10 PTN dengan Peluang Lolos SNBP 2027 Terbesar, Unesa Punya Rasio Kursi Tertinggi?

Persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2027 tidak hanya soal mempertahankan nilai rapor. Calon mahasiswa juga perlu memahami persaingan di perguruan tinggi negeri (PTN) dan program studi yang akan dipilih.

Salah satu data yang bisa digunakan sebagai referensi awal adalah perbandingan antara jumlah peminat dan daya tampung pada SNBP tahun sebelumnya.

Berdasarkan pengolahan Dataloka terhadap data SNBP 2026, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mempunyai rasio kursi terhadap peminat terbesar di antara 10 PTN akademik yang paling banyak diminati pada SNBP 2026.

10 PTN dengan Rasio Kursi SNBP Terbesar

Daftar berikut membandingkan jumlah peminat dengan daya tampung SNBP 2026 pada 10 PTN akademik yang paling banyak diminati. Rasio diperoleh dengan membandingkan daya tampung dengan jumlah peminat pada masing-masing universitas.

Peringkat PTN Peminat SNBP 2026 Daya Tampung Rasio Kursi Perbandingan
1 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 53.237 6.532 12,27% 1:8,2
2 Universitas Brawijaya (UB) 40.841 3.900 9,55% 1:10,5
3 IPB University 37.477 3.264 8,71% 1:11,5
4 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 53.311 3.731 7,00% 1:14,3
5 Universitas Diponegoro (Undip) 46.304 3.180 6,87% 1:14,6
6 Universitas Sumatera Utara (USU) 39.114 2.667 6,82% 1:14,7
7 Universitas Negeri Semarang (Unnes) 41.556 2.660 6,40% 1:15,6
8 Universitas Sebelas Maret (UNS) 40.042 2.432 6,07% 1:16,5
9 Universitas Indonesia (UI) 35.118 2.078 5,92% 1:16,9
10 Universitas Padjadjaran (Unpad) 48.933 2.407 4,92% 1:20,3

Banyak Peminat Belum Tentu Rasio Persaingannya Paling Ketat

Data tersebut menunjukkan satu hal yang menarik. Jumlah peminat yang besar tidak bisa dibaca sendirian untuk menentukan ketat atau tidaknya sebuah kampus.

UPI menjadi PTN akademik dengan jumlah peminat SNBP 2026 terbanyak dalam kelompok tersebut, mencapai 53.311 orang. Jumlahnya sedikit lebih tinggi dibandingkan Unesa yang memperoleh 53.237 peminat.

Namun, Unesa menyediakan 6.532 kursi, sedangkan UPI memiliki 3.731 kursi. Akibatnya, rasio antara peminat dan kursi keduanya berbeda cukup jauh.

Hal sebaliknya terlihat pada UI. Jumlah peminat UI dalam data tersebut lebih sedikit dibandingkan sembilan kampus lainnya, yaitu 35.118 orang. Akan tetapi, daya tampungnya juga hanya 2.078 kursi sehingga rasio kursinya sekitar 5,92 persen.

Unpad bahkan mempunyai rasio paling kecil dalam kelompok tersebut. Dengan 48.933 peminat dan 2.407 kursi, perbandingannya mencapai sekitar satu kursi untuk setiap 20,3 peminat.

Karena itu, membaca data persaingan SNBP sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan “kampus ini punya berapa banyak peminat?” Jumlah kursi yang tersedia juga perlu diperhitungkan.

Kenapa UGM Tidak Masuk Daftar?

Tidak munculnya Universitas Gadjah Mada (UGM) bukan berarti persaingan SNBP di kampus tersebut lebih mudah atau lebih sulit dibandingkan universitas dalam daftar.

Daftar Dataloka secara khusus mengambil 10 PTN akademik dengan jumlah peminat SNBP 2026 terbanyak, kemudian membandingkan daya tampung masing-masing kampus.

UGM berada di luar kelompok 10 kampus dengan peminat terbanyak tersebut. Pada SNBP 2026, UGM tercatat menerima 2.836 mahasiswa dari 29.456 pendaftar.

Jadi, daftar ini bukan pemeringkatan seluruh PTN di Indonesia berdasarkan tingkat kesulitan SNBP.

Rasio Kampus Bukan Peluang Lolos Setiap Siswa

Istilah “peluang lolos” juga perlu dipahami dengan hati-hati.

Membagi jumlah kursi dengan jumlah peminat memang dapat memberikan gambaran mengenai skala persaingan. Namun, hasil perhitungan tersebut bukan probabilitas bahwa seorang siswa akan diterima.

SNBP merupakan seleksi berbasis prestasi, bukan sistem undian kursi.

Pada ketentuan SNBP, seleksi dilakukan menggunakan hasil penelusuran prestasi akademik melalui rapor serta prestasi akademik dan nonakademik sesuai ketentuan. PTN juga dapat menetapkan komponen penilaian sesuai aturan SNBP.

Dengan demikian, dua siswa yang mendaftar pada program studi yang sama tidak otomatis mempunyai peluang identik hanya karena berada dalam kelompok peminat yang sama.

Rekam akademik, komponen prestasi yang dinilai, serta ketentuan seleksi pada PTN tujuan tetap berpengaruh terhadap hasil.

Persaingan Sebenarnya Terjadi di Tingkat Program Studi

Ini menjadi bagian yang paling penting ketika menggunakan data tersebut untuk menyusun pilihan SNBP 2027.

Angka pada tabel merupakan gabungan seluruh program studi dalam satu universitas. Padahal, tingkat persaingan antarprogram studi di kampus yang sama bisa berbeda jauh.

Sebuah universitas bisa mempunyai rasio kursi keseluruhan yang relatif besar, tetapi program studi tertentu di dalamnya tetap diperebutkan oleh banyak calon mahasiswa.

Sebaliknya, kampus dengan rasio keseluruhan yang terlihat lebih ketat bisa mempunyai program studi tertentu dengan perbandingan peminat dan daya tampung yang lebih longgar.

Karena itu, setelah melihat data tingkat universitas, calon peserta sebaiknya turun satu tingkat lebih detail dengan memeriksa daya tampung dan riwayat peminat program studi yang benar-benar ingin dipilih.

SNPMB sendiri menyediakan informasi daya tampung hingga tingkat program studi untuk setiap PTN pada jalur SNBP.

Seberapa Ketat SNBP Secara Nasional?

Persaingan SNBP memang cukup tinggi jika dilihat secara nasional.

Berdasarkan hasil resmi SNPMB 2026, jalur SNBP diikuti 806.242 peserta yang memperebutkan total 189.017 kursi pada PTN akademik dan vokasi.

Khusus PTN akademik, terdapat 774.263 pendaftar dengan daya tampung 162.116 kursi. Sebanyak 155.543 peserta akhirnya dinyatakan lulus atau sekitar 20,09 persen dari jumlah pendaftar.

Sementara pada PTN vokasi, terdapat 77.256 pendaftar dengan daya tampung 26.929 kursi. Sebanyak 23.438 peserta dinyatakan lulus dengan persentase diterima sebesar 30,34 persen.

Angka nasional tersebut kembali menunjukkan bahwa rasio keseluruhan hanya memberikan gambaran besar. Persaingan yang dihadapi seorang siswa tetap bergantung pada pilihan program studi dan PTN masing-masing.

Bisa Dipakai untuk Strategi SNBP 2027?

Data SNBP 2026 tetap berguna sebagai referensi awal, tetapi bukan prediksi hasil SNBP 2027.

Jumlah peminat dapat berubah setiap tahun. Daya tampung suatu program studi juga bisa bertambah atau berkurang. Selain itu, ketentuan dan mekanisme SNBP 2027 harus mengikuti informasi resmi SNPMB untuk tahun tersebut ketika telah diumumkan.

Karena itu, data tahun sebelumnya paling berguna untuk membaca pola.

Calon mahasiswa bisa melihat apakah program studi yang diincar mempunyai peminat sangat tinggi, berapa kursi yang tersedia, bagaimana perbandingannya dengan pilihan lain, serta apakah terdapat alternatif program studi yang bidang keilmuannya tetap sesuai dengan minat.

Hal yang perlu dihindari adalah mengubah angka rasio menjadi semacam “passing grade” SNBP.

SNPMB tidak menetapkan persentase tersebut sebagai nilai aman untuk diterima.

Jangan Pilih Kampus Hanya karena Rasionya Terlihat Besar

Ada risiko lain jika data seperti ini digunakan tanpa konteks.

Calon mahasiswa bisa tergoda memilih kampus hanya karena rasio kursinya terlihat lebih besar, padahal program studi tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan minatnya.

Hal ini perlu dipertimbangkan dengan serius. Pada SNBP 2026, peserta yang telah dinyatakan lulus tidak diperbolehkan mendaftar UTBK-SNBT pada 2026, 2027, dan 2028 serta tidak dapat mengikuti seleksi Mandiri PTN pada tahun 2026.

Ketentuan SNBP 2027 nantinya tetap harus diperiksa kembali setelah aturan resmi tahun tersebut diterbitkan.

Karena konsekuensi kelulusan SNBP cukup besar, strategi memilih program studi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada pertanyaan “mana yang kemungkinan lolosnya lebih besar?”

Pilihan tersebut juga harus menjadi program studi yang memang bersedia diambil apabila nantinya dinyatakan diterima.

Kesimpulan

Berdasarkan perbandingan peminat dan daya tampung SNBP 2026 pada 10 PTN akademik paling diminati, Unesa memiliki rasio kursi terbesar, yakni sekitar 12,27 persen atau satu kursi untuk setiap 8,2 peminat. UB dan IPB University berada setelahnya dengan rasio masing-masing sekitar 9,55 persen dan 8,71 persen. Namun, angka tersebut bukan peluang pasti untuk lolos SNBP 2027.

Persaingan SNBP berlangsung pada tingkat program studi dan proses seleksinya mempertimbangkan rekam prestasi peserta. Jumlah peminat, daya tampung, serta ketentuan SNBP juga dapat berubah dari satu tahun ke tahun berikutnya.

Karena itu, data SNBP 2026 paling tepat digunakan untuk membaca peta persaingan, bukan meramalkan hasil seleksi.

Bagi calon peserta SNBP 2027, strategi yang lebih masuk akal bukan sekadar mencari PTN dengan rasio kursi terbesar. Bandingkan juga daya tampung dan peminat pada prodi tujuan, pelajari karakter program studinya, lalu pastikan pilihan tersebut memang menjadi jurusan yang bersedia kamu ambil apabila dinyatakan lolos.

Sumber:
https://dataloka.id/humaniora/7771/ptn-peluang-lolos-snbp-2027-terbesar/#google_vignette

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi