Unhas Kini Punya Pusat Studi Kepolisian, Hasil Riset Bisa Jadi Rujukan Kebijakan!

Universitas Hasanuddin (Unhas) kini memiliki Pusat Studi Kepolisian, ruang kolaborasi antara akademisi dan kepolisian untuk mengkaji berbagai persoalan keamanan dan sosial melalui penelitian.

Pusat studi ini resmi diluncurkan pada 9 September 2026, bersamaan dengan penandatanganan kerja sama antara Unhas dan Polda Sulawesi Selatan.

Menariknya, penelitian yang dihasilkan tidak hanya ditujukan untuk kepentingan akademik. Hasil kajiannya diharapkan bisa menjadi salah satu rujukan kepolisian dalam menjalankan tugas hingga menyusun kebijakan.

Lalu, apa saja yang akan dikaji Pusat Studi Kepolisian Unhas dan bagaimana mahasiswa bisa ikut terlibat?

Pusat Studi Kepolisian Unhas Akan Membahas Apa?

Persoalan keamanan tidak selalu bisa diselesaikan hanya dari sudut pandang hukum. Ada masalah yang berkaitan dengan teknologi, lingkungan, ekonomi, psikologi, hingga kondisi sosial masyarakat.

Karena itu, Pusat Studi Kepolisian Unhas dirancang menggunakan pendekatan lintas disiplin.

Kepolisian memiliki pengalaman dan data dari persoalan yang ditemui langsung di lapangan. Sementara perguruan tinggi memiliki peneliti dari berbagai bidang keilmuan serta metode penelitian yang bisa digunakan untuk melihat persoalan tersebut lebih dalam.

Beberapa isu yang bisa dikaji antara lain kejahatan berbasis digital, keamanan lingkungan, keamanan perairan, hingga persoalan sosial yang berkaitan dengan tugas kepolisian.

Kolaborasi seperti ini memungkinkan sebuah masalah dilihat dari lebih dari satu sisi. Kejahatan siber, misalnya, bukan hanya persoalan hukum tetapi juga teknologi. Sementara kenakalan remaja bisa berkaitan dengan keluarga, pendidikan, psikologi, dan lingkungan sosial.

Pengeboman Ikan Jadi Salah Satu Kajian Awal

Pusat Studi Kepolisian Unhas bahkan sudah mendapat persoalan konkret untuk dikaji.

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa meminta persoalan pengeboman ikan di wilayah perairan menjadi salah satu fokus awal pusat studi tersebut.

Masalah pengeboman ikan memang cukup kompleks. Penanganannya tidak cukup hanya dengan mencari pelaku dan memberikan sanksi.

Ada persoalan kerusakan ekosistem laut, kondisi ekonomi masyarakat pesisir, pengawasan wilayah perairan, hingga faktor sosial yang membuat praktik tersebut masih terjadi.

Karena itu, penelitian bisa digunakan untuk mencari tahu akar persoalannya. Hasilnya kemudian dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan yang lebih tepat.

Hasil Riset Bisa Jadi Rujukan Kepolisian

Salah satu hal yang membedakan pusat studi ini dengan penelitian yang hanya berhenti pada publikasi adalah target pemanfaatan hasil risetnya.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro berharap penelitian dari Pusat Studi Kepolisian dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas dan penyusunan kebijakan kepolisian.

Artinya, keputusan di lapangan nantinya bisa mendapat tambahan pertimbangan dari data dan temuan penelitian.

Pendekatan semacam ini sering disebut evidence-based policing, yaitu penggunaan bukti dan hasil penelitian untuk membantu menentukan kebijakan atau strategi kepolisian.

Pusat Studi Kepolisian Unhas sendiri memiliki tiga pilar utama, yakni pengembangan kapasitas, produksi pengetahuan, dan translasi kebijakan.

Bagian terakhir cukup penting. Penelitian bukan hanya menghasilkan temuan, tetapi juga perlu diterjemahkan menjadi rekomendasi yang bisa digunakan dalam praktik.

Mahasiswa Juga Bisa Terlibat

Pusat Studi Kepolisian Unhas tidak hanya ditujukan untuk dosen, peneliti, atau anggota kepolisian.

Mahasiswa juga memiliki ruang untuk terlibat.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebelumnya mengajak mahasiswa memberikan perspektif, kreativitas, hingga kritik untuk membantu pengembangan kepolisian.

Bagi mahasiswa, keterlibatan seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana ilmu yang dipelajari di kelas digunakan untuk membaca persoalan yang benar-benar terjadi di masyarakat.

Dan bidang yang terlibat tidak harus terbatas pada mahasiswa hukum.

Persoalan keamanan digital membutuhkan orang yang memahami teknologi. Isu lingkungan dan perairan bisa melibatkan mahasiswa kelautan atau lingkungan. Sementara masalah sosial dapat dikaji dari perspektif psikologi, sosiologi, komunikasi, ekonomi, hingga kebijakan publik.

Hal ini sekaligus menunjukkan kenapa persoalan di dunia nyata sering kali tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu jurusan.

Pusat Studi Bisa Jadi Hal yang Dilihat Saat Memilih Kampus

Ketika mencari kampus, calon mahasiswa biasanya membandingkan jurusan, biaya kuliah, akreditasi, fasilitas, hingga peringkat universitas.

Padahal, ada bagian lain dari sebuah kampus yang juga menarik untuk diperhatikan, yaitu ekosistem risetnya.

Coba lihat pusat studi, laboratorium, kelompok penelitian, atau proyek yang aktif di kampus tujuan. Dari sana, calon mahasiswa bisa mendapat gambaran mengenai bidang apa yang sedang dikembangkan dan kesempatan seperti apa yang mungkin tersedia selama kuliah.

Sebab pengalaman menjadi mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Ada kesempatan mengikuti penelitian, proyek dosen, diskusi akademik, pengabdian masyarakat, hingga kolaborasi dengan lembaga di luar kampus.

Pusat Studi Kepolisian Unhas menjadi salah satu contoh bagaimana lingkungan perguruan tinggi bisa membuka ruang tersebut.

Kesimpulan

Hadirnya Pusat Studi Kepolisian Unhas menunjukkan bahwa fungsi perguruan tinggi tidak berhenti pada mengajar mahasiswa dan menerbitkan penelitian.

Kampus juga bisa mengambil bagian dalam persoalan yang terjadi di masyarakat dengan membawa sesuatu yang menjadi kekuatannya: ilmu pengetahuan, data, dan penelitian.

Bagi calon mahasiswa, ini juga bisa menjadi sudut pandang lain ketika memilih perguruan tinggi. Jangan hanya mencari tahu apa yang akan dipelajari di sebuah jurusan, tetapi lihat juga apa yang sedang dikerjakan kampus dengan ilmu tersebut.

Karena kampus yang kuat bukan hanya kampus yang menghasilkan banyak penelitian. Yang lebih penting adalah ketika pengetahuan yang dihasilkan bisa keluar dari ruang akademik, dipakai untuk memecahkan persoalan nyata, dan akhirnya memberi dampak bagi masyarakat.

Sumber:
https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8660147/unhas-kini-punya-pusat-studi-kepolisian-hasil-riset-bisa-jadi-rujukan

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi