Universitas Harus Turut Andil, Jokowi: Jangan Biarkan Mahasiswa Monoton

Universitas Harus Turut Andil, Jokowi: Jangan Biarkan Mahasiswa Monoton

Presiden Republik Indonesia, Jokowi Widodo memberikan arahan kepada universitas agar mengajak mahasiswa melakukan hal-hal baru, tidak berpaku dalam satu kegiatan saja.

Jokowi meminta agar mahasiswa didorong untuk belajar di ana saja dengan siapa saja, tidak harus dengan para dosen. “Prsinya bisa diatur 30 atau 50 persen,” imbuhnya.

Perguruan tinggi dan mahasiswa harus siap menghadapi perubahan dan “hybrid skill”. Oleh sebab itu, sumber daya manusia telah menjadi fokusnya saat ini.

Sangat diharapkan perguruan tinggi bisa memfasilitasi agar dapat mengembangkan talenta mahasiswa itu sendiri. Dengan adanya program studi bukan berarti membuat mahaiswa menjadi terbelenggu dan tidak menguasai bidang selain di program studi.

Artinya mahasiswa tidak hanya paham satu bidang tetapi juga berbagai bidang seperti matematika, ilmu komputer, hingga bahasa.

Jokowi menghimbau para guru dan dosen jangan mengajarkan ilmu yang usang. Disampaikannya di forum para rektor, harus ada perubahan-perubahan secara fundamental dan cepat untuk mengatisipasi perubahan.

The post Universitas Harus Turut Andil, Jokowi: Jangan Biarkan Mahasiswa Monoton appeared first on MasukKampus : News.

Terbagi Tiga Kategori, PTKIN Berbeda Dengan PTN, Calon Mahasiswa Wajib Tahu!

Terbagi Tiga Kategori, PTKIN Berbeda Dengan PTN, Calon Mahasiswa Wajib Tahu!

Untuk melanjutkan pendidikan, calon mahasiswa diberikan banyak pilihan. Bisa memilih melanjutkan pendidikan di sebuah universitas, sekolah tinggi, akademi, institut hingga politeknik.

Salah satu pendidikan yang biasa dipilih calon mahasiswa adalah jenjang universitas. Di jenjang ini juga masih dibedakan menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta.

Namun jangan salah, perguruan tinggi negeri juga masih bisa dibedakan lagi menjadi perguruan tinggi negeri reguler dibawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di bawah naungan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Perguruan tinggi di bawah nauangan Kemenag terbagi menjadi tiga kategori kampus:

1. UIN atau Universitas Islam Negeri
2. IAIN atau Institut Agama Islam Negeri
3. STAIN atau Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri

Kategori kampus ini bisa jadi pilihan jika tertarik mendalami ilmu agama secara lebih serius. Tidak hanya sekadar belajar ilmu agama Islam, beberapa kampus pun membuka jurusan yang umumnya sudah dikenal. Seperti jurusan Kedokteran dan Pendidikan Bahasa Indonesia.

Jalur masuk perguruan tinggi reguler yang biasa diikuti calon mahasiswa yakni SNMPTN, UTBK-SBMPTN, dan Ujian Mandiri.

PTKIN memiliki jalur masuk atau seleksi mahasiswa yang agak berbeda, ada SPAN PTKIN, UM-PTKIN.

SPAN-PTKIN adalah Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Jalur masuk ini diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana khusus yang ditunjuk oleh Kemenag.

Serupa dengan SNMPTN, penilaian seleksi jalur masuk SPAN-PTKIN didasarkan pada nilai rapor dan prestasi akademik lainnya, bukan melalui jalur ujian tertulis.

Semua siswa yang didaftarkan sekolah atau madrasah masing-masing berhak mengikuti jalur SPAN-PTKIN. Calon mahasiswa perlu memastikan, apakah sekolahmu telah izin sah dari pemerintah untuk mendaftarkannya siswanya atau tidak. Selanjutnya pendaftaran siswa akan dilakukan melalui Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS).

The post Terbagi Tiga Kategori, PTKIN Berbeda Dengan PTN, Calon Mahasiswa Wajib Tahu! appeared first on MasukKampus : News.

Jurusan Ini Tidak Dimiliki Kampus Lain, Tapi Lulusannya Digaji Besar, Apa tuh?

Jurusan Ini Tidak Dimiliki Kampus Lain, Tapi Lulusannya Digaji Besar, Apa tuh?

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) menjadi sekolah kedinasan impian bagi banyak siswa lulusan SMA tiap tahunnya. Pasalnya, lulusan PKN STAN akan langsung diangkat menjadi CPNS dan ditempatkan di lingkungan Kemenkeu atau instansi pemerintah lainnya.

PKN STAN merupakan sekolah kedinasan di Indonesia yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Melansir dari akun Twitter resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) @BKNgoid, jumlah pendaftar yang telah melakukan submit sebanyak lebih dari 40 ribu peserta pada tahun ini. PKN STAN pun memiliki jurusan yang tidak asing bagi peminatnya dikarenakan hanya dimiliki oleh PKN STAN.

Berikut jurusan di PKN STAN yang tidak dimiliki oleh kampus lain:
1. Kepabeanan dan Bea Cukai
2. Kebendaharaan Negara
3. Manajemen Aset
4. Pajak Bumi Bangunan/Penilai

Perlu diketahui PKN STAN bersifat ikatan dinas, sehingga mahasiswa STAN tidak akan dipungut biaya selama menjalankan pendidikan. Tak hanya itu, lulusannya pun juga akan mendapatkan gaji pokok beserta tunjangan kinerja yang besar.

Berdasarkan PMK Nomor 226/PMK.01/2020, lulusan STAN dari program D3 secara otomatis akan diangkat menjadi CPNS golongan IIc. Sedangkan untuk program D1 akan menempati golongan IIa.

Berdasarkan peraturan tersebut, golongan IIc tahun pertama akan mendaptkan gaji sebesar Rp 2.301.800 setiap bulan. Sedangkan, golongan IIa akan mendapatkan gaji pokok Rp 2.022.200 per bulan.

Kemudian, pada tahun berikutnya, lulusan STAN program D3 akan mendapatkan gaji Rp.2.374.300. Untuk lulusan program D1 akan mendapatkan gaji Rp 2.054.100. Apabila lulusan STAN dengan masa kerja 33 tahun akan menerima gaji Rp 3.365.000.

Selain gaji, lulusan STAN yang sudah diangkat menjadi PNS akan menerima tunjangan kinerja. Berdasarkan PP Nomor 156 tahun 2014, tukin untuk kelas jabatan terendah (kelas 1) sebesar Rp 2.575.000. Sementara itu, untuk kelas jabatan tertinggi (kelas 27) mencapai hingga Rp 46.950.000.

Lulusan STAN program D3 masuk dalam kelas jabatan 6 dengan tukin yang diterima sebesar Rp 3.611.000.

Gimana nih Glads, apakah kamu menjadi salah satu peminat dari PKN STAN?

The post Jurusan Ini Tidak Dimiliki Kampus Lain, Tapi Lulusannya Digaji Besar, Apa tuh? appeared first on MasukKampus : News.

Deretan Beasiswa dalam Negeri Bikin Kuliah Jadi Gratis! Apa Aja ya?

Deretan Beasiswa dalam Negeri Bikin Kuliah Jadi Gratis! Apa Aja ya?

Setelah lulus SMA, pola pikir berkarir sukses dengan melanjutkan strata pendidikan yang lebih tinggi. Meski tidak dipungkiri juga setelah lulus SMA, masih ada yang memilih untuk langsung bekerja karena adanya persoalan biaya yang menjadi halangannya.

Lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke universitas tidak perlu khawatir karena ada beberapa program beasiswa yang yang diberikan pemerintah maupun swasta.

Berikut daftar beasiswa dalam negeri:

1. Beasiswa Djarum
Jika lolos mendapatkan beasiswa ini, tidak hanya mendapat biaya atau dana kuliah selama satu tahun saja. Kamu akan mendapatkan berbagai macam pelatihan dan pengembangan diri.

2. Beasiswa Bidik Misi (BDM)
Beasiswa akan dibayarkan pada perguruan tinggi berupa uang saku dan tunjangan buku. Batasan pendaftaran Beasiswa Bidikmisi maksimal adalah sebelum masuk dalam semester kedua masa perkuliahan.

3. Beasiswa ORBIT – Hasri Ainun Habibie
Beasiswa yang diberikan berupa biaya pendidikan Rp750.000 per bulannya dalam satu tahun ajaran.

4. Sampoerna Foundation
Bentuk beasiswa yang diperoleh meliputi biaya kuliah selama empat tahun. Namun, kamu harus memiliki tekad dan semangat yang tinggi untuk membangun negeri di masa mendatang untuk mendapatkan beasiswa ini.

5. Beasiswa Seni dan Budaya Kemenlu RI
Dalam beasiswa ini kamu akan mendapatkan pembiayaan pendidika khususnya mendalami tentang seni dan budaya Indonesia.

The post Deretan Beasiswa dalam Negeri Bikin Kuliah Jadi Gratis! Apa Aja ya? appeared first on MasukKampus : News.

Viral! Jadi Mahasiswa di Usia 58 Tahun, Apa Motivasinya?

Viral! Jadi Mahasiswa di Usia 58 Tahun, Apa Motivasinya?

Beberapa waktu lalu viral di media sosial TikTok salah satu mahasiswa baru Universitas Esa Unggul, bernama Gray Zain. Ia menjadi mahasiswa baru di program sarjana di usianya yang tak muda, yakni 58 tahun.

Gray Zain mengungkapkan ia pernah mengenyam bangku kuliah sewaktu muda. Namun itu hanya berjalan salam 6 bulan. Saat itu ia harus menjadi tulang punggung setelah sang ayah meninggal.

Semenjak ayahnya meninggal, Gray melepas impiannya untuk menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Ia memilih mengurus adik-adiknya dengan melanjutkan usaha keluarga. Gray juga memutuskan untuk menikah dan membangun keluarga.

“Berjalan waktu itu tahun 85 orang tua saya meninggal saya menikah dan punya anak lanjut anak-anak, melupakan pendidikan,” imbuhnya.

Gray Zain memiliki motivasi, mengapa mengenyam pendidikan kuliah di usia 58 tahun. Ia merasa ingin merasakan pendidikan di bangku kuliah setelah melihat anak ketiganya akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Selain itu Gray memang memiliki mimpi untuk terus belajar hingga S3.

“Saya punya tiga mimpi semoga Tuhan memberikan saya kesehatan dan umur panjang. Yang kedua umur 61 saya selesai S1 kemudian 63 S2 baru sampai itu dulu, asik lagi ya kalau saya bisa ambil S3,” imbuhnya.

The post Viral! Jadi Mahasiswa di Usia 58 Tahun, Apa Motivasinya? appeared first on MasukKampus : News.

PJJ Membuat Kuota Cepat Habis, Nadiem: Siap Disalurkan Hingga November 2021

PJJ Membuat Kuota Cepat Habis, Nadiem: Siap Disalurkan Hingga November 2021

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengumumkan, program bantuan subsidi kuota internet akan disalurkan hingga November mendatang.

Pemerintah memberikan bantuan kuota internet kepada pelaku pendidikan seperti siswa, mahasiswa, guru, dan dosen bertujuan sebagai menunjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi Covid-19.
Bantuan kuota internet akan disalurkan setiap tanggal 11-15 setiap bulan hingga November 2021 dan berlaku selama 30 hari sejak diterima.

Adapun penerima bantuan kuota internet harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Siswa PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
• Terdaftar di aplikasi data pokok pendidikan (Dapodik).
•Memiliki nomor ponsel aktif atas nama sendiri/orang tua/keluarga/wali.
2. Pendidik PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
• Terdaftar di aplikasi data pokok pendidikan (Dapodik).
• Memiliki nomor ponsel aktif.
3. Mahasiswa
• Terdaftar di aplikasi pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti) sebagai mahasiswa aktif atau sedang menuntaskan gelar ganda (double degree).
• Memiliki nomor ponsel aktif.
• Memiliki Kartu Rencana Studi pada semester berjalan.
4. Dosen
• Terdaftar di aplikasi pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti) sebagai dosen aktif.
• Memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK atau NUP).
• Memiliki nomor ponsel aktif.

Untuk informasi lebih lengkap dapat diakses melalui laman resmi https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

The post PJJ Membuat Kuota Cepat Habis, Nadiem: Siap Disalurkan Hingga November 2021 appeared first on MasukKampus : News.

Berbeda dengan Cita-cita, Justru Ranking 1 Masuk Akademi Kepolisian

Berbeda dengan Cita-cita, Justru Ranking 1 Masuk Akademi Kepolisian

Memiliki kesuksesan di masa depan merupakan impian banyak orang. Namun, tidak semudah itu untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Hal ini dialami oleh Ipda Cut Yuliasmi yang dulunya bercita-cita masuk Bintara Polri. Naas, perjuangannya selalu gagal saat melalui beberapa tes. Wanita kelahiran Padang berdarah Aceh ini, bercita-cita masuk Bintara sejak SMA. Tapi sayang, dua kali mengikuti tes selalu gugur.

“Dulu maunya Bintara waktu lulus SMA 2015,” kata Cut dalam kanal Youtube akademi kepolisian yang diambil sebelum lulus dari Akpol.

Cut mengaku sempat terpuruk usai gagal di tes Bintara hingga kerap menolak ajakan main keluar oleh teman-teman karena merasa malu dan malas. Tidak sampai disitu, fisik Cut juga mengalami perubahan karena dia tidak memerhatikan kondisi tubuh yang makin gendut dan wajah yang tak terawat.

Namun Cut mengikuti tes lagi yaitu Patukhir Daerah Penerimaan Akpol Polri di Padang. Tak disangka, keberuntungan baru menyelimutinya. Dia berhasil mendapat ranking satu di Polda Sumbar, sebagai calon siswa Akpol yang berhasil lolos.

Setelah menjadi taruni di Akpol, dia dilantik sebagai pejabat Polisi Taruna (Poltar). Di Akpol, dia merupakan Angkatan 51 Batalyon Adnyana Yuddhaga.

Cut semakin yakin bahwa karir cemerlangnya ada di Akpol. Berbagai rangkaian latihan dan tempaan keras tak membuatnya mengeluh dan sedih lagi. Berhasil lulus dari Akpol pada tahun 2020 membuatnya menjadi perwira pertama di Polri. Saat ini dia menyandang pangkat Inspektur Dua Polisi alias Ipda.

The post Berbeda dengan Cita-cita, Justru Ranking 1 Masuk Akademi Kepolisian appeared first on MasukKampus : News.

Hujan Kritik Soal PTM, Nadiem: Tutup Sekolah Salah, Buka Juga Salah

Hujan Kritik Soal PTM, Nadiem: Tutup Sekolah Salah, Buka Juga Salah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim sedikit mencurahkan isi hatinya mengenai posisi sulit dalam mengambil kebijakan pendidikan di tengah pandemi COVID-19. Dia merasa apapun kebijakan pendidikan di masa pandemi COVID-19 ini bakal disalahkan orang.

“Posisi saya luar biasa sulitnya, Pak. Buka sekolah salah, tutup sekolah salah,” kata Nadiem dalam webinar ‘Sistem Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19’ yang diselenggarakan oleh DPD Taruna Merah Putih Jawa Tengah, Minggu (30/8/2020) malam.

Dalam diksusi ini, hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, serta Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih Maruarar Sirait. Hadir pula para guru, orang tua murid, hingga siswa sekolah.

Nadiem sedang menjawab pertanyaan dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Muhdi mengenai risiko pembelajaran tatap muka di desa-desa yang kesulitan untuk belajar daring. Nadiem menjawab, keluhan soal membuka sekolah atau menutup sekolah selalu diterimanya. Kedua metode pembelajaran tersebut memiliki risiko masing-masing.

Nadiem memprioritaskan agar semua bisa kembali melakukan pembelajaran tatap muka, tentu saja dengan standar keamanan yang bisa dipertanggungjawabkan. Maka khusus zona kuning, sekolah boleh menggelar pembelajaran tatap muka.

“Memang, semuanya ada risiko. Guru pengunjung-pun ada risiko. Maka kami prioritas nomor satu adalah bagaimana mengembalikan anak ke sekolah tatap muka dengan cara yang teraman,” kata Nadiem.

Selama ini, sekolah yang menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengeluhkan banyak kesulitan. Keluhan bukan hanya dari pihak sekolah saja namun juga dari orang tua murid.

The post Hujan Kritik Soal PTM, Nadiem: Tutup Sekolah Salah, Buka Juga Salah appeared first on MasukKampus : News.

Wow! LTMPT Rilis Top 1000 Sekolah 2021, Bagaimana dengan Sekolahmu?

Wow! LTMPT Rilis Top 1000 Sekolah 2021, Bagaimana dengan Sekolahmu?

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi merilis Top 1000 sekolah tahun 2021 berdasarkan nilai tertinggi pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Daftar tersebut diumumkan oleh Ketua LTMPT Mohammad Nasih dalam diskusi daring “Launching Top 1000 Sekolah Tahun 2021 Berdasarkan Nilai UTBK” melalui kanal YouTube LTMPT OFFICIAL.

Nasih menyampaikan jumlah sekolah asal peserta UTBK 2021 sebanyak 23.110 sekolah namun tidak semua memenuhi kriteria LTMPT sehingga sebanyak 4.432 sekolah yang memenuhi kriteria setelah dievaluasi kembali. Lanjutnya, kriteria penentuan Top 1.000 sekolah tahun ini sedikit berbeda yaitu sekolah dengan jumlah peserta yang ikut serta dalam UTBK 2021 sebanyak lebih dari 40 orang.

Nasih menjelaskan bahwa hasil dari pemeringkatan LTMPT bukan mengukur sebagai sekolah terbaik di Indonesia akan tetapi hanya bertujuan untuk menunjukan sekolah mana saja yang berhasil meraih rata-rata nilai UTBK tertinggi.

Melansir dari laman website resmi LTMPT, total peserta yang mengikuti UTBK 2021 sebanyak 777.858 peserta. Berikut 20 daftar sekolah beserta nilai UTBK tertinggi tahun 2021 :
1. MAN INSAN CENDEKIA SERPONG, Tangerang Selatan – 637,807
2. SMAN UNGGULAN M.H. THAMRIN, Jakarta – 635,675
3. SMAN 8 JAKARTA – 630,860
4. SMAS UNGGUL DEL, Sumatra Utara – 630,177
5. SMAS BPK 1 PENABUR BANDUNG, Jawa Barat – 618,415
6. SMAS 1 KRISTEN BPK PENABUR, Jakarta Barat – 617,214
7. SMAN 3 YOGYAKARTA – 616,584
8. SMAN 5 SURABAYA – 615,600
9. SMAN 28 JAKARTA – 611,727
10. SMAN 1 YOGYAKARTA – 609,308
11. SMAN 81 JAKARTA – 607,402
12. SMA LABSCHOOL KEBAYORAN, Jakarta – 607,014
13. SMA KATOLIK ST.LOUIS 1, Surabaya – 604,896
14. SMAS KRISTEN 5 BPK PENABUR, Jakarta Utara – 604,204
15. SMAS SANTA URSULA BSD, Tangerang Selatan – 603,309
16. SMAS KANISIUS JAKARTA – 603,144
17. SMAN 8 YOGYAKARTA – 602,369
18. SMAS PAHOA, Tangerang – 602,107
19. SMAN 34 JAKARTA – 601,490
20. SMAS KRISTEN 3 PENABUR JAKARTA – 600,743

Glads, apakah sekolahmu masuk dalam top 1000 tersebut? Kamu bisa mengaksesnya melalui laman website resmi https://top-1000-sekolah.ltmpt.ac.id/

The post Wow! LTMPT Rilis Top 1000 Sekolah 2021, Bagaimana dengan Sekolahmu? appeared first on MasukKampus : News.

Nadiem: Hampir 8 Bulan Saya Banting Meja Terus!

Nadiem: Hampir 8 Bulan Saya Banting Meja Terus!

Nadiem Makarim marah dengan banyak daerah yang masih melakukan Pembelajaran Jarak Jauh dengan alasan pandemi Covid-19.

Padahal kondisinya untuk PJJ tidak memungkinkan. Menurut Nadiem, ada beberapa daerah yang tidak memiliki sarana dan prasarana yang baik untuk belajar online, namun tetap memaksakan diri tutup sekolah dengan alasan pandemi Covid-19.

Nadiem mengaku hampir 8 bulan banting-banting meja setiap pergi ke daerah untuk segera melaksanakan PTM terbatas.

Dia menyebut anak-anak Indonesia sudah sangat terancam ketinggalan pelajaran dan kesehatan mental karena selama 1,5 tahun terakhir belajar online.

“Jadi ini dampak psikologis dampak kesepian itu juga menjadi bagian daripada kemampuan anak-anak kita untuk menjadi terbuka terhadap pembelajaran,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Nadiem, sudah ada 40 persen sekolah di Indonesia yang telah buka untuk pembelajaran tatap muka terbatas. Namun ini menurutnya masih sangat sedikit.

Diketahui, pemerintah mulai memperbolehkan sekolah dibuka untuk pembelajaran tatap muka kepada daerah-daerah dengan status PPKM Level 3-1.

Penetapan sekolah tatap muka ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 Coronavirus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali.

The post Nadiem: Hampir 8 Bulan Saya Banting Meja Terus! appeared first on MasukKampus : News.

MasukKampus