan Tertentu
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah melihat angka penerimaan SNBT secara nasional lalu menganggap angka tersebut berlaku untuk semua program studi.
Padahal, persaingan setiap program studi dapat berbeda.
Program studi dengan jumlah peminat tinggi dan daya tampung terbatas tentu memiliki kondisi persaingan yang berbeda dengan program studi yang memiliki lebih banyak kursi atau jumlah peminat yang lebih sedikit.
Begitu juga antar-PTN. Dua program studi yang memiliki nama sama belum tentu memiliki daya tampung dan jumlah peminat yang sama.
Karena itu, ketika mencari informasi mengenai peluang masuk, siswa sebaiknya melihat data pada program studi dan PTN yang memang ingin dituju.
Bagaimana Cara Membaca Data SNBT dengan Benar?
Sebelum menyimpulkan bahwa sebuah program studi “susah” atau “mudah” dimasuki, ada beberapa hal yang perlu diperiksa.
Pertama, lihat daya tampung program studi pada jalur yang dipilih.
Kedua, cari tahu jumlah peminat atau pendaftar pada tahun sebelumnya jika data tersebut tersedia.
Ketiga, perhatikan jalur seleksi karena SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri memiliki mekanisme yang berbeda.
Keempat, lihat persyaratan khusus program studi. Beberapa program studi, terutama bidang seni dan olahraga, memiliki ketentuan portofolio tertentu dalam SNBT.
Kelima, jangan hanya melihat data satu tahun. Angka peminat dan daya tampung dapat berubah dari tahun ke tahun.
SNPMB sendiri menyediakan informasi daya tampung program studi dan mengarahkan peserta untuk melihat persyaratan penerimaan pada laman PTN yang dituju.
Jadi, Seberapa Ketat SNBT 2026?
Kalau melihat data secara nasional, SNBT 2026 memang menunjukkan persaingan yang cukup besar. Ada 871.496 pendaftar pilihan pertama, sementara total daya tampung yang tersedia adalah 286.864 kursi. Pada akhirnya, 256.369 peserta diterima.
Namun, angka tersebut tidak bisa digunakan untuk menyatakan bahwa peluang setiap peserta sama.
Persaingan sebenarnya terjadi pada level yang lebih spesifik, yaitu program studi, PTN, jalur seleksi, daya tampung, dan jumlah peserta yang memilih program tersebut.
Jadi, ketika melihat angka SNBT, jangan berhenti pada pertanyaan “berapa banyak yang lolos?”. Pertanyaan yang lebih penting adalah berapa jumlah peserta, berapa kursinya, bagaimana mekanisme seleksinya, dan program studi mana yang sedang dibahas?
Dengan memahami data tersebut, siswa bisa melihat persaingan masuk PTN berdasarkan informasi yang lebih konkret, bukan sekadar berdasarkan anggapan bahwa suatu kampus atau jurusan “katanya susah”.
Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi