Jurusan Sepi Peminat: Peluang atau Justru Perlu Dipertimbangkan Lagi?
Saat mencari jurusan kuliah, kamu mungkin sering menemukan prodi dengan jumlah peminat yang jauh lebih sedikit dibandingkan jurusan populer seperti Kedokteran, Manajemen, atau Informatika. Sekilas, kondisi ini terlihat menarik. Peminat sedikit berarti persaingannya lebih rendah, kan? Belum tentu. Jumlah peminat memang bisa menjadi salah satu data yang membantu melihat persaingan masuk PTN, tetapi gak bisa dijadikan satu-satunya alasan untuk memilih jurusan.
Sepi Peminat Gak Selalu Berarti Gak Bagus
Ada banyak alasan sebuah jurusan memiliki sedikit peminat. Bisa karena bidangnya sangat spesifik, namanya kurang familiar, informasi tentang prospek kerjanya masih terbatas, atau memang belum banyak dikenal calon mahasiswa. Padahal, kebutuhan terhadap lulusan suatu bidang gak selalu sejalan dengan popularitas jurusannya. Misalnya, ada bidang yang terdengar kurang populer tetapi punya kebutuhan tenaga profesional di industri tertentu. Jadi, sepi peminat ≠ gak dibutuhkan.
Tapi Jangan Langsung Menganggap Lebih Mudah
Ini bagian yang perlu diperhatikan kalo kamu melihat jurusan berdasarkan data penerimaan PTN. Peminat sedikit memang bisa membuat jumlah persaingan terlihat lebih rendah. Namun, peluang lolos tetap dipengaruhi oleh daya tampung dan jumlah pendaftar, bukan jumlah peminat saja.
Misalnya:
Jurusan A punya 500 peminat dan 50 kursi.
Jurusan B punya 1.000 peminat dan 200 kursi.
Meskipun Jurusan B punya peminat dua kali lebih banyak, jumlah kursinya juga jauh lebih besar. Artinya, melihat angka peminat tanpa membandingkannya dengan daya tampung bisa memberikan gambaran yang kurang lengkap.
Kenapa Jurusan Bisa Sepi Peminat?
Beberapa jurusan memang memiliki bidang yang cukup spesifik sehingga belum banyak dikenal siswa SMA. Ada juga jurusan yang kurang populer karena persepsi masyarakat terhadap pekerjaan setelah lulus masih terbatas. Padahal, prospek karier suatu jurusan seharusnya dilihat dari kompetensi yang dibangun dan kebutuhan bidang industrinya, bukan sekadar seberapa sering jurusan tersebut muncul di media sosial. Karena itu, kalo menemukan jurusan yang sepi peminat, justru jadikan itu alasan untuk riset lebih dalam, bukan langsung mendaftar.
Cek 4 Hal Ini Sebelum Memilih
1. Pelajari isi kuliahnya
Cari tahu mata kuliah yang akan kamu temui selama kuliah. Apakah bidangnya sesuai dengan ketertarikanmu? Apakah kamu cukup siap dengan materi yang akan dipelajari? Jangan sampai memilih hanya karena melihat persaingannya rendah.
2. Lihat prospek kariernya
Cari tahu lulusan jurusan tersebut biasanya bekerja di bidang apa. Jangan hanya mencari satu profesi. Lihat juga industri, instansi, perusahaan, atau bidang lain yang membutuhkan kompetensi dari jurusan tersebut.
3. Bandingkan daya tampung dan peminat
Data ini bisa membantu kamu memahami tingkat persaingan. Tapi gunakan sebagai bahan pertimbangan, bukan sebagai jaminan bahwa kamu pasti lolos.
4. Cek program studi di kampusnya
Jurusan yang sama bisa memiliki kurikulum dan fokus pembelajaran berbeda di setiap kampus. Coba cek kurikulum, fasilitas, peminatan, hingga informasi resmi program studi sebelum menentukan pilihan.
Jadi, Jurusan Sepi Peminat Bisa Jadi Peluang?
Bisa.
Terutama kalo jurusan tersebut memang sesuai dengan minatmu, memiliki kompetensi yang relevan, dan punya prospek yang ingin kamu kejar. Tapi kalo satu-satunya alasan kamu memilih adalah “biar gampang lolos”, sebaiknya pikirkan lagi. Karena kamu bukan cuma sedang memilih tempat untuk masuk PTN. Kamu juga sedang memilih bidang yang kemungkinan akan kamu pelajari selama beberapa tahun. Lebih baik memilih jurusan yang persaingannya realistis sekaligus sesuai dengan dirimu, daripada mengejar jurusan sepi peminat tetapi ternyata gak cocok.
Jangan Takut Keluar dari Jurusan Populer
Pada akhirnya, gak ada kewajiban untuk memilih jurusan yang sedang ramai dibicarakan. Jurusan populer bisa menjadi pilihan yang tepat, tetapi jurusan yang kurang populer juga bisa punya peluang menarik. Yang penting, keputusanmu punya dasar. Bukan karena “katanya gampang masuk”, bukan karena ikut teman, dan bukan karena jurusannya sedang viral. Lakukan riset dari beberapa sisi, lalu sesuaikan dengan minat, kemampuan, dan tujuanmu.
Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi.