15 Jurusan Sepi Peminat di Unair untuk UTBK-SNBT 2026, Cek Sebelum Pilih Prodi
Universitas Airlangga (Unair) menjadi salah satu PTN yang banyak dipertimbangkan calon mahasiswa dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Tapi, gak semua program studi di Unair memiliki jumlah peminat yang tinggi.
Pada UTBK-SNBT 2026, Unair membuka berbagai program studi di beberapa lokasi kampus, termasuk Surabaya, Gresik, dan Banyuwangi. Dari data peminat SNBT 2025, terdapat sejumlah prodi yang memiliki jumlah pendaftar relatif lebih sedikit dibandingkan prodi lainnya.
Menariknya, sepi peminat bukan berarti otomatis mudah untuk lolos. Jumlah peminat tetap perlu dibandingkan dengan daya tampung yang tersedia pada SNBT 2026.
Berikut 15 prodi Unair dengan jumlah peminat SNBT 2025 paling sedikit berdasarkan data yang tersedia.
| No. | Jurusan | Peminat SNBT 2025 | Daya Tampung SNBT 2026 |
|---|---|---|---|
| 1 | Akuakultur — FIKKIA Banyuwangi | 115 | 30 |
| 2 | Fisika | 143 | 24 |
| 3 | Ilmu Sejarah | 205 | 24 |
| 4 | Matematika | 219 | 30 |
| 5 | Kedokteran — FIKKIA Banyuwangi | 222 | 15 |
| 6 | Biologi | 263 | 27 |
| 7 | Teknologi Hasil Perikanan | 265 | 42 |
| 8 | Rekayasa Nanoteknologi | 266 | 30 |
| 9 | Kimia | 292 | 27 |
| 10 | Akuakultur | 318 | 48 |
| 11 | Pengobat Tradisional | 322 | 20 |
| 12 | Bahasa dan Sastra Indonesia | 325 | 30 |
| 13 | Statistika | 331 | 36 |
| 14 | Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol | 376 | 32 |
| 15 | Kedokteran Hewan — FIKKIA Banyuwangi | 380 | 30 |
Sepi Peminat, Apakah Berarti Lebih Mudah Lolos?
Belum tentu.
Coba lihat Kedokteran FIKKIA Banyuwangi. Peminatnya memang hanya 222 orang, tetapi daya tampungnya cuma 15 kursi.
Artinya, jumlah peminat yang sedikit tetap harus dilihat bersama jumlah kursinya. Begitu juga dengan Fisika yang memiliki 143 peminat dan 24 kursi.
Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa prodi dengan peminat paling sedikit adalah pilihan yang paling aman.
Selain itu, data peminat tahun sebelumnya juga bukan jaminan jumlah peminat pada SNBT 2026 akan sama. Minat calon mahasiswa dapat berubah setiap tahun.
Kenapa Ada Jurusan yang Sepi Peminat?
Ada beberapa kemungkinan.
Salah satunya karena bidang yang dipelajari memang lebih spesifik dan belum terlalu familiar bagi siswa SMA. Ada juga jurusan yang prospek kerjanya belum banyak diketahui sehingga jumlah peminatnya gak sebanyak jurusan populer.
Padahal, rendahnya popularitas suatu jurusan gak otomatis menunjukkan bahwa bidang tersebut gak memiliki prospek.
Contohnya Rekayasa Nanoteknologi. Dibandingkan jurusan yang lebih umum, namanya mungkin masih terdengar asing bagi sebagian calon mahasiswa. Namun, bidang yang dipelajari berkaitan dengan teknologi material pada skala yang sangat kecil dan dapat bersinggungan dengan berbagai bidang sains dan teknologi.
Hal seperti ini yang membuat kamu perlu melihat isi jurusan dan prospek bidangnya, bukan hanya jumlah peminat.
Jangan Pilih Jurusan Hanya Karena Sepi Peminat
Kalo kamu menemukan jurusan dengan jumlah peminat rendah, jadikan data tersebut sebagai bahan riset, bukan alasan utama untuk memilih.
Sebelum menentukan pilihan, coba cek:
- apa yang dipelajari
- kemampuan yang dibutuhkan
- prospek bidang kerja
- daya tampung
- jumlah peminat
- kemampuanmu sendiri.
Dengan mempertimbangkan beberapa faktor tersebut, kamu bisa menyusun pilihan yang lebih realistis tanpa harus mengorbankan minat.
Karena pada akhirnya, kamu gak cuma sedang mencari jurusan yang mudah dimasuki, tetapi juga jurusan yang akan kamu jalani selama beberapa tahun ke depan.
Sudah Punya Target Unair? Saatnya Cek Kemampuanmu
Data peminat dan daya tampung bisa membantu kamu menyusun strategi pilihan prodi. Tapi setelah menentukan target, hal yang gak kalah penting adalah mengetahui seberapa siap kemampuanmu menghadapi UTBK-SNBT.
Kalo targetmu cukup kompetitif, jangan menunggu sampai mendekati ujian untuk mulai mengukur kemampuan. Rutin latihan dan mengikuti Try Out bisa membantu kamu mengetahui posisi kemampuan sekaligus melihat materi yang masih perlu diperkuat.
Buat kamu yang sedang mempersiapkan UTBK-SNBT, kamu bisa cek kelas dan Try Out dari Bimbel Lolos PTN.
Cek @bimbellolosptn di Instagram
Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi.