Kuliah jurusan DKV Belajar Apa Aja Selain Menggambar?
Kalo dengar Desain Komunikasi Visual (DKV), banyak yang langsung membayangkan menggambar, bikin ilustrasi, atau mendesain poster.
Padahal, kuliah DKV gak cuma soal seberapa jago kamu menggambar. Kamu juga akan belajar bagaimana menyampaikan pesan melalui visual, memahami audiens, membuat konsep desain, sampai menggunakan berbagai media untuk menyampaikan sebuah ide.
Lalu, sebenarnya mahasiswa DKV belajar apa aja?
Belajar Menyampaikan Pesan Lewat Visual
Salah satu fokus utama DKV adalah bagaimana sebuah visual bisa menyampaikan pesan dengan efektif.
Kamu akan belajar memahami elemen seperti warna, tipografi, bentuk, komposisi, dan layout. Semua elemen tersebut gak digunakan secara asal, tetapi perlu disesuaikan dengan pesan dan target audiens.
Jadi, desain yang bagus bukan cuma yang terlihat menarik, tetapi juga punya tujuan dan mampu menyampaikan pesan.
Gak Harus Jago Menggambar
Kemampuan menggambar memang bisa menjadi nilai tambah, terutama kalo kamu tertarik dengan ilustrasi. Tapi, DKV punya cakupan yang jauh lebih luas.
Kamu juga bisa belajar desain grafis, branding, fotografi, videografi, ilustrasi, hingga media digital.
Artinya, kalo kemampuan menggambarmu belum terlalu kuat, masih ada banyak bidang lain yang bisa kamu eksplorasi.
Belajar Menggunakan Software Desain
Dalam proses perkuliahan, kamu juga akan berkenalan dengan berbagai tools yang digunakan untuk membuat karya visual.
Mulai dari software untuk desain grafis, editing foto dan video, hingga berbagai tools digital lainnya.
Tapi, kemampuan menggunakan software bukan satu-satunya hal yang penting. Kamu juga perlu memahami kenapa sebuah desain dibuat dengan cara tertentu dan bagaimana konsepnya bisa sesuai dengan kebutuhan.
Banyak Proyek dan Revisi
Kuliah DKV cukup identik dengan tugas proyek.
Kamu bisa diminta membuat poster, identitas visual, ilustrasi, kampanye, desain media sosial, video, atau karya visual lainnya.
Setelah itu, karya yang dibuat bisa mendapatkan kritik dan masukan untuk dikembangkan lagi. Jadi, kamu perlu terbiasa menerima feedback dan melakukan revisi.
Kreativitas Tetap Perlu Dibangun
Masuk DKV bukan berarti kamu harus selalu punya ide brilian sejak hari pertama.
Kreativitas bisa dikembangkan dengan banyak mengamati, mencari referensi, mencoba berbagai pendekatan, dan terus membuat karya.
Yang penting, kamu punya rasa ingin tahu dan mau mengeksplorasi berbagai cara untuk menyampaikan sebuah pesan melalui visual.
Lulus DKV Bisa Kerja Jadi Apa?
Pilihan karier lulusan DKV cukup beragam, tergantung bidang yang ingin kamu tekuni.
Kamu bisa mengeksplorasi bidang seperti graphic designer, illustrator, art director, UI/UX designer, animator, fotografer, videografer, branding, hingga creative industry.
Pengalaman, portofolio, dan skill yang kamu bangun selama kuliah juga bisa menjadi bagian penting dalam perjalanan karier setelah lulus.
Kesimpulan
Kuliah DKV gak cuma tentang menggambar. Kamu juga akan belajar konsep desain, komunikasi visual, tipografi, warna, branding, fotografi, media digital, hingga cara menyampaikan pesan melalui sebuah karya.
Kalo kamu tertarik dengan dunia kreatif tetapi merasa kemampuan menggambarmu belum terlalu kuat, jangan langsung mencoret DKV dari pilihan.
Yang penting, kamu punya ketertarikan terhadap visual, mau belajar, dan siap terus mengembangkan kreativitas serta kemampuan desainmu.
Penulis:
Ananda Khaerunisa
Editor:
Ramadhan Candra Wijayanti S.Psi