kenapa adaJurusan yang Sepi Peminat, tapi Prospek kerjanya Menarik?

Banyak calon mahasiswa menjadikan jumlah peminat sebagai salah satu pertimbangan saat memilih jurusan. Jurusan dengan ribuan pendaftar sering dianggap lebih populer, sementara jurusan yang peminatnya sedikit kadang langsung dicap kurang menjanjikan.

Padahal, jumlah peminat dan prospek jurusan adalah dua hal yang berbeda.

Jurusan yang sepi peminat belum tentu punya prospek kerja yang buruk. Bisa jadi justru bidang tersebut punya kebutuhan tenaga kerja yang cukup spesifik dan belum banyak orang yang menekuninya.

Sepi Peminat Bukan Berarti Gak Dibutuhkan

Salah satu alasan sebuah jurusan punya sedikit peminat adalah karena bidangnya belum terlalu dikenal calon mahasiswa.

Ada jurusan yang namanya terdengar sangat spesifik sehingga siswa belum punya gambaran tentang apa yang dipelajari atau pekerjaan apa yang bisa dilakukan setelah lulus.

Padahal, semakin spesifik suatu bidang, semakin jelas pula kompetensi yang dibangun. Ini bisa menjadi nilai tambah ketika bidang tersebut memang dibutuhkan oleh industri atau lembaga tertentu.

Popularitas Jurusan Gak Selalu Mengikuti Kebutuhan Industri

Jurusan yang populer biasanya dipengaruhi banyak hal, mulai dari tren, rekomendasi orang sekitar, sampai persepsi tentang prospek kerja.

Tapi kebutuhan dunia kerja gak selalu bergerak mengikuti popularitas tersebut.

Misalnya, sebuah industri bisa membutuhkan tenaga dengan keahlian tertentu dalam jumlah besar, sementara jurusan yang menghasilkan lulusan dengan keahlian tersebut justru gak terlalu banyak diminati.

Artinya, banyaknya peminat bukan indikator langsung seberapa besar kebutuhan lulusan suatu jurusan.

Jurusan Spesifik Bisa Punya Kompetensi yang Lebih Terarah

Ada perbedaan antara jurusan yang memberikan kompetensi cukup luas dengan jurusan yang fokus pada bidang tertentu.

Jurusan yang spesifik biasanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih terarah pada industri tertentu.

Hal ini bisa menjadi keuntungan karena mahasiswa sejak awal sudah membangun dasar kompetensi yang sesuai dengan bidang yang ingin ditekuni.

Tapi tetap perlu diingat, spesifik bukan berarti otomatis lebih bagus. Kamu tetap perlu melihat kurikulum, kualitas program studi, kebutuhan industri, dan perkembangan bidang tersebut.

Jangan Cuma Lihat Jumlah Peminat

Kalo kamu menemukan jurusan yang peminatnya sedikit, jangan langsung mencoretnya dari daftar pilihan.

Coba lihat beberapa hal lain:

  • Apa yang dipelajari selama kuliah?
  • Bidang industri apa yang membutuhkan lulusannya?
  • Seperti apa perkembangan bidang tersebut?
  • Apa saja pilihan karier setelah lulus?
  • Apakah kompetensinya bisa digunakan di lebih dari satu bidang?
  • Bagaimana kualitas program studi dan kampus yang menyelenggarakannya?

Dengan begitu, kamu bisa menilai jurusan berdasarkan informasi yang lebih lengkap, bukan hanya berdasarkan popularitas.

Tapi Jangan Sengaja Cari Jurusan yang Sepi Peminat

Di sisi lain, jangan sampai artikel ini membuat kamu berpikir bahwa semakin sedikit peminat, semakin bagus prospeknya.

Gak sesederhana itu.

Jurusan sepi peminat bisa terjadi karena berbagai alasan. Bisa karena bidangnya memang sangat spesifik, kurang dikenal, lokasi kampus, daya tampung, atau memang peluang bidangnya terbatas.

Jadi, yang perlu dicari bukan jurusan yang “paling sepi”, tetapi jurusan yang punya kecocokan antara minat, kemampuan, kompetensi yang dipelajari, dan peluang di masa depan.

Jadi, Perlu Pilih Jurusan Sepi Peminat?

Jawabannya: boleh dipertimbangkan, tapi jangan menjadikan jumlah peminat sebagai alasan utama.

Justru, jurusan yang jarang dibicarakan bisa menjadi pilihan menarik kalo setelah ditelusuri ternyata bidangnya sesuai dengan minatmu dan memiliki peluang yang ingin kamu kejar.

Pada akhirnya, memilih jurusan bukan soal mencari jurusan yang paling ramai atau paling sepi, tetapi mencari pilihan yang masuk akal untuk kamu jalani selama kuliah dan punya arah yang jelas setelah lulus.

Sebelum menentukan pilihan PTN dan jurusan, coba lakukan riset lebih jauh dari sekadar melihat jumlah peminatnya. Bisa jadi, jurusan yang selama ini jarang kamu dengar justru punya peluang yang belum pernah kamu pertimbangkan.

Penulis:
Ananda Khaerunisa

Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi