Kuliah di Jurusan Akuntansi Belajar Apa Saja, Sih?
Kalau mendengar kata Akuntansi, apa yang langsung muncul di pikiranmu?
Debit-kredit? Jurnal? Laporan keuangan? Atau mungkin angka yang kelihatannya bikin pusing?
Nggak salah, kok. Akuntansi memang banyak berhubungan dengan angka dan pencatatan keuangan. Tapi kalau kamu mengira kuliah Akuntansi isinya cuma menghitung uang dari semester satu sampai lulus, ternyata nggak sesederhana itu.
Di jurusan Akuntansi, kamu nggak cuma belajar cara mencatat transaksi, tetapi juga belajar bagaimana informasi keuangan digunakan untuk memahami kondisi sebuah bisnis dan membantu seseorang mengambil keputusan.
Lalu, sebenarnya selama kuliah Akuntansi kamu akan belajar apa saja?
1. Dasar-Dasar Akuntansi
Di awal perkuliahan, kamu biasanya akan dikenalkan terlebih dahulu dengan konsep dasar akuntansi.
Kamu akan belajar bagaimana sebuah transaksi dicatat, memahami persamaan dasar akuntansi, membuat jurnal, memposting transaksi, sampai menyusun laporan keuangan sederhana.
Di tahap ini, kamu akan mulai familiar dengan istilah seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban.
Kelihatannya memang penuh angka, tetapi sebenarnya kamu sedang belajar memahami cerita di balik angka tersebut.
Misalnya, ketika sebuah perusahaan membeli kendaraan, kamu nggak hanya melihat nominal transaksinya. Kamu juga perlu memahami bagaimana transaksi tersebut memengaruhi aset dan kondisi keuangan perusahaan.
2. Akuntansi Keuangan
Setelah memahami dasarnya, kamu akan masuk lebih jauh ke akuntansi keuangan.
Di sini, kamu akan mempelajari bagaimana transaksi keuangan suatu perusahaan dicatat dan kemudian disajikan dalam bentuk laporan keuangan.
Kamu bisa bertemu dengan berbagai topik seperti kas, piutang, persediaan, aset tetap, liabilitas, hingga ekuitas.
Kamu juga akan belajar memahami laporan seperti laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.
Jadi, bukan cuma “bisa bikin laporan”, tetapi juga memahami bagaimana informasi tersebut menggambarkan kondisi perusahaan.
3. Akuntansi Manajemen
Kalau akuntansi keuangan lebih banyak berkaitan dengan penyajian informasi keuangan, akuntansi manajemen membantu menyediakan informasi yang dapat digunakan oleh pihak internal perusahaan untuk mengambil keputusan.
Misalnya, sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan apakah akan memproduksi suatu produk sendiri atau membelinya dari pihak lain.
Untuk mengambil keputusan, perusahaan membutuhkan informasi mengenai biaya dan berbagai faktor lainnya.
Di sinilah kamu akan belajar bagaimana informasi akuntansi dapat digunakan untuk membantu manajemen dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.
Jadi, akuntansi ternyata nggak hanya soal mencatat apa yang sudah terjadi. Kamu juga akan belajar bagaimana informasi keuangan bisa digunakan untuk menentukan apa yang sebaiknya dilakukan selanjutnya.
4. Akuntansi Biaya
Kalau kamu penasaran bagaimana perusahaan mengetahui biaya untuk menghasilkan suatu produk atau jasa, kamu akan bertemu dengan Akuntansi Biaya.
Di mata kuliah ini, kamu akan belajar mengenai berbagai konsep biaya, bagaimana biaya dikumpulkan dan dialokasikan, serta bagaimana informasi biaya dapat digunakan untuk membantu perusahaan mengendalikan dan merencanakan kegiatan operasionalnya.
Contohnya, sebuah perusahaan memproduksi sepatu.
Untuk mengetahui biaya produksinya, perusahaan perlu memperhitungkan berbagai komponen seperti bahan baku, tenaga kerja, dan biaya produksi lainnya.
Dari sini, perusahaan bisa mendapatkan informasi yang berguna untuk menentukan harga, mengevaluasi efisiensi produksi, dan mengambil keputusan bisnis.
5. Perpajakan
Ternyata anak Akuntansi juga akan bertemu dengan pajak.
Kamu akan mempelajari berbagai konsep perpajakan dan bagaimana transaksi atau aktivitas ekonomi memiliki konsekuensi perpajakan.
Materinya bisa berkaitan dengan penghitungan pajak, ketentuan perpajakan, pelaporan, serta bagaimana akuntansi dan perpajakan saling berhubungan.
Jadi, kalau selama ini kamu menganggap pajak cuma urusan orang yang bekerja di kantor pajak, di Akuntansi kamu akan cukup sering berinteraksi dengan konsep tersebut.
6. Auditing
Pernah bertanya bagaimana cara memastikan laporan keuangan sebuah perusahaan dapat dipercaya?
Salah satu jawabannya adalah melalui audit.
Dalam mata kuliah auditing, kamu akan mempelajari proses pemeriksaan informasi keuangan dan berbagai prosedur yang digunakan auditor untuk memperoleh bukti serta menarik kesimpulan berdasarkan standar yang berlaku.
Kamu akan belajar bahwa auditor nggak sekadar “mencari kesalahan”.
Ada proses untuk memahami risiko, mengumpulkan bukti, melakukan pengujian, dan mengevaluasi apakah informasi yang disajikan telah sesuai dengan kriteria atau standar yang berlaku.
Buat kamu yang suka pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kemampuan analisis, bagian ini bisa jadi menarik.
7. Sistem Informasi Akuntansi
Akuntansi juga nggak bisa dipisahkan dari teknologi.
Di Sistem Informasi Akuntansi, kamu akan mempelajari bagaimana informasi keuangan dikumpulkan, diproses, disimpan, dan digunakan dalam sebuah organisasi.
Kamu akan melihat bagaimana proses bisnis dan sistem informasi saling berhubungan.
Apalagi sekarang banyak pekerjaan akuntansi yang sudah menggunakan software dan sistem digital. Karena itu, memahami bagaimana teknologi mendukung proses akuntansi menjadi semakin penting.
8. Akuntansi Sektor Publik
Akuntansi nggak cuma digunakan perusahaan swasta.
Pemerintah dan organisasi publik juga membutuhkan pengelolaan serta pelaporan keuangan yang baik.
Karena itu, kamu juga bisa mempelajari Akuntansi Sektor Publik, yang membahas pengelolaan dan pelaporan keuangan pada organisasi sektor publik.
Materinya dapat berkaitan dengan bagaimana anggaran dikelola, bagaimana transaksi pemerintah dicatat, serta bagaimana laporan keuangan sektor publik disusun dan dipertanggungjawabkan.
9. Analisis Laporan Keuangan
Setelah belajar membuat laporan keuangan, pertanyaan berikutnya adalah:
“Terus, dari laporan ini kita bisa tahu apa?”
Nah, di sinilah analisis laporan keuangan menjadi penting.
Kamu akan belajar menggunakan informasi dalam laporan keuangan untuk menilai kondisi dan kinerja suatu perusahaan.
Misalnya, apakah perusahaan memiliki kemampuan membayar kewajibannya? Apakah kinerjanya membaik? Bagaimana kondisi profitabilitasnya?
Kamu bisa menggunakan berbagai analisis dan rasio keuangan untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut.
Jadi, kamu nggak cuma belajar membuat angka, tetapi juga belajar membaca dan menginterpretasikan angka.
10. Apakah Kuliah Akuntansi Isinya Menghitung Terus?
Ini salah satu miskonsepsi yang paling sering muncul.
Akuntansi memang menggunakan angka, tetapi bukan berarti seluruh kuliahnya hanya matematika.
Kamu tetap membutuhkan kemampuan logika, analisis, ketelitian, pemahaman konsep, dan kemampuan membaca informasi.
Bahkan, semakin lanjut materi yang dipelajari, kamu akan semakin sering dihadapkan pada kasus.
Misalnya, kamu diberikan kondisi sebuah perusahaan dan harus menentukan bagaimana transaksi tersebut dicatat, bagaimana dampaknya terhadap laporan keuangan, atau keputusan apa yang bisa diambil berdasarkan informasi yang tersedia.
Jadi kalau kamu takut masuk Akuntansi karena merasa “aku nggak jago matematika”, jangan langsung mencoret jurusan ini dari pilihanmu.
Yang lebih penting adalah apakah kamu bersedia memahami konsep, berlatih, dan terbiasa berpikir secara sistematis.
11. Setelah Lulus, Anak Akuntansi Bisa Kerja Jadi Apa?
Karena bidang Akuntansi cukup luas, pilihan kariernya juga beragam.
Lulusan Akuntansi dapat berkarier di bidang seperti akuntansi keuangan, audit, perpajakan, akuntansi manajemen, keuangan, konsultasi, perbankan, hingga bidang bisnis lainnya.
Kamu juga bisa menemukan lulusan Akuntansi bekerja sebagai auditor internal, staf akuntansi, tax staff, financial analyst, atau berbagai posisi lain yang membutuhkan kemampuan mengolah dan menganalisis informasi keuangan.
Namun, untuk profesi tertentu terdapat pendidikan, sertifikasi, atau persyaratan khusus yang perlu dipenuhi.
Jadi, kuliah Akuntansi nggak berarti kamu hanya punya satu pilihan pekerjaan.
Jadi, Akuntansi Cocok Buat Siapa?
Kalau kamu tertarik dengan bisnis, keuangan, analisis, dan cara sebuah organisasi mengambil keputusan berdasarkan informasi, Akuntansi bisa menjadi salah satu jurusan yang layak kamu pertimbangkan.
Kamu juga akan cukup terbantu kalau punya sifat teliti, suka bekerja secara sistematis, dan nggak keberatan berhadapan dengan angka.
Tapi kamu nggak harus sudah jago Akuntansi sejak SMA atau SMK.
Kuliah memang tempat untuk belajar dari dasar dan mengembangkan kemampuan tersebut.
Yang penting, jangan memilih Akuntansi hanya karena mendengar “lulusannya gampang cari kerja”, dan jangan juga menghindarinya hanya karena berpikir “isinya pasti matematika semua”.
Coba kenali dulu apa yang akan kamu pelajari dan apakah cara belajarnya sesuai dengan minatmu.
Jadi, Kuliah Akuntansi Belajar Apa Saja?
Singkatnya, kuliah Akuntansi jauh lebih luas daripada sekadar debit dan kredit.
Kamu bisa belajar akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, akuntansi biaya, perpajakan, auditing, sistem informasi akuntansi, akuntansi sektor publik, sampai analisis laporan keuangan.
Semakin jauh kamu belajar, kamu akan semakin memahami bahwa akuntansi bukan hanya tentang “mencatat uang masuk dan keluar”, tetapi tentang bagaimana informasi keuangan dapat digunakan untuk memahami kondisi organisasi dan membantu mengambil keputusan.
Jadi, kalau kamu sekarang kelas 12 dan sedang mempertimbangkan Akuntansi, jangan cuma tanya:
“Aku kuat nggak sama angka?”
Coba tanyakan juga:
“Aku tertarik nggak memahami bagaimana sebuah bisnis berjalan melalui angka dan informasi keuangannya?”
Kalau jawabannya iya, mungkin Akuntansi memang layak masuk daftar jurusan yang kamu pertimbangkan.
Penulis:
Aurellia Aramynta Putri
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi