Jurusan Kuliah Harus Sesuai dengan Jurusan di SMA?
“Kan aku anak IPA, berarti harus ambil jurusan yang berhubungan sama IPA, ya?”
Belum tentu. Masuk kuliah gak selalu berarti kamu harus mengambil jurusan yang sama atau masih satu bidang dengan jurusanmu di SMA.
Anak IPA bisa saja tertarik masuk ekonomi, bisnis, atau komunikasi. Begitu juga anak IPS yang ingin masuk bidang tertentu di rumpun sains, selama memenuhi persyaratan dari kampus dan jalur seleksi yang dipilih.
Jadi, yang perlu diperhatikan bukan cuma “aku dulu ambil jurusan apa?”, tapi juga “jurusan kuliah apa yang memang ingin aku pelajari?”
Jurusan SMA Bukan Penentu Mutlak
Jurusan yang kamu ambil di SMA memang bisa menjadi bekal untuk kuliah, terutama karena beberapa jurusan punya materi dasar yang saling berkaitan.
Misalnya, siswa IPA yang ingin masuk Kedokteran sudah punya dasar Biologi dan Kimia dari SMA. Begitu juga siswa IPS yang memilih Ekonomi atau Akuntansi karena sudah terbiasa dengan materi yang berkaitan.
Tapi, itu bukan berarti pilihan jurusan kuliah harus selalu sama dengan jurusan SMA.
Kuliah justru bisa menjadi kesempatan untuk mempelajari bidang baru yang sebelumnya belum kamu dalami.
Terus, Anak IPA Bisa Masuk Jurusan IPS?
Bisa saja, tergantung ketentuan kampus dan jalur masuknya.
Misalnya, anak IPA tertarik dengan Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, atau Ekonomi. Sebelum memilih, cek dulu persyaratan program studi dan ketentuan seleksi yang berlaku.
Begitu juga sebaliknya. Anak IPS yang tertarik dengan bidang tertentu di rumpun sains perlu melihat apakah prodi tersebut menerima lintas jurusan dan apa saja persyaratannya.
Jadi, jangan cuma berpatokan pada anggapan “anak IPA harus kuliah di jurusan IPA” atau “anak IPS harus kuliah di jurusan IPS.”
Tapi Jangan Asal Pindah Bidang
Bebas memilih bukan berarti bisa asal menentukan jurusan.
Kalo kamu ingin mengambil bidang yang cukup berbeda dari pelajaran di SMA, coba cari tahu dulu apa saja yang akan dipelajari.
Misalnya kamu anak IPS dan ingin masuk jurusan yang banyak menggunakan Matematika. Berarti kamu perlu siap mengejar materi dasar yang mungkin belum terlalu familiar.
Begitu juga kalo kamu anak IPA yang ingin masuk jurusan sosial atau bisnis. Cari tahu dulu mata kuliahnya supaya kamu punya gambaran tentang apa yang akan dipelajari.
Sesuaikan dengan Minat dan Kemampuan
Selain latar belakang SMA, pertimbangkan juga minat dan kemampuanmu.
Jangan memilih jurusan hanya karena dianggap paling sesuai dengan jurusan SMA, padahal kamu sebenarnya gak tertarik di bidang tersebut.
Sebaliknya, jangan memilih jurusan hanya karena sedang populer tanpa tahu seperti apa perkuliahannya.
Coba pertimbangkan tiga hal:
- bidang yang kamu minati
- kemampuan yang sudah kamu punya
- kemampuan yang perlu kamu kembangkan
Dari situ, kamu bisa melihat apakah pilihan jurusanmu memang realistis untuk dijalani.
Perhatikan Juga Jalur Masuk PTN
Hal lain yang gak kalah penting adalah melihat jalur masuk yang kamu gunakan.
Setiap jalur dan program studi bisa punya ketentuan yang berbeda. Ada prodi yang membuka kesempatan lintas jurusan, tetapi ada juga yang memiliki persyaratan tertentu.
Jadi, sebelum memasukkan jurusan ke pilihan, selalu cek informasi resmi dari PTN dan penyelenggara seleksi.
Jadi, Harus Sesuai atau Gak?
Gak harus selalu sesuai.
Jurusan SMA bisa menjadi bekal dan pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya penentu jurusan kuliahmu.
Kalo kamu merasa lebih cocok dengan bidang yang berbeda, cari tahu peluangnya dan persiapkan kemampuan yang dibutuhkan. Yang penting, jangan sampai baru mengetahui perbedaannya setelah masuk kuliah.
Kesimpulan
Jurusan kuliah gak wajib sama persis dengan jurusan yang kamu ambil di SMA. Yang terpenting adalah memahami aturan prodi yang dituju, mempertimbangkan minat dan kemampuan, serta siap mempelajari hal-hal baru.
Jadi, buat kamu yang merasa “salah jurusan” sejak SMA, jangan langsung menganggap pilihan kuliahmu jadi terbatas. Masih ada banyak kemungkinan, selama kamu mau mencari tahu dan mempersiapkannya dengan baik.
Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi