Apa Itu Kelas Internasional di PTN dan Apa Perbedaannya dengan Kelas Reguler?

Ketika mencari informasi tentang perguruan tinggi negeri atau PTN, calon mahasiswa mungkin pernah menemukan istilah kelas internasional. Program ini biasanya ditawarkan oleh beberapa perguruan tinggi untuk mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman pembelajaran dengan lingkungan akademik yang lebih global.

Istilah kelas internasional sering kali membuat calon mahasiswa beranggapan bahwa seluruh kegiatan perkuliahan akan dilakukan di luar negeri, semua mata kuliahnya menggunakan bahasa Inggris, atau lulusannya pasti memiliki peluang kerja lebih besar. Padahal, pelaksanaan kelas internasional dapat berbeda-beda di setiap perguruan tinggi dan program studi.

Kelas internasional bukan sekadar kelas reguler yang menggunakan bahasa Inggris. Dalam beberapa program, terdapat perbedaan pada kurikulum, metode pembelajaran, kerja sama dengan universitas luar negeri, kegiatan pertukaran mahasiswa, hingga proses penerimaan mahasiswa.

Oleh karena itu, calon mahasiswa perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kelas internasional, bagaimana perbedaannya dengan kelas reguler, serta biaya dan persyaratan yang mungkin harus dipersiapkan.

Apa Itu Kelas Internasional?

Secara umum, kelas internasional merupakan program pendidikan tinggi yang dirancang dengan orientasi pembelajaran dan pengalaman akademik yang lebih luas secara global.

Orientasi internasional tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, seperti:

  • Penggunaan bahasa asing dalam pembelajaran.
  • Kurikulum yang memiliki perspektif internasional.
  • Kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri.
  • Program pertukaran mahasiswa.
  • Dosen tamu dari institusi luar negeri.
  • Kegiatan akademik bersama mahasiswa internasional.
  • Kesempatan mengikuti program mobilitas mahasiswa.
  • Penggunaan referensi atau studi kasus dari berbagai negara.
  • Kegiatan magang atau proyek dengan mitra internasional.

Namun, tidak semua kelas internasional memiliki seluruh komponen tersebut. Ada program yang hanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Ada juga program yang memiliki kerja sama lebih luas dengan universitas luar negeri.

Karena itu, istilah “internasional” perlu dipahami berdasarkan penjelasan resmi dari program studi atau perguruan tinggi yang menyelenggarakannya.

Calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya melihat nama program, tetapi juga mencari tahu bentuk pengalaman internasional yang benar-benar ditawarkan.

Kelas Internasional Tidak Selalu Berarti Kuliah di Luar Negeri

Salah satu anggapan yang cukup sering muncul adalah bahwa mahasiswa kelas internasional pasti harus kuliah di luar negeri. Padahal, banyak kelas internasional tetap diselenggarakan di kampus asal di Indonesia.

Mahasiswa mungkin tetap mengikuti perkuliahan sehari-hari di Indonesia, tetapi memperoleh pengalaman internasional melalui:

  • Materi pembelajaran berbahasa Inggris.
  • Kuliah tamu dari dosen luar negeri.
  • Proyek kolaborasi dengan mahasiswa asing.
  • Program pertukaran dalam jangka waktu tertentu.
  • Kegiatan akademik bersama mitra luar negeri.
  • Kesempatan mengikuti program gelar ganda atau gelar bersama, jika tersedia.

Beberapa program memang menyediakan kesempatan belajar di luar negeri selama satu semester atau lebih. Namun, kesempatan tersebut biasanya memiliki syarat dan ketentuan tertentu.

Mahasiswa mungkin perlu memenuhi persyaratan nilai akademik, kemampuan bahasa, kesiapan finansial, dan ketentuan dari universitas mitra. Tidak semua mahasiswa otomatis mendapatkan kesempatan tersebut hanya karena terdaftar di kelas internasional.

Dengan demikian, calon mahasiswa harus membedakan antara:

  1. Kelas internasional yang seluruhnya diselenggarakan di Indonesia.
  2. Program mobilitas mahasiswa ke luar negeri.
  3. Program gelar ganda atau gelar bersama.
  4. Program kerja sama akademik dengan universitas luar negeri.

Keempatnya dapat saling berkaitan, tetapi tidak memiliki arti yang sama.

Perbedaan Bahasa Pengantar

Perbedaan yang paling mudah dikenali antara kelas internasional dan kelas reguler adalah penggunaan bahasa dalam pembelajaran.

Pada kelas reguler, kegiatan perkuliahan umumnya menggunakan bahasa Indonesia, meskipun dosen tetap dapat menggunakan buku, jurnal, atau sumber belajar berbahasa Inggris.

Sementara itu, kelas internasional dapat menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai kegiatan, seperti:

  • Penyampaian materi.
  • Diskusi kelas.
  • Presentasi.
  • Penulisan tugas.
  • Ujian.
  • Komunikasi akademik.
  • Proyek kelompok.

Namun, penggunaan bahasa Inggris tidak selalu berarti seluruh kegiatan dilakukan dalam bahasa tersebut. Ketentuan dapat berbeda tergantung program studi, dosen, dan kebijakan perguruan tinggi.

Calon mahasiswa perlu memeriksa apakah bahasa Inggris hanya digunakan pada sebagian mata kuliah atau menjadi bahasa pengantar utama. Informasi ini penting karena kemampuan membaca teks berbahasa Inggris saja belum tentu cukup untuk mengikuti diskusi, presentasi, dan penulisan akademik.

Mahasiswa kelas internasional biasanya perlu memiliki kemampuan untuk:

  • Memahami materi akademik berbahasa Inggris.
  • Menjelaskan pendapat secara lisan.
  • Menulis laporan atau esai.
  • Melakukan presentasi.
  • Berdiskusi dengan teman dari latar belakang berbeda.
  • Memahami istilah teknis dalam bidang studi.

Kemampuan tersebut dapat dikembangkan selama kuliah, tetapi mahasiswa tetap perlu memiliki dasar yang cukup agar tidak terlalu kesulitan mengikuti pembelajaran.

Apakah Harus Memiliki Sertifikat Bahasa Inggris?

Persyaratan kemampuan bahasa Inggris pada kelas internasional dapat berbeda-beda. Ada program yang meminta sertifikat kemampuan bahasa Inggris sejak awal pendaftaran. Ada pula yang menggunakan tes bahasa internal atau menetapkan standar tertentu setelah mahasiswa diterima.

Jenis sertifikat dan nilai minimum yang diminta juga dapat berbeda. Karena itu, calon mahasiswa harus memeriksa ketentuan resmi dari program yang dituju.

Beberapa kemampuan yang biasanya dinilai meliputi:

  • Listening atau kemampuan memahami percakapan.
  • Reading atau kemampuan memahami teks.
  • Writing atau kemampuan menulis.
  • Speaking atau kemampuan berbicara.
  • Penguasaan kosakata akademik.
  • Pemahaman tata bahasa.

Calon mahasiswa tidak sebaiknya menganggap bahwa kemampuan bahasa Inggris hanya dibutuhkan untuk lolos seleksi. Kemampuan tersebut juga akan digunakan selama proses perkuliahan.

Jika belum percaya diri, calon mahasiswa dapat mulai berlatih melalui membaca artikel, mendengarkan materi akademik, menulis ringkasan, melakukan presentasi sederhana, atau mengikuti kegiatan diskusi berbahasa Inggris.

Perbedaan Kurikulum dan Materi Pembelajaran

Kelas internasional tidak selalu memiliki kurikulum yang sepenuhnya berbeda dari kelas reguler. Dalam beberapa program, mata kuliah inti tetap sama karena mahasiswa harus memenuhi standar kompetensi program studi.

Perbedaannya dapat terlihat pada:

  • Bahasa penyampaian materi.
  • Referensi yang digunakan.
  • Studi kasus.
  • Metode pembelajaran.
  • Proyek kolaboratif.
  • Kegiatan akademik internasional.
  • Mata kuliah tambahan.
  • Kesempatan mengambil mata kuliah di universitas mitra.

Sebagai contoh, program studi bisnis pada kelas reguler mungkin menggunakan studi kasus perusahaan Indonesia. Sementara itu, kelas internasional dapat menambahkan studi kasus perusahaan multinasional, strategi bisnis lintas negara, atau pembahasan pasar global.

Dalam bidang teknologi, mahasiswa mungkin mempelajari standar, praktik, dan persoalan teknologi yang digunakan dalam konteks internasional. Dalam bidang kesehatan, mahasiswa dapat mempelajari perbandingan sistem pelayanan kesehatan di beberapa negara.

Namun, penggunaan studi kasus luar negeri tidak otomatis membuat suatu program menjadi lebih baik. Materi tetap harus relevan dengan kompetensi program studi dan kebutuhan mahasiswa.

Calon mahasiswa perlu memeriksa apakah kurikulum kelas internasional benar-benar memberikan pengalaman tambahan atau hanya berbeda dalam bahasa pengantar.

Kesempatan Mengikuti Program Pertukaran

Salah satu daya tarik kelas internasional adalah adanya kesempatan untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa. Program ini memungkinkan mahasiswa belajar di perguruan tinggi mitra, baik di dalam maupun luar negeri, selama periode tertentu.

Dalam program pertukaran, mahasiswa dapat mengikuti mata kuliah, kegiatan akademik, proyek, atau aktivitas budaya di institusi tujuan. Setelah menyelesaikan program, mata kuliah yang diambil mungkin dapat diakui oleh perguruan tinggi asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun, kesempatan pertukaran biasanya tidak diberikan secara otomatis. Mahasiswa dapat diminta memenuhi beberapa persyaratan, seperti:

  • Nilai akademik minimum.
  • Jumlah SKS tertentu.
  • Kemampuan bahasa.
  • Surat rekomendasi.
  • Motivasi mengikuti program.
  • Ketersediaan kuota.
  • Kesesuaian bidang studi.
  • Kemampuan membiayai kebutuhan tertentu.

Persyaratan tersebut dapat berbeda antara satu program dan program lainnya.

Selain itu, calon mahasiswa perlu memeriksa apakah program pertukaran benar-benar sudah berjalan atau masih berupa rencana kerja sama. Kerja sama yang tercantum di website belum tentu berarti seluruh mahasiswa memiliki akses yang sama terhadap program tersebut.

Pertanyaan yang dapat diajukan kepada kampus antara lain:

  • Universitas mana saja yang menjadi mitra?
  • Berapa banyak mahasiswa yang dapat mengikuti pertukaran?
  • Apakah program tersebut tersedia setiap tahun?
  • Apa saja persyaratannya?
  • Apakah biaya ditanggung oleh kampus atau mahasiswa?
  • Bagaimana sistem pengakuan SKS?
  • Apakah ada pendampingan selama program berlangsung?

Program Gelar Ganda dan Gelar Bersama

Beberapa kelas internasional dapat terhubung dengan program gelar ganda atau gelar bersama. Meskipun sering disebut dalam konteks yang sama, keduanya memiliki pengertian yang berbeda.

Gelar ganda

Program gelar ganda memungkinkan mahasiswa memperoleh dua gelar dari dua institusi atau dari dua bidang pendidikan tertentu, sesuai dengan struktur program yang ditetapkan.

Mahasiswa biasanya harus memenuhi persyaratan akademik dari masing-masing institusi. Lama studi, beban mata kuliah, biaya, dan lokasi perkuliahan dapat berbeda tergantung kerja sama yang berlaku.

Gelar bersama

Program gelar bersama merupakan program yang diselenggarakan melalui kerja sama beberapa institusi dan menghasilkan gelar sesuai kesepakatan akademik yang telah ditetapkan.

Tidak semua kelas internasional menawarkan gelar ganda atau gelar bersama. Karena itu, calon mahasiswa tidak boleh menganggap bahwa masuk kelas internasional otomatis berarti akan memperoleh dua gelar.

Informasi mengenai gelar harus diperiksa secara resmi, termasuk nama institusi pemberi gelar, durasi studi, lokasi pembelajaran, dan ketentuan kelulusan.

Biaya Kelas Internasional

Biaya menjadi salah satu perbedaan penting yang perlu diperhatikan. Dalam beberapa perguruan tinggi, kelas internasional memiliki biaya yang berbeda dari kelas reguler.

Perbedaan tersebut dapat muncul karena adanya layanan atau kegiatan tambahan, seperti:

  • Proses seleksi khusus.
  • Kelas berbahasa asing.
  • Program pengayaan.
  • Dosen tamu.
  • Kegiatan akademik internasional.
  • Penggunaan fasilitas tertentu.
  • Program pertukaran.
  • Pengelolaan kerja sama dengan mitra luar negeri.
  • Kegiatan perjalanan akademik.

Komponen biaya dapat meliputi:

  1. Biaya pendaftaran.
  2. Biaya seleksi.
  3. Biaya pendidikan per semester.
  4. Biaya kegiatan akademik.
  5. Biaya praktikum.
  6. Biaya program mobilitas.
  7. Biaya perjalanan.
  8. Biaya tempat tinggal.
  9. Biaya paspor atau dokumen perjalanan.
  10. Biaya asuransi jika diperlukan.
  11. Biaya hidup selama berada di luar negeri.

Calon mahasiswa perlu membedakan antara biaya yang wajib dibayarkan dan biaya yang hanya muncul apabila mahasiswa mengikuti program tertentu.

Sebagai contoh, biaya kelas internasional mungkin sudah mencakup kegiatan pembelajaran berbahasa Inggris, tetapi belum tentu mencakup tiket pesawat, akomodasi, dan kebutuhan hidup selama pertukaran mahasiswa.

Karena itu, jangan hanya bertanya, “Berapa biaya kuliahnya?” Pertanyaan yang lebih lengkap adalah, “Biaya apa saja yang harus dibayar sejak awal sampai lulus?”

Apakah Kelas Internasional Selalu Lebih Mahal?

Kelas internasional sering kali memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan kelas reguler, tetapi hal tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk semua PTN.

Besaran biaya dipengaruhi oleh kebijakan kampus, program studi, jalur penerimaan, fasilitas, dan bentuk kerja sama yang ditawarkan.

Ada program yang memiliki biaya tambahan karena menyediakan kegiatan akademik tertentu. Ada pula program yang memiliki struktur biaya berbeda karena dikelola melalui skema penerimaan khusus.

Calon mahasiswa perlu memeriksa rincian biaya secara resmi. Jangan hanya membandingkan nominal per semester tanpa memperhatikan fasilitas dan layanan yang diperoleh.

Hal lain yang perlu diperiksa adalah apakah biaya tersebut bersifat tetap atau dapat berubah. Calon mahasiswa juga perlu mengetahui ketentuan pembayaran, pengembalian biaya, beasiswa, serta konsekuensi jika tidak dapat melanjutkan program.

Proses Penerimaan Mahasiswa Bisa Berbeda

Kelas internasional dapat memiliki jalur penerimaan yang berbeda dari kelas reguler. Beberapa program mungkin membuka seleksi khusus dengan tahapan tambahan.

Tahapan seleksi dapat meliputi:

  • Seleksi administrasi.
  • Tes akademik.
  • Tes kemampuan bahasa Inggris.
  • Wawancara.
  • Penilaian prestasi.
  • Tes potensi atau kemampuan tertentu.
  • Pemeriksaan dokumen.
  • Penilaian portofolio untuk program tertentu.

Tidak semua program menggunakan seluruh tahapan tersebut. Ketentuan dapat berubah setiap tahun sesuai kebijakan perguruan tinggi.

Calon mahasiswa juga perlu memperhatikan jadwal pendaftaran. Jalur kelas internasional dapat memiliki periode pendaftaran yang berbeda dari jalur reguler. Oleh sebab itu, informasi harus diperiksa melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru.

Jangan hanya melihat informasi dari unggahan media sosial atau promosi pihak ketiga. Pastikan informasi mengenai jadwal, biaya, syarat, dan mekanisme seleksi berasal dari sumber resmi.

Kelebihan Mengikuti Kelas Internasional

Kelas internasional dapat memberikan beberapa keuntungan bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang tertarik dengan lingkungan akademik global.

1. Terbiasa menggunakan bahasa Inggris

Mahasiswa memiliki kesempatan untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan akademik secara lebih rutin. Kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan berdiskusi.

2. Memiliki perspektif yang lebih luas

Materi pembelajaran dapat mencakup studi kasus, perkembangan, dan persoalan dari berbagai negara. Mahasiswa dapat memahami bahwa satu masalah bisa memiliki pendekatan yang berbeda di setiap wilayah.

3. Memperluas jaringan pertemanan

Mahasiswa mungkin bertemu dengan teman dari daerah, negara, atau latar belakang pendidikan yang berbeda. Jaringan tersebut dapat berkembang menjadi relasi akademik maupun profesional.

4. Mendapat pengalaman akademik internasional

Mahasiswa dapat memiliki kesempatan mengikuti seminar, proyek, pertukaran, atau kegiatan kolaborasi dengan institusi luar negeri.

5. Melatih kemampuan beradaptasi

Penggunaan bahasa asing, metode pembelajaran berbeda, dan interaksi dengan orang dari berbagai latar belakang dapat melatih kemampuan adaptasi.

6. Mengenal standar dan praktik global

Mahasiswa dapat mempelajari pendekatan, standar, atau praktik yang digunakan dalam konteks internasional sesuai dengan bidang studinya.

Namun, keuntungan tersebut tetap bergantung pada kualitas program dan keaktifan mahasiswa. Terdaftar di kelas internasional tidak otomatis membuat seseorang memiliki kemampuan bahasa atau jaringan global tanpa proses belajar dan pengalaman yang nyata.

Tantangan Mengikuti Kelas Internasional

Selain keuntungan, kelas internasional juga memiliki tantangan yang perlu dipertimbangkan.

1. Tuntutan bahasa lebih tinggi

Mahasiswa mungkin perlu membaca banyak referensi, menulis laporan, dan melakukan presentasi dalam bahasa Inggris. Jika kemampuan dasar belum cukup, proses belajar dapat terasa lebih berat.

2. Beban biaya lebih besar

Program tertentu dapat membutuhkan biaya tambahan, terutama jika terdapat kegiatan luar kampus atau program ke luar negeri.

3. Tuntutan akademik

Penggunaan referensi internasional dan kegiatan pembelajaran berbasis proyek dapat menuntut mahasiswa untuk lebih mandiri dalam mencari informasi.

4. Persaingan dalam program tertentu

Kelas internasional dapat memiliki kuota terbatas sehingga proses penerimaannya cukup kompetitif.

5. Tidak semua kesempatan berlaku otomatis

Kesempatan pertukaran, magang, atau program luar negeri mungkin memiliki seleksi tersendiri. Mahasiswa harus tetap memenuhi persyaratan untuk dapat mengikutinya.

6. Perlu kemampuan mengatur waktu

Mahasiswa harus membagi waktu antara kuliah, tugas, organisasi, kegiatan pengembangan diri, dan kemungkinan program tambahan.

Dengan memahami tantangan tersebut, calon mahasiswa dapat menilai apakah program tersebut sesuai dengan kesiapan dirinya.

Apakah Kelas Internasional Lebih Menjamin Masa Depan?

Kelas internasional dapat memberikan pengalaman dan kompetensi tambahan, tetapi tidak otomatis menjamin seseorang lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Dunia kerja tetap mempertimbangkan berbagai aspek, seperti:

  • Kompetensi teknis.
  • Kemampuan komunikasi.
  • Pengalaman organisasi.
  • Pengalaman magang.
  • Portofolio.
  • Kemampuan bekerja sama.
  • Kemampuan memecahkan masalah.
  • Pengalaman proyek.
  • Penguasaan bahasa.
  • Sikap profesional.
  • Kesesuaian dengan kebutuhan perusahaan.

Mahasiswa kelas reguler juga dapat memperoleh pengalaman internasional melalui organisasi, kompetisi, pertukaran, kursus, magang, penelitian, atau kegiatan lainnya.

Sebaliknya, mahasiswa kelas internasional tetap perlu membangun kompetensi secara aktif. Label “internasional” tidak dapat menggantikan kemampuan nyata.

Oleh karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak memilih kelas internasional hanya karena menganggap lulusannya pasti lebih unggul. Pertimbangan utama tetap harus berkaitan dengan kualitas program, kesesuaian bidang studi, kemampuan diri, dan kondisi finansial.

Hal yang Perlu Ditanyakan Sebelum Mendaftar

Sebelum memilih kelas internasional, calon mahasiswa dapat membuat daftar pertanyaan berikut:

  1. Apakah seluruh perkuliahan menggunakan bahasa Inggris?
  2. Apakah kurikulumnya berbeda dari kelas reguler?
  3. Apakah terdapat mata kuliah tambahan?
  4. Apakah tersedia program pertukaran mahasiswa?
  5. Universitas luar negeri mana yang menjadi mitra?
  6. Apakah kesempatan ke luar negeri dijamin atau melalui seleksi?
  7. Apakah tersedia program gelar ganda atau gelar bersama?
  8. Berapa biaya pendidikan setiap semester?
  9. Apakah terdapat biaya tambahan?
  10. Apakah biaya pertukaran ditanggung oleh mahasiswa?
  11. Apa saja syarat kemampuan bahasa?
  12. Apakah terdapat tes atau wawancara khusus?
  13. Bagaimana sistem magang dan kerja samanya?
  14. Apakah lulusan memperoleh ijazah atau gelar yang berbeda?
  15. Bagaimana dukungan akademik bagi mahasiswa?

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan membantu calon mahasiswa memahami program secara lebih konkret.

Cara Menentukan Apakah Kelas Internasional Cocok

Kelas internasional dapat dipertimbangkan apabila calon mahasiswa:

  • Memiliki ketertarikan terhadap lingkungan akademik global.
  • Bersedia menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan belajar.
  • Siap membaca referensi dan mengerjakan tugas secara mandiri.
  • Memiliki kemampuan finansial yang sesuai.
  • Tertarik mengikuti kegiatan lintas budaya.
  • Ingin membangun jaringan akademik yang lebih luas.
  • Bersedia mengikuti proses seleksi tambahan.
  • Memiliki tujuan pendidikan yang relevan dengan program tersebut.

Namun, jika calon mahasiswa lebih nyaman belajar dalam bahasa Indonesia, memiliki keterbatasan biaya, atau belum membutuhkan pengalaman internasional, kelas reguler juga tetap dapat menjadi pilihan yang baik.

Mahasiswa kelas reguler masih dapat mengembangkan kemampuan bahasa Inggris, mengikuti kegiatan internasional, mencari pengalaman magang, dan membangun jaringan global melalui berbagai jalur.

Pilihan kelas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, bukan semata-mata karena label atau anggapan bahwa satu kelas lebih bergengsi.

Kesimpulan

Kelas internasional di PTN merupakan program pendidikan yang memiliki orientasi pembelajaran dan pengalaman akademik global. Bentuknya dapat berbeda-beda, mulai dari penggunaan bahasa Inggris, kurikulum berperspektif internasional, kerja sama dengan universitas luar negeri, hingga kesempatan pertukaran mahasiswa.

Kelas internasional tidak selalu berarti mahasiswa harus kuliah di luar negeri. Tidak semua program menawarkan gelar ganda, dan tidak semua mahasiswa otomatis memperoleh kesempatan pertukaran. Semua ketentuan bergantung pada program studi dan kebijakan perguruan tinggi.

Dari sisi biaya, kelas internasional dapat memiliki komponen pengeluaran tambahan. Calon mahasiswa perlu memeriksa biaya pendidikan, kegiatan akademik, perjalanan, tempat tinggal, dan kebutuhan lain secara menyeluruh.

Kelas internasional juga tidak otomatis menjamin pekerjaan atau masa depan yang lebih baik. Keberhasilan mahasiswa tetap dipengaruhi oleh kompetensi, pengalaman, portofolio, kemampuan komunikasi, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Sebelum mendaftar, calon mahasiswa perlu membaca informasi resmi, memeriksa kurikulum, memahami persyaratan bahasa, mencari tahu bentuk kerja sama internasional, dan menghitung kemampuan finansial.

Dengan begitu, keputusan memilih kelas internasional dapat dilakukan berdasarkan informasi yang jelas, bukan hanya karena namanya terdengar lebih bergengsi.

Penulis:
Yumna Salwa Aqilah
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi