Penerapan pembelajaran tatap muka terbatas dan bertahap (PTMTB) sudah mulai diberlakukan di beberapa universitas, termasuk Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Semenjak kuliah daring, banyak mahasiswa maupun dosen tidak berinteraksi secara langsung. Hal ini menyebabkan para mahasiswa menjadi canggung saat menjalani PTMTB.

Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya, Aprilia Widianti, mengungkapkan bahwa awal masuk kampus Unesa merasa grogi. Sama halnya seperti siswa yang baru pertama kali masuk sekolah. Namun, setelah masuk kelas perasaannya mulai mencair.

Tak luput dari kecanggungan, Riyadi, dosen pendidikan sejarah yang mengajar mahasiswa semester 3 juga mengalami hal serupa. “Pertama kali bertemu masih canggung. Selain mahasiswa, dosen juga canggung, sebab kebiasaan di depan laptop terus ketemu langsung pasti ada penyesuaian,” ungkap Riyadi (20/9/2021).

Mayoritas mahasiswa dan dosen lebih menyukai pembelajaran secara luring. Selain lebih memahami materi, mahasiswa lebih berani untuk berdiskusi dengan dosen.

The post Perpaduan Kuliah Luring dan Daring Bikin Grogi, Kok Bisa? appeared first on MasukKampus : News.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MasukKampus