PTN Favorit Harus Selalu Jadi Pilihan Pertama? Ini yang Perlu Dipertimbangkan

Buat sebagian calon mahasiswa, masuk PTN favorit terasa seperti tujuan utama. Nama kampus yang terkenal, reputasi akademik, sampai lingkungan alumninya sering menjadi alasan kenapa sebuah PTN masuk daftar pilihan.

Tapi ada satu hal yang sering terlupakan: PTN favorit belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Memilih kampus seharusnya gak hanya berdasarkan seberapa terkenal nama universitasnya, tetapi juga berdasarkan jurusan yang dipilih, peluang masuk, kondisi finansial, dan rencana setelah lulus.

PTN Favorit Memang Punya Banyak Keunggulan

Gak bisa dipungkiri, PTN yang memiliki reputasi kuat biasanya menawarkan berbagai keunggulan. Mulai dari lingkungan akademik, fasilitas, kesempatan mengikuti kegiatan, jaringan alumni, sampai kerja sama dengan berbagai institusi.

Hal tersebut bisa menjadi pertimbangan penting, terutama kalo kamu memang sudah mengetahui bidang yang ingin ditekuni. Misalnya, kamu sudah yakin ingin kuliah di bidang teknik dan menemukan program studi yang sesuai di PTN yang menjadi targetmu. Dalam kondisi seperti ini, menjadikan PTN tersebut sebagai pilihan utama tentu masuk akal. Masalahnya muncul kalo nama PTN justru menjadi satu-satunya alasan dalam menentukan pilihan.

Jangan Sampai Mengejar Kampus, Tapi Mengabaikan Jurusan

Kuliah bukan hanya tentang masuk universitas mana, tetapi juga belajar apa selama beberapa tahun ke depan.

Misalnya, ada dua pilihan:

  • PTN A lebih terkenal, tetapi jurusan yang tersedia kurang sesuai dengan bidang yang kamu minati.
  • PTN B mungkin gak sepopuler PTN A, tetapi memiliki jurusan yang lebih sesuai dengan minat dan rencana kariermu.

Dalam kondisi seperti ini, pilihan kedua gak otomatis menjadi pilihan yang lebih buruk. Karena pengalaman kuliahmu nantinya akan banyak dipengaruhi oleh program studi yang kamu jalani, bukan hanya nama universitas di ijazah.

Popularitas Juga Berarti Persaingan Bisa Lebih Tinggi

PTN favorit biasanya memiliki jumlah peminat yang besar. Hal tersebut membuat persaingan masuk ke beberapa program studi juga bisa sangat ketat. Misalnya, sebuah jurusan memiliki ribuan peminat tetapi daya tampungnya hanya puluhan atau ratusan kursi. Bukan berarti kamu gak boleh memilihnya. Justru, kalo memang itu targetmu, kamu bisa menjadikannya target utama yang diperjuangkan. Namun, tetap penting untuk mengetahui seberapa kompetitif pilihan tersebut agar strategi pendaftarannya gak hanya bergantung pada satu kemungkinan.

Pilihan PTN Gak Harus Cuma Satu

Dalam menentukan pilihan kuliah, kamu bisa membagi target berdasarkan tingkat peluang dan prioritas.

Misalnya:

Pilihan ambisius
PTN atau jurusan yang sangat kamu inginkan dan memiliki tingkat persaingan tinggi.

Pilihan realistis
PTN atau jurusan yang masih sesuai dengan targetmu, tetapi peluang masuknya lebih masuk akal berdasarkan data yang kamu miliki.

Pilihan aman
Pilihan yang tetap kamu bersedia jalani dan memiliki peluang masuk yang lebih besar. Yang perlu diperhatikan, “aman” bukan berarti asal pilih. Jangan memasukkan jurusan yang sebenarnya gak ingin kamu jalani hanya karena dianggap mudah dimasuki.

Data Seleksi Bisa Membantu Kamu Menentukan Prioritas

Selain melihat reputasi, kamu juga bisa menggunakan data penerimaan tahun sebelumnya sebagai bahan pertimbangan.

Beberapa data yang bisa dilihat antara lain:

  • jumlah peminat
  • daya tampung
  • tingkat keketatan
  • jalur penerimaan
  • persyaratan program studi
  • tren peminat dari tahun ke tahun

Data tersebut gak bisa menjamin kamu akan lolos, tetapi bisa membantu memberikan gambaran mengenai tingkat persaingan.

Untuk jalur UTBK-SNBT, misalnya, kamu juga bisa melakukan evaluasi melalui Try Out. Dari hasilnya, kamu bisa melihat perkembangan kemampuanmu dan mempertimbangkan apakah target yang dipilih sudah sesuai dengan kondisi persiapanmu. Kalo kamu sedang mempersiapkan UTBK, kamu juga bisa memanfaatkan kelas dan Try Out untuk membangun persiapan sebelum menghadapi seleksi.

Cek @bimbellolosptn di Instagram⁠

Kesimpulan

PTN favorit bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi juga gak perlu dianggap sebagai satu-satunya pilihan yang bagus. Saat menentukan pilihan, coba lihat tiga hal sekaligus: kampusnya, jurusannya, dan peluang masuknya. Dengan begitu, kamu gak sekadar mengejar label “PTN favorit”, tetapi benar-benar menyusun pilihan yang sesuai dengan tujuan dan kondisi kamu.

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi