Akuntansi vs Manajemen: Apa Bedanya dan Mana yang Cocok Buat Kamu?

Kalau kamu sedang mencari jurusan yang berhubungan dengan bisnis, kemungkinan besar Akuntansi dan Manajemen pernah masuk ke daftar pilihanmu.

Keduanya sama-sama mempelajari dunia bisnis dan sama-sama punya prospek kerja yang cukup luas. Bahkan, beberapa mata kuliahnya juga bisa terdengar mirip.

Tapi jangan sampai menganggap Akuntansi dan Manajemen itu sama.

Akuntansi lebih banyak berfokus pada informasi keuangan, pencatatan, pelaporan, dan analisis keuangan. Sementara Manajemen lebih luas dalam mempelajari bagaimana sebuah organisasi atau bisnis direncanakan, dijalankan, dan dikembangkan.

Lalu, kalau kamu harus memilih salah satunya, mana yang lebih cocok?

1. Akuntansi Belajar Apa?

Di jurusan Akuntansi, kamu akan banyak mempelajari bagaimana informasi keuangan suatu organisasi dicatat, disusun, dianalisis, dan digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.

Di awal perkuliahan, kamu bisa bertemu dengan dasar-dasar akuntansi, seperti jurnal, persamaan akuntansi, hingga penyusunan laporan keuangan.

Semakin lanjut, materi yang dipelajari juga semakin beragam, misalnya:

  • Akuntansi Keuangan
  • Akuntansi Manajemen
  • Akuntansi Biaya
  • Auditing
  • Perpajakan
  • Sistem Informasi Akuntansi
  • Analisis Laporan Keuangan
  • Akuntansi Sektor Publik

Jadi, kalau kamu masuk Akuntansi, kamu nggak hanya belajar “debit dan kredit”.

Kamu juga akan belajar memahami apa yang terjadi di balik angka-angka keuangan sebuah organisasi.

2. Kalau Manajemen Belajar Apa?

Sementara itu, Manajemen mempelajari bagaimana sebuah organisasi atau bisnis dapat direncanakan, dikelola, dan dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu.

Karena cakupannya luas, kamu akan bertemu dengan berbagai bidang dalam bisnis.

Misalnya:

  • Manajemen Keuangan
  • Manajemen Pemasaran
  • Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Manajemen Operasional
  • Perilaku Organisasi
  • Strategi Bisnis
  • Kewirausahaan

Jadi, kalau Akuntansi banyak berkutat dengan informasi keuangan, Manajemen lebih banyak membahas bagaimana sebuah organisasi menjalankan berbagai fungsi bisnisnya.

3. Biar Gampang, Bayangkan Kamu Punya Sebuah Bisnis

Misalnya kamu punya bisnis clothing.

Sebagai orang yang mempelajari Akuntansi, kamu akan lebih banyak berurusan dengan pertanyaan seperti:

“Berapa pendapatan bisnis kita?”

“Berapa biaya yang dikeluarkan?”

“Berapa laba yang diperoleh?”

“Bagaimana kondisi aset dan kewajiban bisnis?”

Sementara dari perspektif Manajemen, pertanyaannya bisa menjadi:

“Produk apa yang harus kita jual?”

“Bagaimana cara memasarkannya?”

“Bagaimana mengelola tim?”

“Bagaimana membuat operasional bisnis lebih efektif?”

“Strategi apa yang bisa dilakukan supaya bisnis berkembang?”

Keduanya saling berhubungan, tetapi sudut pandangnya berbeda.

4. Akuntansi Lebih Banyak Angka, Berarti Manajemen Nggak Ada Angka?

Eits, jangan salah.

Manajemen juga tetap akan bertemu dengan angka.

Misalnya, mahasiswa Manajemen Keuangan akan mempelajari berbagai konsep dan analisis yang berkaitan dengan keuangan. Manajemen Pemasaran juga bisa menggunakan data untuk memahami konsumen dan mengevaluasi strategi pemasaran.

Namun, secara umum, Akuntansi memiliki porsi yang lebih kuat dalam pencatatan, pengukuran, pelaporan, dan analisis informasi keuangan.

Sementara Manajemen menggunakan berbagai informasi, termasuk data keuangan, untuk membantu perencanaan dan pengambilan keputusan bisnis.

Jadi, kalau kamu takut masuk Akuntansi karena “nggak suka angka”, jangan langsung beralih ke Manajemen dengan asumsi bahwa Manajemen bebas angka.

Keduanya tetap membutuhkan kemampuan analisis dan pemahaman data.

5. Cara Berpikirnya Juga Bisa Berbeda

Ini salah satu hal yang sering nggak terlihat ketika kamu cuma membaca daftar mata kuliah.

Di Akuntansi, kamu akan cukup sering dituntut untuk teliti, sistematis, dan mengikuti aturan atau standar yang berlaku.

Kamu perlu memastikan transaksi dicatat dengan tepat dan informasi yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara di Manajemen, kamu akan lebih sering berhadapan dengan masalah bisnis dan pilihan strategi.

Misalnya, sebuah perusahaan mengalami penurunan penjualan.

Kamu perlu mempertimbangkan apa penyebabnya dan strategi apa yang bisa dilakukan: apakah mengubah strategi pemasaran, memperbaiki produk, mengubah harga, memperluas target pasar, atau melakukan langkah lainnya.

Karena itu, Manajemen juga banyak membutuhkan kemampuan komunikasi, analisis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.

6. Bagaimana dengan Prospek Kerjanya?

Karena bidang yang dipelajari berbeda, arah karier keduanya juga cukup beragam.

Lulusan Akuntansi dapat berkarier di bidang seperti:

  • Akuntansi
  • Audit
  • Perpajakan
  • Keuangan
  • Analisis keuangan
  • Konsultasi
  • Perbankan
  • Internal audit

Sementara lulusan Manajemen dapat berkarier di berbagai bidang seperti:

  • Marketing
  • Human Resources
  • Business Development
  • Operations
  • Finance
  • Sales
  • Management Trainee
  • Entrepreneurship

Namun, jangan menganggap bahwa daftar tersebut adalah batasan mutlak.

Di dunia kerja, banyak posisi yang dapat diisi oleh lulusan dari berbagai jurusan, tergantung pada kompetensi, pengalaman, dan persyaratan posisi tersebut.

7. Kalau Suka Bisnis, Harus Pilih Manajemen?

Belum tentu.

Justru Akuntansi juga sangat dekat dengan dunia bisnis.

Kalau kamu ingin memahami bagaimana kondisi keuangan sebuah perusahaan, bagaimana transaksi dicatat, bagaimana laporan keuangan disusun, atau bagaimana informasi keuangan dianalisis, Akuntansi bisa menjadi pilihan.

Sementara kalau kamu lebih tertarik dengan bagaimana perusahaan menjalankan bisnis, mengelola orang, memasarkan produk, mengatur operasional, dan menentukan strategi, Manajemen mungkin terasa lebih sesuai.

Jadi, jangan menggunakan patokan:

“Suka bisnis = Manajemen.”

Karena Akuntansi juga merupakan salah satu bagian penting dalam dunia bisnis.

8. Kalau Suka Matematika, Pilih Akuntansi?

Ini juga nggak sesederhana itu.

Akuntansi memang menggunakan angka, tetapi Akuntansi bukan jurusan Matematika.

Kamu lebih banyak berhadapan dengan logika akuntansi, pencatatan transaksi, laporan keuangan, analisis, serta penerapan konsep dalam berbagai kasus.

Begitu juga dengan Manajemen. Walaupun tidak berfokus pada akuntansi, kamu tetap akan menemukan mata kuliah yang menggunakan perhitungan dan analisis data.

Jadi, jangan memilih jurusan hanya berdasarkan pertanyaan:

“Mana yang lebih sedikit hitung-hitungannya?”

Lebih baik tanyakan:

“Jenis masalah seperti apa yang ingin aku pelajari?”

9. Jadi, Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?

Coba lihat kecenderunganmu.

Akuntansi bisa kamu pertimbangkan kalau:

  • Kamu cukup nyaman dengan angka dan data.
  • Kamu suka pekerjaan yang detail dan sistematis.
  • Kamu tertarik memahami kondisi keuangan bisnis.
  • Kamu suka menganalisis laporan dan informasi keuangan.
  • Kamu tertarik dengan audit, pajak, atau bidang akuntansi dan keuangan.

Manajemen bisa kamu pertimbangkan kalau:

  • Kamu tertarik dengan dunia bisnis secara lebih luas.
  • Kamu suka memikirkan strategi dan cara menyelesaikan masalah.
  • Kamu tertarik dengan pemasaran, SDM, operasional, atau pengembangan bisnis.
  • Kamu menikmati komunikasi dan kerja sama dengan orang lain.
  • Kamu ingin mengeksplorasi berbagai bidang dalam dunia bisnis.

Tentu saja, ini bukan aturan mutlak. Seseorang yang masuk Akuntansi bisa saja punya kemampuan komunikasi yang bagus, begitu juga mahasiswa Manajemen bisa sangat nyaman dengan angka.

Yang paling penting adalah memahami fokus utama dari jurusan tersebut.

10. Jangan Pilih Cuma Karena Katanya “Prospeknya Bagus”

Akuntansi dan Manajemen sama-sama memiliki bidang karier yang luas. Tapi prospek kerja seharusnya bukan satu-satunya alasan kamu memilih jurusan.

Bayangkan kamu harus menjalani kuliah selama beberapa tahun.

Kalau setiap hari kamu mempelajari sesuatu yang sebenarnya nggak kamu minati, jurusan dengan prospek sebaik apa pun bisa terasa berat.

Karena itu, sebelum menentukan pilihan, coba cek:

Apa yang dipelajari?

Mata kuliahnya seperti apa?

Tugasnya lebih banyak seperti apa?

Bidang kariernya sesuai dengan minatmu atau nggak?

Dan yang paling penting, kamu bisa membayangkan diri sendiri belajar hal-hal tersebut selama beberapa tahun ke depan?

Jadi, Akuntansi atau Manajemen?

Nggak ada jawaban bahwa salah satunya pasti lebih bagus.

Akuntansi lebih berfokus pada informasi keuangan: bagaimana transaksi dicatat, laporan disusun, informasi dianalisis, dan digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.

Sementara Manajemen memiliki cakupan yang lebih luas dalam mengelola organisasi dan bisnis, mulai dari pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, operasional, hingga strategi.

Kalau kamu tertarik dengan angka, detail, laporan keuangan, dan analisis keuangan, Akuntansi bisa menjadi pilihan yang menarik.

Kalau kamu lebih tertarik dengan strategi bisnis, pemasaran, pengelolaan orang, operasional, dan bagaimana sebuah organisasi berkembang, Manajemen bisa lebih sesuai.

Pada akhirnya, jangan mencari jurusan yang kelihatannya “paling bagus”.

Cari tahu dulu jurusan mana yang isinya paling bisa kamu bayangkan untuk kamu jalani.

Penulis:
Aurellia Aramynta Putri

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi