Pemerintah sempat melakukan uji coba sekolah tatap muka di DKI Jakarta selama dua tahap. Namun saat ini harus dihentikan karena kasus Covid-19 yang semakin meningkat.

Hal ini diungkapkan oleh Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah, uji coba belajar tatap muka di Jakarta harus dihentikan demi keselamatan peserta didik.

Sebagai informasi, di Indonesia terutama Jabodetabek sedang mengalami gelombang kedua pandemi Covid-19 yang jauh lebih parah ketimbang puncak gelombang pertama pada Januari lalu.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat kasus positif Covid-19 bertambah 5.000 orang per Senin, 19 Juli 2021. Dengan demikian total kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta menjadi 751.312 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Dwi Oktavia menambahkan, kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. Sebanyak 14,4 persen dari 5.000 kasus positif dengan rincian untuk 476 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 142 kasus adalah anak usia 0 – 5 tahun. Sedangkan, 3.766 kasus adalah usia 19 – 59 tahun dan 1.032 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.

Secara otomatis, kegiatan belajar mengajar di Jakarta kembali diselenggarakan secara daring atau pembelajaran jarak jauh.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bahwa kegiatan belajar mengajar di Ibu Kota tetap dilakukan secara daring karena kasus pandemi Covid-19 yang masih tinggi.

The post Harapan Belajar Tatap Muka Menipis! DKI Jakarta Masih Tetap Lakukan Sekolah Online appeared first on MasukKampus : News.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MasukKampus