Kenapa Satu PTN Bisa Jadi Sangat Ketat di Satu Jurusan, Tapi Longgar di Jurusan Lain?

Pernah gak kamu melihat satu PTN yang terkenal banget, tetapi ternyata tingkat persaingan setiap jurusannya berbeda jauh? Ada jurusan yang peminatnya ribuan dengan daya tampung terbatas, tetapi ada juga jurusan lain di kampus yang sama yang persaingannya relatif lebih longgar.

Hal ini wajar terjadi. Tingkat persaingan masuk PTN gak ditentukan oleh nama kampus saja, tetapi juga oleh jurusan, jumlah peminat, dan daya tampungnya.

1. Jumlah Peminat Setiap Jurusan Berbeda

Alasan paling sederhana adalah jumlah orang yang memilih setiap jurusan memang gak sama.

Jurusan seperti Kedokteran, Manajemen, Ilmu Komunikasi, Informatika, atau jurusan populer lainnya biasanya memiliki banyak peminat. Ketika jumlah pendaftarnya tinggi sementara kursinya terbatas, persaingannya menjadi lebih ketat.

Sebaliknya, ada jurusan yang peminatnya lebih sedikit sehingga persaingannya bisa lebih longgar.

Jadi, meskipun berada di PTN yang sama, tingkat persaingan tiap jurusan bisa berbeda.

2. Daya Tampung Ikut Menentukan

Jumlah peminat bukan satu-satunya faktor. Kamu juga perlu melihat daya tampung.

Misalnya:

  • Jurusan A: 2.000 peminat, 100 kursi
  • Jurusan B: 500 peminat, 100 kursi

Keduanya memiliki daya tampung yang sama, tetapi jumlah pesaingnya berbeda. Jurusan A jelas memiliki persaingan yang lebih tinggi.

Sebaliknya, jurusan dengan peminat lebih sedikit bisa memiliki peluang relatif lebih besar jika daya tampungnya cukup besar.

Karena itu, jangan hanya melihat “peminatnya banyak atau sedikit”. Bandingkan juga dengan jumlah kursinya.

3. Popularitas Jurusan Berpengaruh

Popularitas juga membuat suatu jurusan lebih ramai dipilih.

Jurusan yang sering muncul di media sosial, banyak direkomendasikan, atau dianggap memiliki prospek kerja luas biasanya lebih menarik perhatian calon mahasiswa.

Akibatnya, semakin banyak siswa memasukkan jurusan tersebut ke pilihan mereka.

Namun, jurusan populer bukan berarti satu-satunya jurusan yang memiliki prospek bagus.

Ada banyak jurusan yang peminatnya lebih sedikit tetapi tetap memiliki peluang karier yang menarik. Karena itu, jangan menentukan pilihan hanya berdasarkan jurusan yang sedang ramai.

4. Prospek Kerja Bisa Memengaruhi Peminat

Calon mahasiswa juga sering mempertimbangkan pekerjaan setelah lulus.

Jurusan yang dianggap punya banyak pilihan pekerjaan biasanya mendapatkan lebih banyak peminat. Hal ini kemudian meningkatkan persaingan masuk.

Namun, prospek kerja sebaiknya gak dilihat hanya dari nama jurusan. Perkembangan industri juga membuat kebutuhan pekerjaan terus berubah.

Yang lebih penting adalah melihat skill yang dipelajari, bidang pekerjaan yang tersedia, dan apakah bidang tersebut sesuai dengan minat serta kemampuanmu.

5. Setiap Jurusan Memiliki Karakter yang Berbeda

Dalam satu PTN, jurusan bisa berasal dari bidang yang sangat berbeda.

Misalnya, satu kampus bisa memiliki Kedokteran, Teknik, Ekonomi, Bahasa, Ilmu Sosial, hingga Matematika. Masing-masing bidang memiliki karakter pembelajaran dan jumlah peminat yang berbeda.

Karena itu, gak masuk akal jika semua jurusan di satu PTN dianggap memiliki tingkat persaingan yang sama hanya karena berada di kampus yang sama.

Nama PTN sama, tetapi persaingan jurusannya bisa jauh berbeda.

6. Jalur Masuk Juga Bisa Memengaruhi Persaingan

Tingkat persaingan juga perlu dilihat berdasarkan jalur masuk.

Jumlah peminat dan daya tampung pada SNBP, SNBT, dan jalur mandiri bisa berbeda. Jadi, jurusan yang terlihat sangat ketat pada satu jalur belum tentu memiliki kondisi yang sama pada jalur lainnya.

Kalau sedang menentukan strategi masuk PTN, pastikan kamu melihat data sesuai jalur yang akan diikuti.

Untuk SNBP, misalnya, informasi daya tampung dan mekanisme seleksinya dapat dilihat melalui laman resmi SNPMB. Begitu juga dengan SNBT yang menggunakan hasil UTBK sebagai dasar seleksi.

Jadi, Jurusan yang Lebih Longgar Lebih Mudah?

Belum tentu.

Jurusan dengan jumlah peminat lebih sedikit memang bisa memiliki persaingan yang lebih rendah. Tetapi kamu tetap harus mempertimbangkan apakah jurusan tersebut sesuai dengan minat dan kemampuanmu.

Jangan sampai memilih jurusan hanya karena terlihat “aman”, lalu justru kesulitan mengikuti perkuliahan karena bidangnya gak sesuai.

Lebih baik mencari titik tengah antara:

minat + kemampuan + prospek + tingkat persaingan.

Bagaimana Cara Membandingkan Persaingan Jurusan?

Sebelum menentukan pilihan, kamu bisa melihat beberapa data:

  1. Jumlah peminat tahun sebelumnya
  2. Daya tampung tahun yang akan datang
  3. Keketatan atau rasio penerimaan
  4. Jalur masuk yang dipilih
  5. Tren peminat dari tahun ke tahun

Data tersebut bisa membantu kamu melihat gambaran persaingan secara lebih realistis.

Misalnya, jangan langsung menganggap jurusan dengan 1.000 peminat pasti lebih mudah daripada jurusan dengan 700 peminat. Kalau daya tampung jurusan pertama jauh lebih besar, tingkat persaingannya bisa saja justru lebih rendah.

Kesimpulan

Satu PTN bisa memiliki jurusan yang sangat ketat sekaligus jurusan yang persaingannya lebih longgar karena setiap jurusan memiliki jumlah peminat, daya tampung, popularitas, dan karakter yang berbeda.

Jadi, saat memilih PTN, jangan berhenti di pertanyaan “PTN ini favorit atau bukan?”

Lihat juga jurusan yang kamu pilih, jumlah peminat, daya tampung, dan tingkat persaingannya.

Dengan memahami data tersebut, kamu bisa menentukan pilihan PTN dan jurusan dengan lebih realistis, bukan hanya berdasarkan reputasi kampus.

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi