Pemerintah telah memberikan izin kepada perguruan tinggi yang berada di daerah PPKM level 1-3 dapat menggelar kuliah tatap muka (KTM) secara terbatas sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 yang telah diresmikan. Namun dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo sejumlah rektor menyatakan belum siap untuk membuka kampus.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia, Jamal Wiwoho mengatakan bahwa sebanyak 35 rektor rata-rata belum siap untuk menggelar KTM.

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) pun turut hadir dalam pertemuan virtual tersebut, seperti yang sudah diketahui bahwa UNS telah melakukan KTM terbatas secara hibrida sejak 6 September 2021 lalu. Ia mengaku telah memberikan saran kepada perguruan tinggi lain agar bersama-sama memberanikan diri untuk membuka perkuliahan dengan prinsip bersyarat dan bertahap.

KTM-T yang telah dilakukan dengan 2 tahap dengan artian bersyarat adalah sesuai dengan arahan Dikti dan satgas Covid. Sedangkan bertahap adalah mengenai kapasitas. Selain itu, UNS juga telah melakukan persiapan dengan matang seperti mempercepat vaksinasi tenaga dosen, kependidikan, dan mahasiswa serta kesiapan sarana prasarana pembelajaran agar berjalan dengan baik.

Lanjutnya, Jamal menjelaskan maksud dari membuka kampus dengan tujuan untuk mencegah lost learning karena menurutnya PJJ dianggap masih kurang efisien bagi mahasiswa maupun dosen.

The post Di Depan Jokowi, Rektor Mengaku Belum Siap Buka Kampus appeared first on MasukKampus : News.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MasukKampus