Beredar di media sosial, sebuah video seorang pelajar mengkritik kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan pemerintah di masa pandemi covid-19 hingga saat ini.

Pelajar tersebut bernama Syamil Shafa Besayef. Ia menyampaikan kritik tersebut pada Hari Anak Nasional dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI tahun 2020.

Syamil secara terang-terangan memberikan keluhan mengenai sistem sekolah daring yang kurang lebih sama di berbagai penjuru Indonesia. Di antaranya seperti kendala gadget, kuota, sinyal, hingga kerap mati lampu.

Namun tak hanya persoalan mengenai alat pendukung pembelajarnnya, menurut Syamil, PJJ tidak akan efektif tanpa kehadiran seorang guru. Ia juga mengatakan, tidak perlu sekolah jika hanya ingin pintar. Sebab semua pengetahuan kini gampang diakses melalui internet. Kendati demikian, seorang guru memiliki kelebihan tersendiri.

Lanjutnya, bahwasanya guru memiliki perasaan terhadap siswa, bukan hanya bertugas mengajar saja namun guru memiliki peran dalam mendidik dan membentuk karakter siswa-siwa Indonesia.

Kebijakan tersebut pun menuai pro kontra masyarakat. Banyak orang tua yang setuju dengan kebijakan itu lantaran tidak ingin sang anak terinfeksi Covid-19 di sekolah. Namun tak sedikit pula orang tua yang mengeluhkan kebijakan tersebut karena persoalan internet.

The post Siswa Kritik PJJ: Kalau Belajar Cuma Mau Pintar, Google Jauh Lebih Pintar appeared first on MasukKampus : News.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MasukKampus