Ramai 60 Ribu Maba Disebut Lepas Kursi PTN, Ternyata Datanya Bukan Begitu
Lolos PTN biasanya jadi tujuan besar setelah melewati rangkaian seleksi masuk kuliah. Tapi ternyata, mendapat kursi di perguruan tinggi negeri belum tentu berakhir dengan daftar ulang.
Belakangan ramai pembahasan soal sekitar 60 ribu calon mahasiswa yang disebut memilih tidak melanjutkan kuliah meski sudah diterima di PTN. Alasannya pun beragam, mulai dari memilih sekolah kedinasan, berubah pikiran soal jurusan, sampai persoalan biaya.
Namun, angka 60 ribu tersebut perlu diluruskan. Bukan berarti ada 60 ribu calon mahasiswa yang sudah diterima lalu semuanya mengundurkan diri.
Sebenarnya Berapa Banyak yang Tidak Daftar Ulang?
Kemdiktisaintek menjelaskan bahwa data yang ramai dibicarakan tersebut merupakan evaluasi penerimaan mahasiswa baru tahun 2025, bukan data 2026.
| Data Penerimaan PTN 2025 | Jumlah |
|---|---|
| Daya tampung melalui SNBP, SNBT, dan Mandiri | 627.957 |
| Peserta yang diterima | 585.642 |
| Kursi yang tidak terisi | 42.315 |
| Peserta diterima tetapi tidak registrasi ulang | 17.816 |
Jadi, jumlah calon mahasiswa yang benar-benar sudah diterima tetapi tidak melakukan registrasi ulang adalah 17.816 orang.
Sementara 42.315 lainnya merupakan kursi yang tidak terisi sejak proses penerimaan. Menurut Kemdiktisaintek, kondisi tersebut terjadi karena jumlah peserta yang memenuhi standar akademik PTN masih lebih rendah dibandingkan daya tampung yang tersedia.
Perbedaannya cukup penting. Kursi yang tidak pernah terisi tentu tidak sama dengan kursi yang sudah didapat seorang peserta lalu dilepas.
Kenapa Ada yang Sudah Lolos PTN tapi Tidak Diambil?
Meski angkanya bukan 60 ribu, fakta bahwa ada 17 ribu lebih calon mahasiswa yang sudah diterima tetapi tidak registrasi ulang tetap menarik.
Salah satu alasannya adalah pilihan lain yang dianggap lebih menarik.
Pakar pendidikan tinggi Nizam menyebut sekolah kedinasan menjadi salah satu tujuan calon mahasiswa yang akhirnya meninggalkan kursi PTN. Beberapa sekolah kedinasan menawarkan fasilitas pendidikan hingga prospek ikatan dinas yang membuat peserta mempertimbangkan kembali pilihan kuliahnya.
Bahkan menurut Nizam, fenomena ini tidak hanya terjadi pada peserta yang diterima di kampus atau jurusan yang kurang diminati. Ada pula calon mahasiswa yang memilih sekolah kedinasan meski sebelumnya sudah diterima di program studi unggulan PTN.
Lolos di Pilihan Kedua atau Ketiga Juga Bisa Jadi Pertimbangan
Alasan lainnya berkaitan dengan program studi yang didapat.
Saat mendaftar seleksi masuk PTN, peserta bisa memasukkan beberapa pilihan program studi. Masalahnya, pilihan yang ditaruh di urutan kedua atau berikutnya belum tentu benar-benar ingin diambil ketika peserta akhirnya dinyatakan lolos.
Menurut Nizam, ada calon mahasiswa yang berubah pikiran setelah diterima karena merasa kurang mantap dengan program studi atau PTN yang didapat. Sebagian kemudian mencari pilihan lain yang dirasa lebih sesuai.
Ini juga menunjukkan kenapa urutan pilihan saat mendaftar kuliah sebaiknya tidak sekadar digunakan untuk “mengisi pilihan”.
Jurusan yang dipilih tetap perlu menjadi program studi yang memang bersedia diambil kalau nantinya dinyatakan lolos.
Biaya Kuliah Juga Jadi Persoalan
Pilihan jurusan bukan satu-satunya masalah. Ada peserta yang sebenarnya ingin mengambil kursinya, tetapi terkendala biaya.
Ketua Umum SNPMB 2026 Eduart Wolok menyebut persoalan UKT menjadi salah satu faktor peserta tidak melakukan daftar ulang, termasuk pada calon mahasiswa yang mendaftar KIP Kuliah.
Kemdiktisaintek juga menjelaskan ada pendaftar KIP Kuliah yang kemudian dinyatakan tidak memenuhi kriteria penerima. Bagi calon mahasiswa yang kondisi ekonominya memang bergantung pada bantuan tersebut, kegagalan memperoleh pembiayaan bisa membuat kuliah sulit dilanjutkan.
Jadi, keputusan melepas kursi PTN tidak selalu berarti seseorang berubah pikiran atau lebih memilih kampus lain. Pada sebagian calon mahasiswa, ada persoalan finansial yang membuat kesempatan kuliah sulit diambil.
Lolos PTN Ternyata Baru Satu Bagian dari Keputusan Kuliah
Data ini menunjukkan ada jarak antara berhasil lolos seleksi dan benar-benar menjadi mahasiswa di kampus tersebut.
Pilihan jurusan, biaya kuliah, kesempatan masuk sekolah kedinasan, hingga adanya alternatif kampus lain bisa membuat keputusan berubah setelah pengumuman.
Buat calon mahasiswa yang akan mengikuti seleksi berikutnya, ada pelajaran yang cukup penting dari fenomena ini. Jangan hanya memikirkan bagaimana caranya lolos PTN. Pertimbangkan juga apa yang terjadi kalau benar-benar diterima.
Apakah jurusannya memang ingin dipelajari? Apakah kampus tersebut benar-benar mau diambil? Bagaimana perkiraan biaya kuliah dan hidupnya? Pertanyaan seperti ini lebih baik dipikirkan sebelum mendaftar daripada baru muncul setelah pengumuman kelulusan.
Karena pada akhirnya, target seleksi masuk kuliah bukan sekadar mendapatkan tulisan “lolos”, tetapi mendapatkan tempat kuliah yang memang siap dijalani beberapa tahun ke depan.
Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi