sumber foto : news.okezone.com (ilustrasi)

Kasus BEM UI memberikan kritik kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berbuntut panjang. Pasalnya, pihak BEM UI melayangkan kritik melalui unggahan media sosial yang bertuliskan “Jokowi: The King of Lip Service”.

Bagaimana tidak, poster yang diunggah di instagram dan twitter resmi BEM UI tersebut menuai pro dan kontra masyarakat.

Alhasil, pihak rektorat UI memanggil fungsionaris BEM UI dan DPM UI untuk meminta penjelasan terhadap unggahan tersebut.

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra, mengatakan, sebutan The King of Lip Service yang diberikan kepada Jokowi untuk mengingatkan beliau bahwa perkataan-perkataan yang beliau sampaikan harus sesuai dengan realita di lapangan. Karena ia melihat banyak sekali kontradiksi antara perkataan beliau dengan apa yang terjadi di lapangan.

Lanjutnya, BEM UI tidak akan menghapus unggahan tersebut walau sudah diminta oleh pihak kampus.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi (KIP) UI, Amelita Lusia mengatakan kritik yang dilakukan BEM UI tersebut telah melanggar peraturan.

Amelita menekankan, mengemukakan opini harus sesuai dengan aturan meskipun kebebasan berpendapat sudah diatur dalam undang-undang (UU).

Selain dipanggil pihak kampus, beberapa akun whatsapp, telegram dan instagram fungsionaris BEM UI diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, Leon mengecam segala bentuk kekerasan digital yang dilakukan kepada BEM UI 2021.

The post Buntut Panjang Mahasiswa UI Kritik Jokowi, Dipanggil Pihak Kampus Hingga Akun WA Diretas appeared first on MasukKampus : News.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MasukKampus